Connect with us

iMusic

Masih setia dengan jazz jenaka, Arumtala luncurkan single “Gagal Diet”

Published

on

iMusic.idArumtala yang terdiri dari Arini Kumara dan Laura Pradipta adalah unit duo band jazz asal Jakarta yang terbentuk pada Agustus 2023. Setelah sukses dengan peluncuran mini album mereka “Bercerita” dengan hits “Masuk Angin” pada Januari 2024 lalu diikuti dengan 4 lagu lainnya dengan judul “Keriput, Angan Hampa, Buaian Taman” dan “Senandung Malam”.

Arini Kumara adalah seorang pemain Contra Bass yang sekaligus menjadi Executive Producer dan Konseptor untuk semua karya – karya yang diluncurkan ArumtaLa. Dengan berbagai pengalaman musik yang sudah dilalui termasuk salah satunya project storytelling berjudul “Cerita Fatmawati” yang pernah dirilis pada tahun 2018, Arini juga pernah aktif di berbagai perhelatan orkestra ternama di Indonesia dan pernah mengajar di perguruan tinggi musik di Jakarta.

Laura Pradipta adalah seorang penyanyi jazz dari Jakarta. Dengan kemampuan menyanyi nya yang tadi nya hanya di jadikan hobi saja, Laura yang juga berprofesi sebagai wanita karier dan akhir nya menjadi penyanyi jazz professional sejak tahun 2017 dan merilis beberapa lagu karya nya di berbagai DSP, selain aktif di Arumtala, Laura juga aktif di berbagai acara jazz di Indonesia.

Arini dan Laura membuat latar belakang pada semua lagu-lagu Arumtala dengan di latari oleh kehidupan manusia sehari hari, dewasa namun jenaka sewajarnya dan apa adanya. Setelah di dahului oleh single “Masuk Angin”, kali ini ArumtaLa merilis single berjudul “Gagal Diet” yang menceritakan tentang orang-orang yang selalu menjalani diet tetapi tidak pernah berhasil. Dengan segala upaya yang dilakukan tidak dapat membuat orang tersebut sukses dalam diet karena nafsu makan nya sangat besar.

Sebuah karya ringan dengan genre Swing Jazz membuat lagu ini sangatlah nyaman di telinga dengan lirik yang ceria dan jenaka khas ArumtaLa.

“Lagu ini adalah rangkaian karya kami yang mengangkat tema Daily Problems seperti di lagu-lagu sebelumnya yang berjudul “Masuk Angin” dan “Keriput”. Salah satunya yang sering terjadi adalah gagal diet. Kebetulan aku dan Laura memang suka jajan dan makan, yang tentunya bikin naik berat badan. Hal ini kami jadikan ide lagu, yang mungkin juga jadi pemasalahan hidup banyak orang”, ungkap Arini tentang lagu ini.

Ide besar lagu ini rupanya sudah ada di tahun 2024 namun ditahun tersebut ArumtaLa sedang sibuk menggarap mini album “Bercerita”. Di awal tahun 2025 ini, akhirnya ArumtaLa memutuskan untuk menyempurnakan draft lagu yang sempat tertunda ini.

“Kalo proses produksinya sih tidak memakan waktu lama karena lagu ini sudah ada dari tahun lalu, hanya sedikit perubahan dibagian lirik aja. Sebenarnya tahun lalu, kami sudah merilis 5 lagu dan 1 lagu untuk soundtrack film ‘Badarawuhi Di Desa Penari’, jadi rencananya kami akan menambahkan menjadi 8 lagu. Karena kami punya cita-cita di tahun 2025 ini kami ingin punya album Vinyl”, lanjut Arini.

Musik dan syair yang diciptakan oleh Arini Kumara ini, semakin cantik dengan balutan melodi Piano oleh Otta Tarega, Gitar oleh Andreas Nandiwardhana, Drum oleh Filipus Cahyadi, Trumpet oleh Mohammad Vermal, dan Contra Bass oleh Arini Kumara.

“Aku dan Arini adalah sahabat dekat. Kami selalu berharap siapapun yang mendengarkan karya ArumtaLa bisa merasakan seperti mendengar cerita teman, makanya mini album kami diberi judul “Bercerita”. Harapan kami, lagu-lagu ArumtaLa bisa dirasakan layaknya memiliki seorang teman dekat”, ucap Laura.

Lagu “Gagal diet” kini sudah dapat di dengarkan di Spotify, Apple Music, Deezer, Youtube dan berbagai digital streaming platform lainnya!

iMusic

Amanda Mutia refleksikan kerinduan di single “Peluk”

Published

on

iMusic.id – Amanda Mutia merilis single terbarunya berjudul “Peluk”, sebuah lagu pop ballad yang mengangkat tema kehangatan emosional dan kebutuhan akan kehadiran seseorang di saat perasaan sedang lelah dan rindu. Lagu ini menjadi rilisan perdana dari Project Alfa, sebuah program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada sebagai penerbit musik (music publishing) dan AlfaRecords sebagai label musik.

“Peluk” dari Amanda Mutia merepresentasikan momen ketika seseorang tidak selalu membutuhkan solusi, melainkan pengertian dan rasa aman. Lagu ini hadir sebagai refleksi tentang rindu, kehilangan, dan keinginan untuk tetap merasa ditemani.

Sebagai penyanyi yang dikenal mengekspresikan cerita personal melalui musik, Amanda Mutia menghadirkan “Peluk” dengan pendekatan yang jujur dan intim. Aransemen yang sederhana memberi ruang pada karakter vokalnya yang lembut dan ekspresif, sehingga emosi lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar.

Project Alfa merupakan program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada dan AlfaRecords yang berfokus pada kurasi dan perilisan karya musik, dengan penekanan pada sistem rilis yang jelas serta perlindungan hak cipta bagi para musisi.

Single “Peluk” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi langkah awal perjalanan Project Alfa dalam menghadirkan karya-karya baru dari talenta terpilih.

Continue Reading

iMusic

‘Rangkai’ perkenalkan single “Menuai Terurai” di awal Ramadan

Published

on

iMusic.id – Trio indie-folk asal Jakarta, ‘Rangkai’, resmi merilis single terbaru berjudul “Menuai Terurai” pada Jumat, 20 Februari 2026. Dirilis bertepatan dengan momen awal Ramadan, lagu ini hadir sebagai ruang refleksi atas kehilangan, perpisahan, dan upaya menerima hidup apa adanya.

Di tengah berbagai kabar duka yang hadir belakangan ini. Mulai dari bencana alam hingga kehilangan yang dirasakan secara kolektif. “Menuai Terurai” dari ‘Rangkai’ mencoba berbicara dengan nada yang tenang. Lagu ini tidak berfokus pada kepergian secara fisik, melainkan pada nilai, pesan, dan jiwa yang tetap hidup setelahnya.

“Ramadan sering menghadirkan kebersamaan, dan di saat yang sama mengingatkan kita dengan halus akan mereka yang pernah hadir, namun kini tinggal dalam doa dan ingatan.” ujar Bimo, vokalis Rangkai.

Melalui pendekatan lirik yang metaforis, ‘Rangkai’ memilih untuk membingkai kesedihan sebagai pengalaman bersama. Cerita personal tidak disajikan secara gamblang, melainkan disamarkan dalam narasi kehilangan yang lebih luas, sesuatu yang mungkin pernah atau sedang dialami banyak orang.

Pendekatan metaforis ini juga tercermin dalam artwork single, yang kembali dipercayakan kepada Khalid Albakaziy, di mana ia menerjemahkan tema kehilangan dan keteruraian ke dalam visual yang samar, tenang, dan penuh ruang.

Dengan aransemen folk-pop yang intim dan minimal, “Menuai Terurai” diharapkan dapat menemani pendengar di masa Ramadan : sebagai lagu untuk berhenti sejenak, menerima duka, dan mengubahnya menjadi energi positif untuk melangkah ke depan.

“Menuai Terurai” ditulis dan diproduksi oleh Mirza, Bimo, Rai, dan Kibar Muhammad Pembela dengan proses mixing oleh Rendi Kopay dan mastering oleh Rhesa Aditya.

Single “Menuai Terurai” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital di bawah naungan Setengah Lima Records.

Continue Reading

iMusic

Mobilminie Rilis Album ke-2 bertajuk “New Journey Begins”.

Published

on

By

iMusic.id – Band indie Mobilminie kembali menunjukkan eksistensinya di kancah musik independen Tanah Air dengan merilis album penuh kedua mereka yang bertajuk New Journey Begins dibawah label Minie Records bertepatan pada hari Kasih sayang 14 Februari 2026.

Album ini menandai babak baru perjalanan musikal Mobilminie setelah beberapa tahun berkarya dan bereksplorasi dengan warna musik yang semakin matang.

“New Journey Begins” menggambarkan proses pendewasaan band, baik dari sisi musikalitas maupun lirik. Dalam album ini, Mobilminie menghadirkan rangkaian lagu yang merefleksikan perjalanan hidup, perubahan, harapan, serta semangat untuk memulai sesuatu yang baru. Nuansa indie yang menjadi ciri khas mereka tetap dipertahankan, namun dikemas dengan aransemen yang lebih segar dan emosional.

“Selama perjalanan Mobilminie, kita telah merilis EP tahun 2007, ada 4 lagu dan semuanya kita bikin sendiri 200-an keping kalau ga salah. Album pertama kita ‘543’ dari kita bikin berlima lama-lama keluar tinggal sampai tinggal bertiga. Seiring perjalanan waktu akhir tahun 2025 kemaren kita selesai bikin album dengan formasi sekarang, berlima lagi. Jadi kenapa namanya ‘New Begins’ Again’, karena filosofinya ingin menjadi satu perjalanan baru Mobilminie,” kata Fajar saat ditemui di acara ‘an intimate release party’, di Kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Para personel Mobilminie menyampaikan bahwa album kedua ini lahir dari berbagai pengalaman personal dan perjalanan bermusik yang mereka lalui bersama. Setiap lagu disusun dengan konsep yang lebih matang, tanpa meninggalkan kejujuran dan kesederhanaan yang menjadi identitas band sejak awal terbentuk.

“Perbedaan dari album pertama dan kedua, dari sisi produksi, di album pertama kita hanya bertiga. Di album ‘543’, masih ada pengaruh Suede, Oasis. Terus karena ada kibordis, jadi dominasinya lebih banyak keyboard. Sekarang ada 2 gitar jadi merubah warna Mobilminie. Dengan warna baru dengan adanya 2 gitar dan juga kita banyak kolaborasi dengan teman-teman-teman”,tambah Fajar.

Saat ini personil Mobilminie yang terdiri dari Johan (vokal), Fajar (gitar), Dipo (bass), Edwin (drums) dan Robby (gitar) yang akhirnya merilis album kedua mereka.

Album “New Journey Begins” sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital. Mobilminie berharap karya terbaru ini dapat diterima dengan baik oleh para pendengar setia, sekaligus menjangkau pendengar baru yang ingin mengenal warna musik mereka lebih dekat.

Dengan perilisan album ini, Mobilminie menegaskan langkah baru dalam perjalanan bermusik mereka sebuah awal baru yang penuh semangat, kreativitas, dan harapan untuk terus berkembang di industri musik indie Indonesia. (EH)

Continue Reading