Connect with us

iMusic

Keresahan RockMad dan Amirzidane Tertuang di “Kau Hadir”

Published

on

imusic.id – RockMad penyanyi pendatang baru hadir dengan karya Perdananya di industri musik tanah air tahun 2023 ini.

Di single perdananya ini RockMad mengusung ganre Pop Rock mengandeng produser, pencipta lagu dan musisi senior Amirzidane disingle Perdananya dibawah naungan B3rtiga Music Prod.

“Gue bukan dari keluarga musisi atau seniman. Gue hanya orang yang suka musik, apapun itu musiknya. Gue hobby nyanyi, walaupun suara gue pas-pasan hehe. Pada akhirnya gue paling suka sama genre Rock. Energi dari musik Rock itu luar biasa dan gue bisa menangkap energi itu,” ungkap Rochmad.

Lagu Kau Hadir RockMad yang ditulis oleh Amirzidane bercerita tentang perasaan, perasaan tentang rasa ingin mencari, mendapatkan sesuatu yang dirangkum dengan sederhana. Dan itu bisa dilihat dalam video klip lagu Kau Hadir yang memvisualkan lirik-lirik yang dibuat Amir Zidane.

“Memang kalau sekilas tentang cinta seperti seseorang yang sedang patah hati atau sedang menyambung hati, dan itu tidak saya pungkiri. Namun bila kita lebih perhatikan makna yang terkandung dalam lagu Kau Hadir yang liriknya dibuat oleh Amirzidane ini sangat luar biasa dan sangat dalam,” ujar RockMad saat konferensi pers dan showcase rilis single “Kau Hadir “bersama RockMad di Cafe Bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2023).

“Dalam lirik Kau Hadir orang pasti akan berfikir langsung ini pasti tentang cinta. Sebenarnya itu hanya perumpamaan atau kamuflase saja, jadi kalau kita lihat di video klip memvisualkanya adalah seseorang yang sedang mencari-mencari, dan mencari. Dimana orang tersebut mencari, dan bertanya kepada orang, padahala orang itu lupa dimana dia memarkir sepeda motornya dimana dan dia mencarinya kemana-mana, tetapi pada akhirnya dia kembali lagi ketempat awal dia memarkirkan motor dan menemukan motornya.”kata Amirzidane

“Jujur aja lagu ini gambaran keresahan gue terhadap musik di Indonesia sekarang ini, memang banyak band besar yang eksis tapi ada gak band baru yang Indonesia dengan genre rock. Ga adakan. Ada banyak solois tapi lagunya ya genre sekarang. Kita pingin terutama gue punya misi untuk mengembalikan gairah musik rock di Indonesia seperti era 80an hingga 90an. Kita kaya akan musik bisa hidup dengan musik rock. Contohnya ada konser band rock penuh ga? Penuhkan, terus ada konser musik Hammersonic yang nonton penuh. Jadi menurut gue pasarnya ada dan masih diminati, makanya gue berharap dengan RockMad rilis single genre ini salah satu cara gue mengembalikan musik rock di Indonesia,”kata Amirzidane.

Pertemuan Amirzidane dan RockMad sangat unik dalam menghasilkan karya Kolaborasi ini.

“Pertama saya diperkenalkan RockMad oleh rekan saya Khrisna. Dia bilang punya teman yang ‘gila’ ingin jadi penyanyi walaupun tidak memiliki latar belakang penyanyi, musisi, ataupun seniman. Kemudian kita ketemuan, lalu pada saat ketemuan saya suruh dia (Rochmad) untuk menyanyi dan di dalam hati saya berkata memang orang ini ‘gila’ dan ‘sakit’,” kenang Amirzidane

“Saya sangat senang berkerjasama dengan RockMad, dimana dia bukan menurut, tetapi dia melepaskan saya untuk membuat lagu, membuat lirik, dan hal lainnya. Saya yang memberi nama RockMad, dimana saya mengambilnya dari keinginan dia membangkitan musik rock kembali dengan membawakan genre rock dan kegilaannya itu.

“Singkat cerita setelah ketemuan itu saya dalam dua hari selesai menciptakan lagu Kau Hadir dan kemudian saya berikan ke RockMad yang diterima oleh dia tanpa tawar menawar. Bagi saya pribadi baru kali ini ketemu dengan orang seperti RockMad ini, seseorang yang datang dari entah berantah yang tiba-tiba datang dengan keinginan menjadi penyanyi,”tutupnya.

iMusic

Sabaton rilis single “Yamato” lengkap dengan video musiknya.

Published

on

iMusic.id – Band heavy metal asal Swedia, Sabaton, kembali menghadirkan karya terbaru mereka lewat single ‘Yamato’, yang dirilis bersamaan dengan video musik resmi hasil kolaborasi bersama game naval populer, World of Warships. ‘Yamato’ terinspirasi dari kapal perang legendaris Jepang yang dikenal sebagai salah satu simbol kekuatan terbesar dalam sejarah perang laut. Lagu ini jadi kelanjutan spiritual dari ‘Bismarck’, sekaligus memperkuat ciri khas Sabatondalam mengangkat kisah sejarah militer ke dalam musik yang epik dan penuh energi.

Joakim Brodén mengungkapkan bahwa kisah kapal perang selalu menjadi bagian menarik dalam perjalanan musikal Sabaton, sementara Pär Sundström menambahkan bahwa ‘Yamato’merupakan jawaban atas permintaan panjang para penggemar yang ingin melihat kelanjutan cerita dari ‘Bismarck’. Kolaborasi ini juga menghadirkan pengalaman unik di dalam game, di mana pemain dapat menikmati ‘Yamato’ sebagai bagian dari gameplay, lengkap dengan elemen khusus yang terinspirasi dari Sabaton.

Video musik ‘Yamato’ turut memperkuat nuansa dramatis lagu ini, menampilkan band yang berada di atas kapal dalam momen pertempuran terakhir yang penuh intensitas. Proses produksi sendiri dilakukan dengan tantangan ekstrem, mulai dari suhu dingin hingga efek air yang mensimulasikan kondisi laut sebenarnya. Dikenal dengan pendekatan sinematik dan tema sejarah yang kuat, Sabatonterus memperluas jangkauan mereka sebagai salah satu band heavy metal paling berpengaruh saat ini, dengan miliaran stream dan basis penggemar global yang solid.

Continue Reading

iMusic

Hampir menyerah di industri musik, Joanna Andrea rilis single “Tenanglah”

Published

on

iMusic.id – Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang penuh tekanan dan ketidakpastian, Joanna Andrea menghadirkan karya terbarunya yang berjudul “Tenanglah”, sebuah lagu yang menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.

Ditulis sendiri oleh Joanna Andrea, “Tenanglah” lahir dari pengalaman personal yang penuh pergulatan. Lagu ini menggambarkan fase ketika harapan terasa memudar dan kekhawatiran mengambil alih, namun di saat yang sama juga menjadi pengingat lembut bahwa setiap badai pasti berlalu. Melalui lirik yang jujur dan emosional, Joanna mengajak pendengarnya untuk tetap bertahan, melangkah, dan tidak menyerah pada kehidupan yang hanya datang satu kali.

Sebagai solois perempuan Indonesia yang tengah bersinar, Joanna Andrea terus menunjukkan konsistensinya dalam berkarya. Namanya mulai dikenal luas lewat deretan lagu seperti “Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Hanya Satu” dan “Wajah Yang Membawa Aku Pulang”. Sebelumnya, ia juga telah merilis single “Dinikmati Saja” yang semakin memperkuat identitas musikalnya.

Mengusung genre pop yang hangat dan relatable, “Tenanglah” menjadi salah satu karya paling jujur dalam perjalanan karier Joanna Andrea. Lagu ini ditulis di masa ketika ia hampir menyerah pada mimpinya di industri musik. Setelah melewati berbagai pasang surut, Joanna berhasil bangkit, menemukan kembali semangatnya, dan kini semakin mantap menapaki jalannya sebagai musisi dengan karakter yang kuat.

“Tenanglah” resmi dirilis sebagai single ke-6 pada Maret 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian menuju album perdana Joanna Andrea yang akan dirilis di tahun yang sama.

Kini, “Tenanglah” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital, menjadi teman setia di saat-saat paling sunyi, ketika yang dibutuhkan hanyalah sedikit ketenangan dan harapan.

Continue Reading

iMusic

Femm Chem luncurkan single baru berjudul “Nasida Liar”

Published

on

iMusic.id – Femm Chem merupakan band indie rock yang telah aktif sejak tahun 2022 dan menjadi bagian dari dinamika skena musik Semarang. Mengusung lagu-lagu original, Femm Chem dikenal melalui pendekatan musik yang sederhana, fun, dan jujur, terinspirasi dari British indie rock seperti Wet Leg serta nuansa psychedelic dan garage pop ala band Australia Nice Biscuit.

Femm Chem digawangi oleh Isa Pradana sebagai lead guitar dan vokal, Vajra Aoki pada vokal dan gitar, Dimas Sadewa pada bass, Ferdinandus Erdin pada drum sekaligus artwork, serta Zuma Mahardika pada synth dan vokal. Perbedaan latar belakang serta referensi musik masing masing personel menjadi elemen penting yang membentuk karakterFemm Chem sederhana namun lantang, ironis, playful, dan perlahan menghanyutkan.

Melalui semangat tersebut,Femm Chem resmi merilis single terbaru berjudul “Nasida Liar” yang sekaligus menjadi lagu pertama Femm Chem yang ditulis dan dibawakan dalam Bahasa Indonesia. Langkah ini menandai fase baru dalam perjalanan kreatif mereka sekaligus membuka ruang ekspresi yang lebih dekat dengan realitas pendengar lokal.

“Nasida Liar”dari Femm Chem merepresentasikan kegelisahan hidup di tengah dunia yang terasa semakin ramai oleh arus informasi, media, dan tuntutan eksistensi. Lagu ini menangkap potongan potongan kehidupan modern mulai dari konsumsi berita, konten yang berulang, hingga isu personal yang kerap membuat ruang batin terasa penuh dan melelahkan.

Secara lirik, “Nasida Liar” hadir dengan pendekatan puitis dan satir menggambarkan usaha individu untuk mencari jeda di tengah hiruk pikuk tersebut. Lagu ini berbicara tentang kebutuhan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mensyukuri momen kecil tanpa harus terjebak dalam kerumitan yang berlebihan. BagiFemm Chem, lagu ini menjadi bentuk refleksi sekaligus terapi personal.

Dari sisi musikal, “Nasida Liar” diramu dengan aransemen yang lugas dan enerjik menegaskan identitasFemm Chem yang mengedepankan kesederhanaan tanpa kehilangan daya ekspresif. Permainan gitar yang ringan, ritme yang dinamis, serta lirik lirik ironis menjadi kekuatan utama yang membuat lagu ini terasa dekat dengan realitas pendengarnya.Sebagai bagian dari perilisan single ini,Femm Chem juga akan menjalankan rangkaian promosi melalui platform digital dan media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas.

Lagu ini direkam pada bulan April 2025 dan dikerjakan oleh mereka sendiri, hingga proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Pandu Fuzztoni, seorang musisi, producer dan engineer yang turut mengerjakan artis seperti Dongker, Grrrl Gang, Skandal dan masih banyak artis lainnya. Single terbaru Femm Chem berjudul “Nasida Liar” tersedia di kanal digital stores pada Maret 2026.

Continue Reading