Connect with us

iMovies

Gerakan Produser Crowdsourcing Di sosialisasikan

Published

on

iMusic – Selebritas Ruben Onsu mengajak masyarakat untuk mendukung film Nasional dengan cara mengikuti Produser 10,000, gerakan crowdsourcing yang mengajak publik ikut memproduseri film hanya dengan membayar 10,000 rupiah. Gerakan Produser 10,000 rupiah menggunakan sistem referraI-marketing, untuk menggerakkan masyarakat menonton film nasional.

Film nasional pertama yang akan berkolaborasi dengan gerakan Produser 10,000 adalah film Bus Om Bebek yang diproduseri sekaligus diperankan oleh Ruben Onsu.

”Yang dimaksud dengan rgterral-marketing di Gerakan produser 10,000 ini adalah kita mengajak masyarakat untuk mengajak temannya, tetangga, saudara, pacar, orang tua, siapapun itu untuk nonton film nasional. Kalau mereka berhasil, akan dapat komisi 10,000 rupiah per orang yang berhasil mereka ajak nonton ke bioskop, ujar Ruben Onsu pada acara konferensi pers Produser 10,000 di Jakarta (28/10).

Gerakan Produser 10,000 ini di inisiasi oleh sutradara film Aditya Gumay, berkolaborasi dengan startup Ketix, dan penulis buku Dewa Eka Prayoga. Kedepannya, akan ada tujuh film nasional yang akan berkolaborasi dengan gerakan Produser 10,000.

Selain dapat keuntungan finansial, masyarakat yang ikut sebagai anggota gerakan produser 10,000 bisa ikut memproduseri film dengan cara mengajukan naskah film atau memilih jalan cerita film yang sudah disiapkan oleh sutradara dan penulis naskah. ”Sekarang sudah saatnya masyarakat bisa punya kontribusi Iebih ke perfilman nasional, setelah sekian lama cuma diposisikan sebagai konsumen. Lewat gerakan Produser 10,000 masyarakat bisa menentukan alur cerita film yang sudah kami siapkan”, kata Aditya Gumay, sutradara fi|m kreator Lenong Bocah, yang menjadi inisiator gerakan ini.

Untuk ikut dalam gerakan Produser 10,000, masyarakat cukup mendaftar Iewat aplikasi Ketix dan membayar biaya keanggotaan sebesar 10,000 rupiah saja. Selain keuntungan finansial anggota Produser 10,000 juga akan mendapat pelatihan online seni peran dan entertainment bersama Aditya Gumay.

Masyarakat yang sudah terdaftar jadi anggota Produser 10,000 akan bisa me-redeem tiket orang lain yang mereka berhasil ajak menonton, mengajukan naskah cerita dan memberikan masukan jalan cerita dari dalam aplikasi Ketix.

Aditya Gumay, Ruben Onsu dan kawan-kawan menargetkan gerakan Produser 10,000 ini bisa meraih 250,000 anggota dalam waktu satu tahun kedepan.

Tentang Gerakan Produser 10,000

Gerakan crowd-sourcing dan referral marketing ini di inisiasi oleh sutradara film Aditya Gumay,  yang juga pendiri sanggar seni peran Ananda Kawula Muda.  Aditya Gumay dikenal sukses membuat program TV anak seperti Lenong Bocah. Sanggar Ananda Kawula Muda

juga telah sukses mengorbitkan sejumlah selebritas seperti Okky Lukman, Ruben Onsu, Olga Syahputra, Dude Herlino, Jessica Milla dan Zeezee Shahab. (FE)



iMovies

BASE ENTERTAINMENT, Rilis Teaser Trailer dan Poster “Malam Pencabut Nyawa”.

Published

on

iMusic.id – Setelah memperlihatkan first look pada bulan Desember 2023 lalu, hari ini BASE ENTERTAINMENT merilis teaser trailer dan teaser poster film terbarunya, Malam Pencabut Nyawa, melalui akun-akun resmi media sosialnya.

Teaser trailer berdurasi hampir satu menit ini adalah pengembangan dari first look yang diluncurkan sebelumnya. Di dalamnya diperlihatkan tokoh utama film Malam Pencabut Nyawa, Respati (Devano Danendra), yang terbangun dan menemukan dirinya berada di alam lain.

Dari penjelasan salah seorang teman sekolahnya, Wulan (Keisya Levronka), Respati punya kemampuan untuk masuk ke alam mimpi dengan kesadaran penuh. Selanjutnya, kita dibawa ke dalam dunia mimpi yang gelap dan misterius di mana sesuatu seperti mengejar Respati. Teaser trailer kemudian ditutup dengan montase cuplikan adegan-adegan menegangkan yang memperlihatkan nyawa Respati yang semakin terancam.

Setelah sukses melahirkan film horor pencetak box office dan peraih Piala Citra sebagai Film Terbaik FFI 2020, Perempuan Tanah Jahanam, kali ini BASE ENTERTAINMENT memproduksi film horor keduanya, Malam Pencabut Nyawa, yang kali ini menggandeng sutradara Sidharta Tata yang sebelumnya sukses menyutradarai Waktu Maghrib, salah satu film horor pencetak box office pada 2023 lalu. Film ini adalah proyek ketiga kolaborasi BASE ENTERTAINMENT dengan Sidharta Tata, setelah serial Tunnel (2019) dan film pendek The Protocol, bagian dari proyek omnibus berjudul Quarantine Tales (2020).

“Sebagai sutradara muda, Tata selalu berhasil meraih pencapaian-pencapaian baru dalam karyanya. Eksplorasinya, baik dalam penceritaan maupun teknis penyutradaraan, selalu menarik untuk diikuti,” ujar produser BASE Entertainment, Shanty Harmayn. “Senang sekali bisa bekerja lagi bersama Tata, didukung oleh tim kru film yang andal, bekerja sama memberikan film horor yang lebih dari sekadar menakutkan, tapi juga lengkap dengan penceritaan yang kuat dan menegangkan.”

Film Malam Pencabut Nyawa terinspirasi dari novel karya Ragil J.P. berjudul Respati dan skenarionya ditulis oleh Ambaridzki Ramadhantyo bersama Sidharta Tata. Film yang ditargetkan tayang di bioskop menjelang pertengahan 2024 ini dibintangi oleh sederet aktor muda berbakat, di antaranya Devano Danendra, Keisya Levronka, Mikha Hernan, juga komedian Fajar Nugra, serta aktor-aktor ternama seperti Ratu Felisha, Budi Ros, dan Kiki Narendra.

Ikuti terus perkembangan film Malam Pencabut Nyawa melalui akun-akun media sosial resminya.

BASE ENTERTAINMENT adalah studio film bertaraf global berbasis di Indonesia dan Singapura yang didirikan oleh produser film terkemuka Asia Tenggara; Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, Tanya Yuson, dan Ben Soebiakto. BASE Entertainment secara konsisten melahirkan film dan serial modern kelas dunia yang sukses mencatatkan prestasi di kancah nasional dan internasional, seperti, PEREMPUAN TANAH JAHANAM (IMPETIGORE) karya Joko Anwar, yang diputar perdana di Sundance Film Festival dan memenangkan Festival Film Indonesia, GADIS KRETEK (CIGARETTE GIRL) hit pertama Netflix dari Indonesia yang mencapai posisi 10 besar dalam Serial Global, PETUALANGAN SHERINA 2 yang menjadi Top 10 Film Indonesia Terlaris 2023, dan TRESE, pelopor Anime dari Asia Tenggara untuk Netflix. (FE)

Continue Reading

iMovies

The Tiger’s Nest, film petualangan yang mengeksplorasi keindahan Himalaya

Published

on

iMusic.id – The Tiger’s Nest, adalah sebuah film dengan genre petualangan yang didalam alurnya menyertakan unsur – unsur drama dan keindahan pariwisata dalam satu kesatuan.

Film yang proses kreatifnya di lakukan oleh sutradara asal Argentina, Brando Quilici ini mempunyai muatan sosial yang kaya dalam ide ceritanya.

Film The Tiger’s Nest bintangi oleh Sunny Pawar, Claudia Gerini, Amandeep Sing , Yoon C.Joyce dan banyak aktor lainnya. Film ini hendak mengajak para penonton untuk mengikuti suatu alur cerita tentang persahabatan manusia dengan Binatang dengan dilatar belakangi oleh scene – scene yang mengambarkan keindahan Himalaya terutama di pegunungan mount Everestnya.

Sinopsis film The Tiger’s Nest sebagai berikut :

Film ini berkisah tentang seorang anak bernama Balmani, seorang anak yatim piatu yang  menyelamatkan seekor anak harimau yatim piatu yang diburu oleh pemburu liar yang kejam.

Dalam film The Tiger’s Nest ini digambarkan Balmani berniat untuk kembali ke rumahnya di Kathmandu yang terkena gempa dari rumah panti asuhan yang saat itu ia tinggali Bersama anak -anak Yatim Piatu lainnya.

Ketika Balmani ingin kembali kerumahnya, ia bertemu seekor anak harimau yang dikurung untuk dijual yang ibunya dibunuh oleh para pemburu, membuat Balmani akhirnya melepaskan anak harimau tersebut dan meninggalkannya agar bisa kembali ke hutan.

Namun tak disangka Mukti justru mengikuti Balmani yang akan kembali ke rumahnya, akhirnya Mereka Memulai perjalanan berbahaya, Balmani dan anak harimau yang diberi nama Mukti saat bepergian mencari rumah baru Mukti, Sarang Harimau di ketinggian Himalaya.

Dengan berbagai rintangan dan halangan dialami keduanya, dari mulai penolakan dari sebuah suku, kedinginan, melintasi daerah terjal dan berbahaya hingga harus terus menghindari dari kejaran pemburu yang akan menangkap Mukti si harimau kecil.

Ikatan emosional yang kuat terbangun antara Balmani dan Mukti, selama mereka melakukan perjalanan dari padang rumput pinggiran kota di Nepal tengah, melewati kekacauan modern di Kathmandu, dan terus memasuki wilayah pegunungan Himalaya yang spektakuler namun mematikan.

Dalam Petualangan Balmani dan Mukti di The Tiger’s Nest mata penonton disuguhkan dengan pemandangan yang indah dan menakjubkan, The Tiger’s Nest membawa kita pada petualangan liar melintasi hutan, melewati air terjun, dan naik tinggi ke pegunungan Himalaya, memberikan gambaran sekilas tentang Nepal dan Himalaya, dan menyentuh kehidupan sehari-hari yang tidak terlihat.

Dalam film The Tiger’s Nest kita suguhkan unsur budaya mulai dari dari cerita rakyat, melihat berbagai suku, dan yang paling penting pemandangan visual yang menakjubkan mata yang real disajikan.

Sementara itu Hannah (Claudia Gerini ), pengurus panti asuhan, juga mencari Balmani karena khawatir akan keselamatannya Legenda mengatakan bahwa guru Rinpoche (seorang Biksu) pernah melintasi Himalaya dengan menunggangi seekor harimau betina. Mereka berhenti di sebuah gua di ketinggian 10.000 kaki di atas permukaan laut. Biara yang dibangun di atas tebing terjal itu dikenal sebagai Sarang Harimau.

Perlu di ketahui The Tiger’s Nest atau Taktsang Lhakhang adalah situs religi paling suci dan landmark paling ikonik di Bhutan. Kuil ini terletak di sisi terjal sebuah tebing.

Film ini akan mulai tayang di seluruh bioskop kesayangan pada tanggal 31 Januari 2024 dan bisa ditonton semua umur. Jadi Selamat berpetualang bersama Balmani dan Mukti.

Continue Reading

iMovies

Diangkat dari kisah nyata “Indonesia Dari Timur” Film Garapan “Ari Sihasale & Nia Sihasale”.

Published

on

iMusic.idIndonesia Dari Timur adalah sebuah film yang diangkat dari kisah nyata, menyampaikan semangat dan kebersamaan Indonesia lewat sepak bola terinspirasi dari sebuah perjuangan menuju ke masa depan yang penuh harapan.

Film garapan produser Ari Sihasale & Nia Sihasale ini disutradarai oleh Ari Sihasale, diperankan oleh Ibnu Jamil, Ari Sihasale, Donny Alamsyah, Marcellino Lefrandt, Dinda Ghania. memperkenalkan bintang-bintang muda sepak bola dari Papua, Yesaya Kogoya, Richardo Youwe, Yulianus Yual, Karel Fonataba, Michael Twenty

Indonesia Dari Timur menyuguhkan sebuah karya yang bisa dinikmati baik dari para pecinta Film Nasional dan sepak bola tanah air untuk seluruh kalangan dan usia. Dibalut dalam nuansa keindahan alam Indonesia yang ada di provinsi Papua, Papua  Tengah, Papua Pegunungan.

Helmalia Putri (Eksekutif Produser)

Kehangatan sebuah keluarga, kebersamaan dan kesetiaan yang menjadi unggulan FILM INDONESIA TIMUR terbukti dapat melewati persoalan yang begitu hebat dalam cerita ini. Film ini mampu mengobarkan api yang “Manyala” untuk generasi muda Indonesia yang terinspirasi dari semangat Indonesia dari Timur.

Nia Sihasale Zulkarnaen (Produser)

FILM INDONESIA DARI TIMUR adalah bentuk cinta kami kepada Tanah Air Indonesia. Terinspirasi dari olah raga sepak bola sebagai olah raga pemersatu bangsa yang dicintai seluruh rakyat Indonesia, cerita FILM INDONESIA DARI TIMUR  diangkat dari sebuah kisah nyata dari tanah Papua. FILM INDONESIA DARI TIMUR adalah Film mengenai sepak bola yang diperankan oleh bintang bintang muda sepak bola dari Papua.

Ari Sihasale (Produser & Sutradara)

Kepercayaan ini diawali dengan sebuah ide kreatif dalam sebuah cerita diatas kertas, serta dukungan dari banyaknya pihak yang sangat penting ikut mensupport total film ini, FILM INDONESIA DARI TIMUR ini menyuarakan gudang talenta sepak bola di Indonesia yang di wakilkan Papua.

Produksi FILM INDONESIA DARI TIMUR yang diselenggarakan di Wamena, Timika, dan Jayapura disertai stadion yang megah, dengan penokohan yang kuat dengan banyaknya adegan yang begitu mengagumkan dalam keindahan tanah Papua. Film ini dibuat untuk diingat oleh banyak khalayak, khususnya anak anak muda Indonesia dengan segudang talenta.

“FILM INDONESIA DARI TIMUR adalah bentuk karya untuk mengobarkan semangat persatuan, karena kitorang Manyala!”

Ahmad Syahrul Fadhil (Co Produser)

Menjadi bagian dari Tim pembuatan FILM INDONESIA DARI TIMUR adalah suatu kehormatan dan hal yang sangat membanggakan dimana kita memiliki kesempatan untuk mengekspos keindahan Tanah Papua Indonesia dan bekerja sama dengan bintang-bintang muda sepak bola dari Papua untuk Tanah Air tercinta.

Indonesia Dari Timur akan mengingatkan kita untuk terus bersama dalam membangun sebuah keluarga. Film ini juga diharapkan menjadi film pemersatu bangsa lewat sepak bola yang akan terkenang di dalam kepala setiap orang Indonesia.

Film produksi Bhinneka Multi Media bersama dengan Alenia Pictures, INDONESIA DARI TIMUR ini bisa dinikmati segera di Bioskop-bioskop seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke, #PapuaManyala #Manyala #BersamaManyala! (FE)

Continue Reading