Connect with us

iLive

Festival Film Indonesia 2020 Umumkan Daftar Nominasi Peraih Piala Citra.

Published

on

iMusic – Festival Film Indonesia 2020 mengumumkan daftar nominasi. Total  dua puluh satu kategori yang diapresiasi pada penyelenggaraan ke-40 ini. Malam pengumuman  nominasi diselenggarakan secara virtual disiarkan secara langsung di YouTube Festival Film  Indonesia dan Kemendikbud RI. Malam penganugerahan Piala Citra 2020 akan dilaksanakan tepat  sebulan sesudahnya yaitu 5 Desember.

Mereka yang meramaikan malam pengumuman nominasi adalah presenter acara Ge Pamungkas,  para pembaca nominasi yaitu Winky Wiryawan, Marthino Lio, Niken Anjani, Aimee Saras, Teuku  Rifnu Wikana, Kelly Tandiono, Imelda Therinne, Putri Ayudya, Asmara Abigail, Sha Ine  Febriyanti dan Duta FFI Tissa Biani.

Berikut adalah daftar nominasi Piala Citra 2020:

Kategori FFI 2020:

1. Nominasi Film Cerita Panjang Terbaik

  • HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE SCIENCE OF FICTIONS) – PRODUKSI:  KAWANKAWAN
  • MEDIA, ANGKA FORTUNA SINEMA, LIMAENAM FILMS – PRODUSER: YOSEP ANGGI NOEN, YULIA EVINA BHARA, EDWIN NAZIR, ARYA SWETA
  • HUMBA DREAMS – PRODUKSI: MILES FILMS – PRODUSER: MIRA LESMANA 3. IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN – PRODUKSI: STARVISION PLUS – PRODUSER: CHAND PARWEZ SERVIA, FIAZ SERVIA
  • MUDIK – PRODUKSI: RELATE FILMS, LIFELIKE PICTURES – PRODUSER: PERLITA DESIANI
  • PEREMPUAN TANAH JAHANAM – PRODUKSI: BASE ENTERTAINMENT, IVANHOE PICTURES, CJ ENTERTAINMENT, RAPI FILMS – PRODUSER: SHANTY HARMAYN, TIA HASIBUAN, AUORA LOVENSON, BEN SOEBIAKTO
  • SUSI SUSANTI: LOVE ALL – PRODUKSI: TIME INTERNATIONAL FILMS, DAMN! I  LOVE INDONESIA MOVIES, OREIMA FILMS, EAST WEST SYNERGY, MELON INDONESIA, BUDDY BUDDY PICTURES – PRODUSER: DANIEL MANANTA, REZA  HIDAYAT, GUILLAUME CATALA

2. Nominasi Sutradara Terbaik

  • FAOZAN RIZAL – ABRACADABRA
  • JOKO ANWAR – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • RIRI RIZA – HUMBA DREAMS
  • SIM F – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • YOSEP ANGGI NOEN – HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE SCIENCE OF FICTIONS)

3. Nominasi Penulis Skenario Cerita Asli Terbaik 

  • ADRIYANTO DEWO – MUDIK
  • JOKO ANWAR – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • RIRI RIZA – HUMBA DREAMS
  • SYARIKA BRALINI, RADITYA, DAUD SUMOLANG, SINAR AYU MASSIE, RAYMOND  LEE – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • YOSEP ANGGI NOEN – HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE SCIENCE OF FICTIONS) 6. YUSUF RADJAMUDA – MOUNTAIN SONG

4. Nominasi Penulis Skenario Cerita Adaptasi Terbaik 

  • ERNEST PRAKASA, MEIRA ANASTASIA – IMPERFECT: KARIER, CINTA &  TIMBANGAN – SKENARIO ADAPTASI DARI BUKU DENGAN JUDUL SAMA KARYA MEIRA ANASTASIA TERBIT TAHUN 2018
  • JOKO ANWAR – RATU ILMU HITAM – SKENARIO ADAPTASI DARI FILM LAYAR  LEBAR DENGAN JUDUL SAMA PRODUKSI RAPI FILMS RILIS TAHUN 1981

5. Nominasi Pengarah Sinematografi Terbaik

  • BAYU PRIHANTORO – HUMBA DREAMS
  • GANDANG WARAH – ABRACADABRA
  • ICAL TANJUNG, I.C.S – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • UJEL BAUSAD – MOUNTAIN SONG
  • VERA LESTAFA – MUDIK
  • YUNUS PASOLANG, I.C.S – SUSI SUSANTI: LOVE ALL

6. Nominasi Pengarah Artistik Terbaik

  • DEKI YUDHANTO – HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE SCIENCE OF FICTIONS)
  • FRANS XR PAAT – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • FRANS XR PAAT – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • VIDA SYLVIA PASARIBU – ABRACADABRA

7. Nominasi Penata Efek Visual Terbaik

  • ABBY ELDIPIE – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • GAGA NUGRAHA – RATU ILMU HITAM
  • KELIEK WICAKSONO – ABRACADABRA
  • KOTAK IDE – MANGKUJIWO
  • SATRIYA MAHARDHIKA, WAHYU PONCO, ARDIAN KRISNA WIJAYA, STEPHEN  KINGSYAH – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • SATRIYO P UTOMO (RABBIT STUDIO), LUCAS ADHITYO (FIRE POST PRO),  KHOLISH ABDULHAQ (BLESSINK STUDIO) – SEBELUM IBLIS MENJEMPUT AYAT 2 7. x. JO – HABIBIE & AINUN 3

8. Nominasi Penyunting Gambar Terbaik

  • AHYAT ANDRIANTO – MEKAH I’M COMING
  • AKHMAD FESDI ANGGORO, YOSEP ANGGI NOEN – HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE SCIENCE OF FICTIONS)
  • ARIFIN CUUNK – MUDIK
  • ARIFIN CUUNK – RATU ILMU HITAM
  • DINDA AMANDA – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • RYAN PURWOKO – IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN

9. Nominasi Penata Suara Terbaik

  • ARIEF BUDI SANTOSO, HIRO ISHIZAKA – SEBELUM IBLIS MENJEMPUT AYAT 2
  • HADRIANUS EKO SUNU, FIRMAN SATYANEGARA, L.H. AIM ADI NEGARA, BAGAS OKTARIYAN ANANTA, YASUHIRO MORINAGA – HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE  SCIENCE OF FICTIONS)
  • KRISNA PURNA RATMARA, DICKY PERMANA – ABRACADABRA
  • MOHAMAD IKHSAN, TRISNO, SYAMSURRIJAL – MANGKUJIWO.
  • MOHAMAD IKHSAN, SYAMSURRIJAL, ANHAR MOHA – PEREMPUAN TANAH  JAHANAM
  • MOHAMAD IKHSAN, TRISNO – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • SYAMSURRIJAL, ANHAR MOHA – IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN

10. Nominasi Penata Musik Terbaik

  • AGHI NAROTTAMA, BEMBY GUSTI – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • AGHI NAROTTAMA, BEMBY GUSTI, TONY MERLE, MIAN TIARA – PEREMPUAN  TANAH JAHANAM
  • AKSAN SJUMAN – HUMBA DREAMS
  • IFA FACHIR, DIMAS WIBISANA – IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN
  • LIE INDRA PERKASA – MUDIK
  • OFEL OBAJA – NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI

11. Nominasi Pencipta Lagu Tema Terbaik

  • JUDUL LAGU “DARI KATA TURUN KE HATI” – MUSIK: ANDI RIANTO, LIRIK: TITIEN WATTIMENA – FILM : TOKO BARANG MANTAN
  • JUDUL LAGU “FINE TODAY” – MUSIK/ LIRIK: ARDHITO PRAMONO – FILM : NANTI  KITA CERITA TENTANG HARI INI
  • JUDUL LAGU “PUJAAN HATI” – MUSIK: THE SPOUSE, LIRIK: TIA HASIBUAN – FILM: PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • JUDUL LAGU “TAK HARUS SEMPURNA” – MUSIK: IFA FACHIR, LIRIK: REZA  RAHADIAN, IFA FACHIR – FILM : IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN

12. Nominasi Penata Busana Terbaik

  • ALDIE HARRA – SI MANIS JEMBATAN ANCOL
  • ANDHIKA DHARMAPERMANA – IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN
  • HAGAI PAKAN – ABRACADABRA
  • IRMINA KRISTINA – HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE SCIENCE OF FICTIONS)
  • ISABELLE PATRICE – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • JEANNE ELIZABETH FAM – GURU-GURU GOKIL
  • NUNI TRIANI – SUSI SUSANTI: LOVE ALL

13. Nominasi Penata Rias Terbaik

  • AKTRIS HANDRADJASA, TEGUH WIDODO – HABIBIE & AINUN 3
  • ANISMCAW – HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE SCIENCE OF FICTIONS)
  • EBA SHEBA – ABRACADABRA
  • EBA SHEBA – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • DARWYN TSE – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • TALIA SUBANDRIO – IMPERFECT: KARIER, CINTA &TIMBANGAN 7. UCOK ALBASIRUN – RATU ILMU HITAM

14. Nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik

  • ALQUSYAIRI RADJAMUDA – MOUNTAIN SONG
  • ARIO BAYU – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • DION WIYOKO – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • GUNAWAN MARYANTO – HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE SCIENCE OF FICTIONS) 5. IBNU JAMIL – MUDIK
  • REZA RAHADIAN – ABRACADABRA
  • REZA RAHADIAN – IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN

15. Nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik

  • FARADINA MUFTI – GURU-GURU GOKIL
  • JESSICA MILA – IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN
  • LAURA BASUKI – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • PUTRI AYUDYA – MUDIK
  • TARA BASRO – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • ULLY TRIANI – HUMBA DREAMS

16. Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik

  • ADE FIRMAN HAKIM – RATU ILMU HITAM
  • BUTET KARTAREDJASA – ABRACADABRA
  • ISZUR MUCHTAR – SUSI SUSANTI: LOVE ALL
  • KIKI NARENDRA – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • TOTOS RASITI – MEKAH I’M COMING
  • YOGA PRATAMA – MUDIK
  • YUDI AHMAD TAJUDIN – HIRUK-PIKUK SI AL-KISAH (THE SCIENCE OF FICTIONS)

 17. Nominasi Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik

  • ASMARA ABIGAIL – MUDIK
  • ASRI WELAS – GURU-GURU GOKIL
  • CHRISTINE HAKIM – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • DEWI IRAWAN – IMPERFECT: KARIER, CINTA & TIMBANGAN
  • MARISSA ANITA – PEREMPUAN TANAH JAHANAM
  • RATNA RIANTIARNO – LOVE FOR SALE 2
  • RIA IRAWAN – MEKAH I’M COMING

18. Nominasi Film Cerita Pendek Terbaik

  • FITRAH – SUTRADARA: YULINDA DWI ANDRIYANI
  • HAI GUYS BALIK LAGI SAMA GUE, TUHAN! – SUTRADARA: WINNER WIJAYA
  • JEMARI YANG MENARI DI ATAS LUKA-LUKA – SUTRADARA: PUTI SARAH  AMELIA
  • KEMANTEN – SUTRADARA: IMAM SYAFI’I
  • LANTUN RAKYAT – SUTRADARA: DWI CAHYA

19. Nominasi Film Dokumenter Pendek Terbaik

  • CERITA TENTANG SINEMA DI SUDUT YANG LAIN – SUTRADARA: HARIWI
  • CIPTO RUPO – SUTRADARA: CATUR PANGGIH RAHARJO
  • DULHAJI DOLENA – SUTRADARA: ANITA REZA ZEIN
  • GOLEK GARWO – SUTRADARA: WAHYU UTAMI
  • IBU BUMI – SUTRADARA: CHAIRUN NISSA

20. Nominasi Film Dokumenter Panjang Terbaik

  • BETWEEN THE DEVIL AND THE DEEP BLUE SEA – SUTRADARA: D.S. NUGRAHENI
  • 2. YOU AND I – SUTRADARA: FANNY CHOTIMAH

21. Nominasi Film Animasi Pendek Terbaik

  • HANDCRAFTED – SUTRADARA: ANGELIA
  • KASAT MATA – SUTRADARA: SARI POLOLESSY
  • NUSSA BUNDAKU – SUTRADARA: CHRISNAWAN “CICIS” MARTANTIO
  • PROGNOSIS – SUTRADARA: RYAN ADRIANDHY

Asosiasi Profesi yang telah melakukan seleksi terhadap film-film Indonesia yang dianggap layak  untuk masuk dalam Nominasi Piala Citra 2020 terdiri dari beberapa Asosiasi Perfilman di  Indonesia yaitu: Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), Persatuan Perusahaan Film  Indonesia (PPFI), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), Karyawan Film Dan Televisi  Indonesia (KFT), Indonesian Film Directors Club (IFDC), Indonesian Cinematographer Society  (ICS), Indonesian Motion Picture Audio Association (IMPACT), Penulis Indonesia Untuk Layar  Lebar (PILAR), Rumah Aktor Indonesia (RAI), Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI),  Persatuan Artis Film Indonesia 1956 (PARFI1956), Perkumpulan Artis Film Indonesia  (PAFINDO), Asosiasi Casting Indonesia (ACI).

Setelah proses seleksi dari Asosiasi Profesi selesai dilakukan, film yang terpilih menjadi nominasi  kemudian akan masuk dalam tahapan voting untuk ditentukan sebagai pemenang. Pelaku proses  voting ini merupakan anggota FFI yang sudah mengonfirmasikan dirinya untuk mengikuti voting  pada tahun ini.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1955, Festival Film Indonesia (FFI) digagas sebagai  barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia. Melalui berbagai penghargaan yang  diberikan, publik dan kalangan perfilman sendiri bisa membaca pencapaian terbaik yang  dihasilkan pekerja film tanah air selama setahun terakhir.

Untuk daftar lengkap nominasi bisa didapatkan di situs resmi Festival Film Indonesia yaitu  festivalfilm.id (FE)

iLive

Reality Club Presents… Indonesia Tour di 5 kota dengan 5 tema berbeda

Published

on

iMusic.id – Hampir genap setahun setelah Reality Club sukses menggelar konser Reality Club Presents… The Show di Jakarta, kuartet indie rock tersebut akan membawa pengalaman spesial itu ke lima kota lagi di Indonesia.

Pada Reality Club Presents… Indonesia Tour yang diselenggarakan Katarsis Live sebagai promotor dan disponsori Kapal Api, Fathia Izzati (vokal, kibor), Faiz Novascotia Saripudin (vokal, gitar), Nugi Wicaksono (bas, vokal latar) dan Era Patigo (drum) akan hadir di Semarang pada tanggal 6 Oktober 2024, Bandung pada 12 Oktober, Yogyakarta pada 19 Oktober, Surabaya pada 2 November, dan menutup tur di Makassar pada 11 November.

Penjualan tiket dengan harga presale yang dibuka pada 16 Juli langsung habis dalam semalam, sedangkan tiket harga normal termasuk kategori tiket VIP yang menawarkan kesempatan meet and greet, limited edition merchandise eksklusif serta berbagai insentif menarik lainnya mulai dijual pada 18 Juli pukul 20:00 WIB melalui loket.com.

Seperti halnya Reality Club Presents… The Show di Jakarta, Reality Club Presents… Indonesia Tour akan menyoroti materi dari Reality Club Presents…, album ketiga Reality Club yang dirilis perusahaan rekaman Dominion Records pada 26 Mei 2023 lalu dan telah mengantar mereka meraih dua piala di AMI Awards 2023 untuk kategori Album Alternatif Terbaik dan Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik.

“Ini tur untuk album Reality Club Presents…. yang sebenarnya sudah dimulai di Jakarta, lalu ada tur di Asia dan Amerika Utara,” kata Fathia.

“Kami merasa ada kewajiban membawa pertunjukan ini ke kota-kota lain di Indonesia, karena memang banyak banget Goddess Rockstar (sebutan untuk penggemar berat Reality Club) yang menunggu. Kami masih ingin bikin orang-orang merasakan keseruannya.” Atau seperti kata Nugi, “Kalian minta, kami bikin!”

Untuk Reality Club Presents… Indonesia Tour, Reality Club kembali bekerja sama dengan promotor Katarsis Live yang sudah sukses mengadakan Reality Club Presents… The Show di Jakarta serta tur untuk artis-artis Indonesia lainnya seperti Isyana Sarasvati dan Perunggu.

Menurut Fathia, “Kami sudah enak kerja bareng Katarsis Live. Mereka sudah tahu apa yang kami mau, dan kami berharap tur ini juga akan sukses seperti di Jakarta.”

Sesuai dengan album Reality Club Presents… yang membahas berbagai sisi cinta diiringi warna musik yang variatif, maka tiap kota di Reality Club Presents… Indonesia Tour akan mendapat tema sendiri. Menurut Nugi, “Setiap kota ada tema berdasarkan salah satu lagu kami, dan konsep penampilan pun sesuai tema tersebut.” Ada pun tema dari masing-masing kota adalah “Am I Bothering You?” (Semarang), “You Let Her Go Again” (Bandung), “Dancing in the Breeze Alone” (Yogyakarta), “Anything You Want” (Surabaya) dan “Love Epiphany” (Makassar). Tiap pertunjukan ini disertai dress code untuk penonton yang akan membuat pengalamannya semakin seru dan unik.

“Jadi yang bikin beda justru penonton dan suasana di setiap kota,” kata Fathia.

Setiap lokasi Reality Club Presents… Indonesia Tour ini juga akan disulap menjadi gedung pertunjukan teater sehingga penonton akan merasa seperti menjadi bagian dari pertunjukan sejak melewati pintu masuk.

“Tema dan pengalaman yang didapat enggak cuma pas menonton, karena gedungnya sudah disiapkan menjadi klub teater dari segi dekorasi dan suasananya,” kata Era. “Jadi begitu orang datang ke lokasi sudah langsung terasa masuk ke dalam pertunjukannya.”

Sementara itu, suguhan utama dalam rangkaian Reality Club Presents… Indonesia Tour akan mencakupi karya-karya di awal terbentuknya Reality Club di tahun 2016 hingga materi terkini mereka. Dalam menghidupkan lagu-lagu yang diambil dari ketiga album mereka, keempat personel Reality Club akan berkolaborasi di atas panggung dengan musisi tambahan, orkestra, koor dan penari, disertai dukungan tata suara, tata cahaya dan visual yang sudah disiapkan secara khusus.

“Akan ada dua babak: babak pertama yang sepenuhnya berupa album Reality Club Presents…, dan di babak kedua kami akan membawakan lagu-lagu dari album Never Get Better dan What Do You Really Know?” kata Faiz. “Setnya akan lama. Kalau di acara lain kami membawakan 10-11 lagu, di tur ini kami akan membawakan 20-an lagu.”

Sebagai band dengan jadwal panggung yang padat, memang ada cukup banyak kesempatan untuk menonton aksi panggung Reality Club di acara-acara lain yang mengundang mereka untuk tampil. Namun pengalaman yang akan didapat di Reality Club Presents… Indonesia Tour sudah pasti akan lebih memuaskan terutama bagi Goddess Rockstar.

“Karena ini acara kami, maka kami memegang kendali penuh atas pencahayaan, visual dan musisi tambahan. Jadi kami ingin membawa penonton ke dunia Reality Club yang berbeda dengan di festival atau acara-acara lain,” kata Fathia.

Era menambahkan, “Kalau kamu pernah menonton Reality Club di acara lain dan kami sudah maksimal, di tur ini kami akan lebih maksimal lagi.”

Mengingat 1.500 tiket untuk Reality Club Presents… The Show di Jakarta habis terjual dan tiket harga presale untuk Reality Club Presents… Indonesia Tour pun ludes dalam semalam, ada baiknya para Goddess Rockstar jangan sampai melewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman yang maksimal bersama Reality Club di Semarang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya maupun Makassar.

Maka amankan tiketnya di loket.com, pantau akun Instagram @realityclub, @katarsis.idn dan @_goddessrockstar kalau mencari informasi terkini dan bahkan teman menonton, dan sampai jumpa di Reality Club Presents… Indonesia Tour.

Faiz pun punya pesan untuk para penonton yang akan hadir: “Kami sangat bersemangat dan sedang memasak konsep pertunjukan yang terbaik untuk kalian. Enggak sabar untuk ketemu nanti.”

Continue Reading

iLive

Tur Lelaku 2024 Babak 2 selesai digelar, San.gita sampaikan terima kasih ke berbagai pihak

Published

on

By

iMusik.idTur Lelaku 2024 Babak 2 yang berlangsung dari tanggal 4-12 Juli telah usai dijalani San.gita (dibaca: sanggita). Kelompok musik asal kota Salatiga yang beranggotakan Bonita (vokal utama), Adoi (gitar, vokal), Sunu (gitar bass, vokal), Icha (drums, vokal) singgah tampil di enam titik di bagian barat Jawa dalam tur mandiri mereka ini. Keenam venue tersebut adalah: Coffeewar – Kobra Musik, Demajors (Jakarta, 5, 6 Juli); Hagu Space (Bogor, 7 Juli); Ruang Putih (Bandung, 9 Juli); Jatiwangi Art Factory (Majalengka, 10 Juli), dan Sinau Art Tabalong (Cirebon, 11 Juli).

Pada setiap singgah tampilnya San.gita menampilkan karyanya dari album pertama mereka “Martyapada” secara langsung/ live. Di beberapa venue San.gita juga berkesempatan berbagi panggung dengan musisi penampil lain: Temarram, Hello Bandito, Mentari Novel (di Coffeewar), Featuz (di Hagu Space), dan Pinil (di Jatiwangi Art Factory). Di titik-titik tersebut San.gita menyajikan musiknya dengan penuh energi-semangat dan mendapat sambutan baik dari para hadirin dalam suasana yang hangat.

”Selama kurang lebih 1 jam 45 menit, San.gita membawakan lagu “Wo”, “Harafiah”, “Ayo” dan “Siklus Fana” dengan semangat yang terus meningkat. Intim, penuh canda tawa, haru dan juga bahagia menjadi empat elemen yang terasa, meskipun tak banyak yang hadir di acara, namun energi yang dipancarkan oleh San Gita sangat maksimal.”, liput media daring dcdc_id saat penampilan San.gita di Ruang Putih Bandung.

San.gita membuktikan bahwa kemandirian adalah wujud dari kesadaran akan kesalingbergantungan. Babak kedua tur Lelaku berlangsung lancar-luwes dengan itikad baik, kerjasama, serta dukungan yang saling diberikan antara tuan rumah, venue, dan San.gita. Tidak hanya itu, San.gita juga mendapat kebaikan dan dukungan dari saudara, teman, dan pemerhati salah satunya dalam bentuk donasi dana yang diberikan kepada San.gita sejak menjelang hingga beberapa hari usai tur ini berjalan.

Menjalani tur secara mandiri untuk memperkenalkan karya kepada khalayak yang lebih luas bukanlah suatu hal yang begitu mudah saja dijalani. Di dalamnya ada ‘mukjizat’ yang perlu diperjuangkan, keterbatasan dan tantangan yang harus diatasi dengan olah daya yang beragam cara serta pendekatannya.

”Latihan dan pembiasaan berdisiplin kreatif selama ini sangat membantu San.gita dalam menjalani tur Lelaku. Disiplin kreatif dan penghayatan proses membantu kami untuk lentur, lenting, sukacita dan optimal dalam setiap momen mengekspresikan karya. Sebaliknya juga demikian, tur ini membuka lebih luas lagi cakrawala olah daya kami berdisiplin kreatif. Banyak hal yang akan disusun untuk bisa kami bagi kepada teman-teman dari pengalaman menjalani tur Lelaku ini.”, ungkap Adoi tentang kesan kuatnya dari tur yang baru San.gita jalani ini.

Terimakasih kepada saudara dan sahabat yang memberi daya dukungan kepada San.gita hingga saat ini, suporter tur Lelaku, para donatur budiman, tuan rumah singgah tampil di tur Lelaku ini, pihak venue dan vendor serta sahabat yang mengatur pelaksanaan acara di setiap titik, teman-teman musisi yang telah berbagi ‘panggung’ selama tur ini, rekan-rekan media yang sedia membagi informasi dari San.gita, dan handai taulan baik yang hadir secara langsung maupun hadir secara batin di setiap venue.

Continue Reading

iLive

Dari Nadin Amizah sampai Isyana Sarasvati akan meriahkan Forestra 2024

Published

on

iMusic.idForestra 2024 dengan bangga mengumumkan Jason Ranti, Isyana Sarasvati, dan Diskoria sebagai lineup fase kedua yang akan memeriahkan pertunjukan musik orkestra di tengah hutan Orchid Forest Cikole pada tanggal 31 Agustus 2024.

ABM by Barry Akbar, selaku penyelenggara, sebelumnya telah mengumumkan Line-up fase pertama, yaitu The Adams, Efek Rumah Kaca, dan Erwin Gutawa Orchestra yang akan berkolaborasi dengan Nadin Amizah, Majelis Lidah Berduri, dan Scaller.

Kembali hadir dengan melibatkan musisi dari berbagai genre yang akan berkolaborasi langsung dengan 40 pemain orkestra yang dipimpin oleh sang Maestro, Erwin Gutawa, Forestra 2024 terus menjaga komitmennya sebagai pertunjukan musik yang mengutamakan simfoni dan harmonisasi dalam keberagaman.

Mengangkat pesan “Simfoni Gema Rasa”, Forestra 2024 mencoba mengajak penikmat musik untuk memaknai keindahan semesta melalui harmonisasi musik orkestra di tengah hutan Orchid Forest Cikole yang akan menjadi titik temu aneka ragam suara, nyanyian, alunan, dalam satu resonansi keindahan.

Isyana Sarasvati, menyoroti kehadirannya kembali dalam Forestra 2024 menyatakan bahwa, “Kolaborasiku bareng Erwin Gutawa Orchestra di Forestra 2019 adalah pengalaman tak terlupakan. Tahun ini makin bersemangat untuk bisa menampilkan hal yang beda! Ga sabar sih untuk bisa berkolaborasi kembali dengan Om Erwin dan 40 pemain orkestra di tengah hutan.”

Forestra bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan perayaan yang merayakan harmoni antara karya manusia dan kebesaran alam, menempatkan musisi dan penontonnya dalam setting yang memukau, dan panggung yang megah.

Tidak hanya sekadar pertunjukan musik, Forestra juga menjadi momentum bagi para pengunjung untuk terhubung kembali dengan alam.

Dalam Forestra 2024, tidak hanya menampilkan pertunjukan alunan musik yang beragam dan harmonis, namun juga disuguhkan di atas panggung yang megah. Panggung Forestra pada setiap gelarannya terus menerus mengalami eksplorasi bentuk dan berganti rupa.

Dengan tidak melupakan kesadaran alam serta pertumbuhan hutan Orchid Forest, kemegahan tata panggung Forestra mencoba sebaik mungkin untuk tetap berkawan dengan alam dalam pembangunannya, bahkan tidak memotong satupun pohon di area panggung, dan membangun konstruksi beriringan dengan pepohonan.

Jay Subyakto, sebagai Creative Director Forestra 2024, menjelaskan, “Panggung sebagai ruang ekspresi dalam setiap pagelaran Forestra adalah tatanan transformatif yang terus menerus mengalami eksplorasi bentuk dan berganti rupa. Panggung Fotestra dibangun dengan kesadaran untuk dapat bertumbuh selaras dengan hutan untuk membuat kesan pohon di sekelilingnya menjadi tak kasat mata, tidak menghalangi pandangan penonton menikmati bentang alam dan juga panggung secara bersamaan.”

Seluruh pertunjukan memukau dalam panggung megah Forestra 2024 dapat disaksikan oleh para pengunjung yang hadir.

Antusiasme masyarakat yang begitu besar tercermin dari penjualan tiket Forestra 2024, termasuk tiket Harmoni (Early Bird) telah habis terjual kurang dari 10 menit dan Tiket Simfoni 1 hingga Simfoni 2 (Presale), yang juga telah terjual habis.

Untuk memenuhi permintaan yang luar biasa tersebut, Forestra telah memulai penjualan tiket Simfoni 3 (Presale) pada tanggal 1 Juli 2024, dengan harga Rp 575.000. Tiket akan tersedia untuk dibeli secara eksklusif di situs resmi, Forestra.id.

Bergabunglah untuk merayakan keindahan alam dan alunan harmoni musik di Forestra 2024.

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi Forestra.id, serta ikuti media sosial Instagram @forestra.id dan TikTok di @forestra.id

Continue Reading