Connect with us

iMusic

Jelang rilis EP, Rebecca Reijman luncurkan single “Rekah Kemayu”

Published

on

iMusic.id – Penyanyi, penulis lagu dan model, Rebecca Reijman atau dikenal dengan Rebecca kembali merilis single baru berjudul “Rekah Kemayu”. Lagu ini merupakan rilisan kedua dari mini album (EP) baru Rebecca yang akan dirilis pada bulan Januari 2024 mendatang.

“Rekah Kemayu” yang mempunyai arti  “Rayuan yang Mekar” adalah sebuah lagu tentang seorang wanita muda yang sedang menyanyikan lagu untuk kekasihnya dengan suara yang  gemerlap dan glamor. Dibuka dengan intro gitar distorsi yang berpadu dengan suara gelap Rebecca, lagu ini membawa nuansa Psychedelic mistis. Selain menjadi jembatan rilisan mini album Rebecca mendatang, lagu “Rekah Kemayu” merupakan kelanjutan dari rilisan Rebecca menyusul rilisan sebelumnya “Senandung Saja, Mr.$$ (Mister Dollar Dollar) dan Tanpamu”.

“Lagu ini tentang perempuan muda yang mekar seperti bunga dalam kehidupan. Lagu ini sangat feminim tapi ada nuansa alternative rock tapi ada popnya seperti juga lagu Rebecca sebelumnya “Tanpamu”. Prosesnya lumayan cepat, dua tiga minggu sudah jadi; Awalnya song writing sama teman saya Vicky Urias terus bikin demo dan aku bawa ke produser Sumantri. ”ungkap perempuan yang mempunyai darah Indonesia-Belanda tersebut.

Rencananya, lagu “Rekah Kemayu” ini juga akan digunakan untuk acara Jakarta Fashion Week mendatang “Setelah kita bikin demo, kita langsung rekaman, Jadi prosesnya kita cepetin karena besok mau kita pakai untuk jalan di Jakarta Fashion Week untuk satu brand ternama. Jadi nanti pas jalan ada lagu Becca dipasang.”

Rebecca juga mengungkapkan alasan dia memilih lagu “Rekah Kemayu” yang kental dengan nuansa rock sebagai single terbarunya .”Karena waktu rilis ‘Tanpamu’ itu kan lagunya alternative pop rock, jadi kangen balik ke sound ngeband gitu. Terus kemudian mengalir aja.”

Sementara mengenai EP barunya mendatang, Rebecca memberi sedikit bocoran akan ada kejutan dan menghadirkan beragam genre serta ada satu lagu kolaborasi dengan seorang solois pria, “Ada yang soft, ada yang kencang lumayan alternative rock ada yang ballad juga tapi benang merahnya adalah suara Becca di vokal.” tutup Rebecca.

Lagu terbaru Rebecca Reijman, “Rekah Kemayu” sudah tersedia di berbagai platform musik digital pada 20 Oktober 2023.

Tentang Rebecca 

Rebecca mulai bernyanyi pada usia 6 tahun. Setelah itu ia belajar mengembangkan gaya dan karakter vokalnya sendiri, Rebecca yang selalu sangat tertarik dengan musik, mulai bergabung dengan sekolah musik pada usia 8 hingga 14 tahun. Rebecca dibesarkan di keluarga yang selalu mendengarkan musik dimana Sang Ayah adalah seorang pemain bass di sebuah band beraliran funk.

Rebecca kemudian mulai merekam beberapa penampilan di Belanda saat berusia 12 tahun. Beranjak dewasa, Rebecca kemudian merilis album debutnya di Indonesia berjudul ‘Kata Hati’ pada tahun 2006. Album kedua Rebecca, ‘Rock N’ Soul’ dirilis pada tahun 2010. Rebecca sendiri juga  selalu menciptakan lagu-lagu baru dan merilis banyak single dalam perjalanan karir bermusiknya. Sejak merilis album debutnya ‘Kata Hati’, Rebeca mulai dikenal di blantika musik Indonesia yang  membawanya melakukan beberapa tur keliling Nusantara selama beberapa tahun.

Selain menyanyi, Rebecca menekuni dunia seni peran dan membintangi beberapa film seperti ‘Kartini’, ‘Jinx’ dan ‘Taring’. Karir model Rebecca juga semakin berkembang dimana ia akan bergabung di acara ‘Jakarta Fashion Week’ pada bulan Oktober ini bersamaan dengan perilisan lagu terbarunya “Rekah Kemayu”.

Rebecca juga telah memenangkan beberapa penghargaan bergengsi sepanjang karirnya, diantaranya pernah menerima penghargaan dari Majalah Rolling Stone Indonesia sebagai “Artis Paling Sensasional” di  tahun 2010. Video musik untuk lagu  “Clouds” telah memenangkan beberapa penghargaan dan dinominasikan untuk “Lagu & Video Musik Eksperimental Terbaik pada tahun 2021. Lagu “Clouds” sendiri juga  menerima penghargaan sebagai pemenang untuk James Christopher Jury.

iMusic

LUMINA, Group vokal bergenre K-Pop dan i-Pop yang baru saja rilis single “안녕. Bintang”

Published

on

iMusic.id – Industri musik Indonesia kembali mendapat warna baru dengan hadirnya LUMINA, girl group I-Pop pertama hasil kolaborasi lintas budaya Indonesia–Korea di bawah naungan HOUSE ENM dari Korea Selatan.

Di tengah maraknya fenomena global seperti No Na besutan 88rising yang membawa I-Pop ke panggung internasional, LUMINA muncul sebagai langkah segar dari Indonesia, menghadirkan semangat lokal dengan kualitas produksi global.

Terpilih melalui proyek global K-Pop ON-I, sebuah program intensif empat minggu yang memberi pengalaman nyata proses debut ala K-Pop, mulai dari pelatihan vokal dan dance, rekaman di studio profesional, hingga produksi video musik dan rilis digital, kelima gadis muda ini merasakan langsung bagaimana rasanya menjalani perjalanan debut.

Nama LUMINA, gabungan dari “Luminous” dan “ina”, melambangkan lima cahaya berbeda yang bersatu menciptakan satu langit gemilang, sementara fandom mereka resmi disebut Starlets, komunitas yang akan menjadi keluarga besar pendukung perjalanan mereka.

Dengan nuansa Magical High-teen, perpaduan melodi liris bergaya J-Pop, sentuhan K-Pop modern, dan dreamy Dream Pop, LUMINA menghadirkan pengalaman imersif yang melampaui batas bahasa melalui lirik berbahasa Korea, Indonesia, dan Inggris.

Single debut mereka, “안녕. Bintang” (Hello, Bintang) resmi dirilis secara digital pada tanggal 10 Maret 2026 di berbagai platform musik global. Lgu ini menjadi simbol sapaan pertama LUMINA kepada dunia, sebuah anthem magis tentang keberanian menyapa mimpi dan menyalakan cahaya baru di panggung musik. Video musik “안녕. Bintang” juga telah tayang di kanal resmi Youtube LUMINA, menampilkan koreografi enerjik dan visual yang mencerminkan teenage spirit mereka.

Kelima member LUMINA berusia antara 10 hingga 15 tahun, masing-masing membawa cerita unik. Marsila Akwila yang akrab dipanggil Wila, lahir 6 Januari 2011 asal Bogor, berperan sebagai main dancer juga sosok paling senior, Fara Alfiratasya H. atau Fara, lahir 15 Januari 2011 asal Bekasi, dengan suaranya yang kuat berperan sebagai lead vocal, tampil percaya diri sebagai satu-satunya yang berhijab sekaligus ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan, Kiandra Arundati H. yang akrab dipanggil Kiandra, lahir 26 Oktober 2013 asal Jakarta, berperan sebagai main vocal yang menyampaikan energi mimpi lewat suara penuh emosi dan Kadek Isyana yang akrab dipanggil Isyana, lahir 2 Mei 2015 asal Pontianak, dengan peran ganda sebagai lead vocal dan lead dancer, menghadirkan energi segar yang polos sekaligus menggemaskan. Sementara Jennifer Natasha yang akrab dipanggil Jennifer, lahir 1 Juni 2015 asal Jakarta, berperan sebagai lead dancer dan sub vocal, membawa pesonainnocent namun berani untuk terus belajar dan beradaptasi.

Mereka adalah gadis-gadis yang menemukan cahaya mereka sendiri saat menyapa bintang. Gerakan bintang dan kilau cahaya berpadu menjadi kisah lembut tentang keberanian, mimpi, dan persahabatan. Di setiap warna langit dan langkah kecil mereka, ada satu pesan sederhana: “Say Hello To Your Dream.”

Produser Young Boss dari HOUSE ENM menegaskan visi unik di balik proyek ini: “Talenta muda berbakat harus dibina sejak dini dengan arahan yang tepat, bukan sekadar dibiarkan berjalan sendiri. Musik adalah perjalanan panjang yang membutuhkan fondasi kuat. LUMINA adalah bukti bahwa dengan pembinaan yang serius, mimpi anak-anak muda bisa tumbuh menjadi cahaya yang bersinar di panggung global.”

Dengan latar belakang etnis dan domisili yang beragam, LUMINA bukan sekadar girl group baru, melainkan representasi kekayaan budaya Indonesia yang dipadukan dengan pengalaman industri Korea Selatan. Debut mereka bukan hanya peluncuran musik, melainkan sebuah perayaan lintas generasi dan lintas budaya, yang siap mengukir tren baru di dunia hiburan. Kini, keajaiban LUMINA dimulai: “Say Hello To Your Dream.”

Continue Reading

iMusic

Swara Jakarta 80’s Choir luncurkan lagu Betawi Mash Up

Published

on

iMusic.id – Komunitas paduan suara Swara Jakarta ’80s (SJ’80s) meluncurkan Master Song terbaru berjudul “Betawi Mash Up”, sebuah aransemen kreatif yang memadukan dua lagu tradisional Betawi, Kicir-Kicir dan Sirih Kuning, dalam komposisi yang segar, enerjik, dan modern.

Karya ini diaransemen oleh Music Arranger dan Vocal Director SJ’80s, Pujo Herlambang, dengan format enam pecahan suara, Sopran, Mezzo, Alto, Tenor, Bariton dan Bass yang dinyanyikan secara harmonis oleh seluruh anggota paduan suara Swara Jakarta ’80s.

Swara Jakarta ’80s  merupakan komunitas paduan suara lintas alumni dari 48 alumni SMA di Jakarta yang saat ini beranggotakan 130 orang. Para anggotanya adalah para senior dekade 80-an yang tetap aktif berkarya dan menjadikan musik sebagai ruang kebersamaan sekaligus ekspresi kreatif lintas generasi.

Menurut Pujo Herlambang, pemilihan lagu Betawi dalam karya ini dilatarbelakangi oleh kecintaan terhadap budaya lokal serta keinginan menghadirkan interpretasi baru terhadap lagu tradisional agar tetap relevan bagi generasi masa kini. Proses kreatifnya melalui tahapan penyusunan aransemen, latihan vokal intensif per section, hingga rekaman akhir yang melibatkan seluruh anggota Swara Jakarta ’80s.

Melalui “Betawi Mash Up”, Swara Jakarta ’80s ingin menunjukkan bahwa lagu tradisional dapat dihadirkan kembali dengan pendekatan musikal yang modern tanpa kehilangan identitas budayanya. Saat ini “Betawi Mash Up” telah tersedia di berbagai platform streaming digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas, baik pecinta musik vokal grup maupun paduan suara.

Ke depan, Swara Jakarta ’80s  juga tengah mempersiapkan konser spesialyang direncanakan digelar dalam rangka perayaan HUT DKI Jakartamendatang, sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya Betawi sekaligus perayaan kebersamaan para senior dekade 80-an yang terus berkarya melalui musik.

Peluncuran karya ini menjadi bukti bahwa semangat berkarya tidak mengenal usia, bahwa harmoni dapat terus hidup melalui persahabatan, kecintaan pada budaya, dan semangat untuk terus bernyanyi bersama.

Continue Reading

iMusic

Clownsuffer rilis single cadas berjudul “Drag Me Out”

Published

on

iMusic.id – Clownsuffer resmi memperkenalkan “Drag Me Out” sebagai debut single mereka di ranah modern metalcore. Lagu ini bukan sekadar langkah awal dalam diskografi, melainkan pembuka dari rangkaian album yang telah mereka siapkan secara menyeluruh sejak terbentuk pada 2023.

Clownsuffer terdiri dari Iyas (Vocal), Kittink (Lead Guitar), Agam (Guitar), Toro (Bass), dan Hendra (Drum). Materi yang mereka kembangkan dirancang sebagai satu kesatuan karya yang saling terhubung, sehingga setiap rilisan menjadi bagian dari alur musikal dan emosional yang lebih luas.

Di balik “Drag Me Out” terdapat fase personal yang tidak ringan bagi para personel Clownsuffer. Selama proses penulisan dan produksi, masing-masing menghadapi dinamika hidup yang cukup kompleks. Tekanan tersebut tidak dihindari, melainkan diterjemahkan menjadi energi kreatif. Lagu ini lahir dari pengalaman yang nyata, bukan sekadar gagasan konseptual.

Secara musikal, “Drag Me Out” tampil dengan intensitas konstan Clownsuffer dari awal hingga akhir, menghadirkan struktur padat dan minim jeda yang menciptakan sensasi terdesak. Riff agresif, dinamika yang rapat, serta vokal yang ekspresif membangun atmosfer yang selaras dengan lirik tentang konflik internal, keterjebakan dalam pilihan, dan dorongan untuk merebut kembali kendali.

Lagu ini tidak hadir sebagai permintaan untuk diselamatkan, melainkan sebagai pernyataan untuk keluar dengan kesadaran dan keberanian. Single ini menjadi pintu masuk menuju rilisan berikutnya. Alih-alih melepas album secara penuh, Clownsuffer memilih strategi perilisan bertahap, memperkenalkan setiap lagu sebagai bagian dari narasi yang berkembang secara berkelanjutan.

Aspek visual menjadi elemen penting dalam identitas proyek ini. Artwork untuk “Drag Me Out” digarap oleh @lime_hystrixx, young illustrator yang menghadirkan visual simbolik melalui elemen mata, tangan, ular, dan rantai sebagai representasi tekanan serta pembebasan. Proses kreatif berlangsung kolaboratif antara band, ilustrator, producer, serta tim mixing & mastering guna menjaga kesinambungan konseptual di setiap rilisan.

“Drag Me Out” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Clownsuffer menegaskan posisinya sebagai band modern metalcore dengan visi jangka Panjang, membangun karya yang tidak hanya intens secara musikal, tetapi juga memiliki fondasi naratif dan konseptual yang jelas sejak awal.

Continue Reading