iMusic.id – Di pertengahan tahun 2024, Judika kembali merilis single terbaru berjudul Bukan Karena Tak Cinta. Lagu ini adalah single duet pertama Judika dan Lesti Kejora yang sudah rilis di seluruh platform digital.
Lagu yang diciptakan oleh Enda ‘UNGU’ & Oncy ‘UNGU’ dan diproduksi secara gabungan antara PT Dua Anak Deo dan 3D Entertainment ini sudah sejak lama diciptakan dan sudah sejak lama pula direncanakan untuk dinyanyikan duet oleh Judika dan Lesti. Namun karena kesibukan dan beberapa alasan lainnya, baru di tahun 2024 ini rencana duet bisa terealisasi.
“Ini sebenarnya project yang sudah lama tapi masih terpending-pending terus karena kesibukan dari Kak Judika dan aku sendiri, jadi baru bisa terealisasi sekarang”, Lesti menceritakan bagaimana project duet ini bisa terjadi.
Berceritakan tentang cinta sejati yang ‘mengalah’ lagu ini di-arrangement begitu apik oleh Ivan Dewanto & Reza Eka Putra. Judika menyampaikan bahwa dia berharap di duet ini bisa menjadi sesuatu yang everlasting.
“Jadi aku ingin di duet ini orang bukan hanya ingat lagunya tapi part-part di dalam lagunya ada hook-hook yang bisa diingat terus seperti lagu Endless Love, part duetnya yang simpel tapi romantic. Dan aku berharap di lagu Bukan Karena Tak Cinta ini juga terjadi”, papar Judika saat menceritakan bagaimana lagu ini dibuat.
Bukan hanya duet pertama Judika dengan Lesti, di lagu ini untuk pertama kalinya Lesti merilis lagu Pop. Lesti menjelaskan bahwa kolaborasi ini adalah sebuah pengalaman yang sangat sulit dilupakan.
“Lagunya bagus, sebuah kolaborasi dari genre yang berbeda, lumayan agak sulit apalagi ini duet cewek cowok dengan range suara Kak Judika yang sangat lebar. Ini tantangan yang sangat asik”, Lesti kembali menjelaskan.
Berbeda dengan Music Video Judika dan Lesti sebelumnya, di music video kali ini diproduksi menggunakan Teknik XR (Extended Reality), dibuat oleh Guava Production House dan di shoot di DossGuavaXR studio. XR merupakan suatu teknologi baru bagi dunia perfilman yang menghadirkan practical shooting pada digital background.
Teknologi XR mencakup Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan Mixed Reality (MR). Teknologi yang menggabungkan elemen-elemen dunia nyata dan dunia maya sehingga menciptakan pengalaman yang lebih immersif dan interaktif.
Disampaikan oleh Upie Guava saat pembuatan music video teknologi XR dapat menjadi suatu alternatif bagi industri perfilman dalam mewujudkan gagasan “liar” seorang filmmaker.
Penasaran seperti apa Music Video-nya, bisa ditonton di YouTube channel Judika Entertainment. (FE)
iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.
Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.
“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.
Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.
“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.
Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.
“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.
Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.
Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.
iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.
“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.
Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.
Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).
“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.
Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.
iMusic.id – Band metalcore asal Indonesia, REVIND, resmi merilis single terbaru mereka berjudul “Forever Still” pada 26 Februari 2026 lalu. Lagu ini menjadi karya paling emosional yang pernah mereka rilis, sebuah elegi tentang kehilangan, cinta, dan kenangan yang tetap hidup meski seseorang telah tiada.
“Forever Still”menceritakan tentang seseorang yang harus menghadapi kenyataan pahit ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang paling ia cintai. Melalui lirik seperti “Still I see Your face every time I close my eyes” dan “You’re forever still in my heart”, REVIND menggambarkan bagaimana duka tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya berubah bentuk, hidup dalam ingatan dan perasaan.
Secara musikal, lagu ini memadukan riff berat khas metalcore dengan atmosfer melankolis dan dinamika emosional yang kuat. Breakdown yang intens berpadu dengan bagian melodik yang sendu, menciptakan ruang bagi pendengar untuk merasakan kesedihan, kemarahan, hingga penerimaan dalam satu perjalanan yang utuh dari REVIND.
Vokal yang penuh tekanan emosional memperkuat pesan tentang kehampaan, keterpurukan, dan cinta yang tak pernah padam. Kalimat seperti “Flowers laid out to You, heaven is waiting for You” menjadi simbol perpisahan terakhir yang pahit namun penuh keikhlasan.
Dengan “Forever Still”, REVIND menunjukkan kedewasaan dalam penulisan lagu dan produksi. Lagu ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana seseorang tetap hidup dalam hati orang yang mencintainya. Tema universal ini membuat “Forever Still” relevan bagi siapa pun yang pernah merasakan duka mendalam.
Single ini telah tersedia di seluruh platform digital streaming.