iMusic,id – Guruh Perdana, musisi kelahiran asal Semarang, campuran jawa kalimantan, yang kini menetap di Kendari ini kembali meramaikan jagat musik Indonesia dengan meluncurkan single terbaru yang berjudul “Pergilah Saja”, sebuah lagu bergenre Pop Rock yang ia tulis sendiri terinspirasi dari cerita hidup salah satu temannya.
“Lagu ini bercerita tentang perjuangan seseorang untuk membuat pasangannya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Namun si pasangan tetap memilih jalannya sendiri dengan egonya yang sangat luar biasa. Akhirnya dia putuskan untuk pergi karena memang hubungan antara mereka sudah tidak bisa lagi dipertahankan”, jelas Guruh Perdana tentang lagu ini.
Sedikit berbeda dari lagu-lagu sebelumnya, kali ini Guruh Perdana tampil fresh dalam karya terbarunya. Di lagu “Pergilah Saja” ini, Guruh Perdana mencoba membawakan lagu ini dengan musik yang upbeat.
“Saya mencoba keluar dari zona nyaman saya. Karena selama ini lagu-lagu saya slow dan mellow. Sebenarnya saya lebih suka mendengarkan lagu-lagu upbeat, cuma saya tidak berani membawakan lagu dengan tempo yang cepat. Kali ini saya pengen aja mencoba tantangan baru dengan membawakan lagu yang upbeat”, ungkap Guruh Perdana.
Untuk pembuatan lagu ini ternyata cukup menyita waktu yang panjang, karena ini adalah salah satu lagu Guruh yang sudah lama ia tulis. Dibiarkan saja untuk sekian waktu yang lama, sampai akhirnya Guruh memutuskan untuk merevisi lagu ini dan merilisnya.
Di lagu ini Guruh Perdana menampilkan deretan musisi-musisi hebat dan berbakat seperti Reno Revano, Gabriel Harvianto, Aldhan Prasatya, Aryz Bulo, Made Tian dan Rere. Vokal Guruh Perdana yang khas membuat telinga kita serasa dimanjakan oleh alunan musik yang berpadu dengan kualitas dan karakter vokal Guruh yang luar biasa.
“Proses aransemen musik di lagu ini dibuat secara lepas aja tanpa berusaha menonjolkan salah satu instrumen musik. Saya dibantu oleh Mas Reno Revano sebagai Music Director yang memang memiliki musikalitas yang luar biasa, beliau sangat membantu saya mengarahkan musiknya. Tentu ada kendala dalam produksi lagu ini, mungkin karena saya keluar dari zona nyaman jadi saya agak kesulitan. Untungnya saya dibantu oleh Mas Gabriel sebagai Vocal Director, untuk menyempurnakan cara bernyanyi saya di lagu ini”, ujar Guruh.
Guruh Perdana berharap lagu ini bisa punya tempat tersendiri dihati penikmat musik Indonesia dan bisa disukai berbagai kalangan masyarakat. Selalu produktif berkarya adalah salah satu cara Guruh Perdana menikmati hidup.
“Saya percaya lagu itu bisa menyentuh hati orang lain tentang apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan atau apa yang ingin kita sampaikan. Saya suka bercerita lewat lagu tentang apapun itu, rasanya senang aja melihat orang lain bisa menikmati dan menyukai karya saya”, tutup Guruh Perdana.
iMusic.id – Bertepatan dengan momen penuh makna Hari Kartini, penyanyi muda berbakat Alala Zahra resmi merilis single perdananya yang berjudul “Bundaku Tersayang”, sebuah karya musik pop akustik yang hangat, emosional, dan menyentuh hati. Mengusung genre Pop Akustik, lagu ini menghadirkan nuansa yang intim dan autentik.
melalui penggunaan instrumen musik akustik seperti gitar akustik, perkusi, violin, viola, cello, hingga contra bass. Aransemen yang sederhana namun kuat menghadirkan “feel” yang khas dan berkarakter, menjadikan lagu Alala Zahra ini mudah diterima oleh berbagai kalangan terutama mereka yang memiliki kedekatan emosional dengan sosok ibu.
“Bundaku Tersayang” mengisahkan tentang bakti dan cinta seorang anak kepada ibunya, yang ingin terus membahagiakan dan membalas kasih sayang tanpa batas sepanjang
hidupnya. Lagu Alala Zahra ini menjadi refleksi perasaan universal yang bisa dirasakan oleh siapa saja baik sebagai anak maupun sebagai sosok ibu.
Dengan lirik yang tulus dan aransemen yang menyentuh, lagu yang dinyanyikan Alala Zahra ini diharapkan dapat menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan seorang ibu, sekaligus menjadi penyemangat spiritual dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Single ini diproduksi secara serius dengan melibatkan nama-nama berpengalaman di industri
Musik : Executive Producer: Okii Syarif & Icha Anwar (Chakiiyama Production), Music Producer & Songwriter: Edward Faisal, Mixing & Mastering: Reggie Chasmala.
Dirilis di bawah naungan indie label Chakiiyama Production, karya ini menjadi langkah awal yang kuat bagi perjalanan musikal Alala Zahra.
Melalui perilisan single ini, Alala Zahra berharap lagu “Bundaku Tersayang” dapat Menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai dan menghargai orang tua, Menjadi sumber energi positif dan semangat dalam menjalani kehidupan dan Mengingatkan kembali akan pentingnya peran ibu dalam kehidupan setiap individu
“Semoga lagu ini bisa jadi teman untuk semua yang ingin selalu mengingat dan membahagiakan bundanya,” ungkap Alala.
Dengan kombinasi bakat, dedikasi, dan pesan yang kuat, “Bundaku Tersayang” bukan sekadar lagu debut melainkan sebuah karya yang berpotensi menjadi anthem cinta untuk ibu bagi banyak orang. Single ini kini telah tersedia di seluruh Digital Streaming Platform, dan video liriknya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Alala Zahra.
iMusic.id – Terbentuk di Bogor, Indonesia sejak 2008, ‘Criatura’ adalah manifestasi dari ketakutan, pemberontakan, dan siklus hidup kematian yang dituangkan dalam balutan symphonic metal. Menggabungkan atmosfer gelap dengan elemen orkestrasi yang megah, Criatura menghadirkan lanskap sonik yang tidak hanya agresif, tetapi juga sarat makna dan narasi.
Setelah perjalanan panjang dalam keheningan, Criatura kini bersiap membuka babak baru melalui album terbaru mereka “In the Silence of the Dawn” yang akan dirilis oleh Surau Records. Sebuah karya konseptual yang menggali tema kehancuran, kesadaran, dan kelahiran kembali dalam dunia tanpa harapan di mana keheningan bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.
Sebagai langkah awal, Criatura merilis single perdana berjudul “Victory”, yang akan hadir dalam format lyric video animasi melalui YouTube.
“Victory” bukan sekadar lagu tentang kemenangan dari Criatura. Ini adalah deklarasi takdir, sebuah narasi tentang runtuhnya dunia lama dan bangkitnya entitas baru dari kehampaan. Dengan lirik yang sarat simbolisme, lagu ini mengangkat tema nubuat, kehancuran, dan transformasi: “Victory — determined destiny, Glory burns eternally…”
Didukung oleh komposisi yang epik, atmosfer gelap, serta aransemen yang sinematik, “Victory” menjadi pintu gerbang menuju dunia “In the Silence of the Dawn”, sebuah fase di mana manusia berhenti berharap dan mulai bangkit sebagai bagian dari sesuatu yang lebih gelap dan abadi.
Visual lyric video yang menyertainya akan memperkuat pengalaman ini melalui pendekatan sinematik, menghadirkan elemen dan simbol-simbol ritual yang selaras dengan identitas Criatura.
Dengan perilisan ini, Criatura tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga membangun sebuah dunia di mana setiap rilisan adalah bagian dari narasi yang lebih besar.
“Born in silence. Crowned in victory.”
Single “Victory” telah tersedia di kanal resmi Criatura dan Surau Records.
iMusic.id – Penyanyi yang dikenal dengan karakter suara unik dan deretan hits multi-platinum, Astrid, resmi merilis album penuh terbarunya yang bertajuk “Aku Dan Cahaya”. Karya ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan karier Astrid, terutama setelah memutuskan bergerak di jalur independen selama lima tahun terakhir.
Dikenal luas melalui lagu-lagu ikonik seperti “Jadikan Aku Yang Kedua,Tentang Rasa” dan “Mendua“, Astrid membuktikan konsistensinya meski tidak lagi berada di bawah naungan label besar. Total lebih dari 200 juta streams di Spotify dan YouTube menjadi bukti nyata bahwa karya-karyanya seperti “Jadikan Aku Ratu, Melawan Arus Jakarta” hingga “Silakan” tetap memiliki tempat di hati para penikmat musik tanah air.
Album “Aku Dan Cahaya” terdiri dari 10 lagu yang dikurasi secara mendalam. Album ini merupakan penggabungan dari mini album “Masih Di Sini” (rilis akhir 2025 dengan total 5 lagu) ditambah dengan materi-materi baru yang menyempurnakan narasi musiknya. Bagi Astrid, “Aku Dan Cahaya” adalah sebuah proyek personal yang membuka ruang eksplorasi musikal yang lebih segar dan menantang. Proses kreatif ini menjadi semangat baru baginya dalam menyampaikan kisah hidup dan perasaan melalui melodi.
Salah satu kejutan terbesar dalam album ini adalah keterlibatan musisi Adrian Martadinata. Selain bertindak sebagai Music Director yang meramu aransemen album secara keseluruhan, Adrian juga hadir sebagai rekan duet dalam single andalan berjudul “Kuingin Kau Tau“. Menariknya, lagu ini adalah karya orisinal Adrian yang sempat hits di masa lalu. Astrid yang terpikat pada lagu tersebut mengajukan syarat khusus untuk membawakannya kembali: Adrian harus ikut bernyanyi bersamanya.
Dibalut dengan aransemen yang dominan akustik namun dipercantik dengan sentuhan strings yang megah, “Kuingin Kau Tau” bercerita tentang dinamika hubungan jarak jauh (Long Distance Relationship). Kolaborasi suara unik Astrid dan vokal merdu Adrian menciptakan harmoni yang istimewa, romantis, dan penuh rasa.
Album ini dirilis melalui kerjasama Astrid & Hadir Entertainment, distribusi oleh Jagonya Musik & Sport Indonesia, Album ini sudah tersedia di KFC Stores seluruh Indonesia.