Connect with us

iMusic

Melangkah Ke Fase Baru dalam Bermusik “MIDORI”, Jadi Debut Single “Noni”.

Published

on

iMusic.idNoni siap untuk melangkah ke fase baru dalam perjalanan musiknya. Setelah mengumumkan bergabung dengan Dominion Records – rumah bagi Reality Club, Basboi, dan Vira Talisa – minggu lalu, ia mengumumkan bahwa single terbarunya, “MIDORI“, dirilis pada hari Jumat ini. Lagu ini merupakan pernyataan kenaikan level Noni, baik dari penulisan hingga ke produksi lagu dan video musik.

MIDORI adalah sebuah lagu tentang alter-ego Noni. Lagu ini menceritakan kisah deskriptif tentang Midori dalam sudut pandang orang ketiga, yang pada dasarnya menggambarkan kepribadiannya dan caranya menghadapi ketidakpastian dalam cinta.

Ide lagu ini berasal dari ketidaknyamanan yang Noni rasakan saat ia dihadapkan pada cinta yang tidak pasti dan menyadari bahwa caranya menghadapi situasi tersebut bukanlah hal yang biasa ia lakukan. Perilaku ini kemudian mengingatkannya pada Midori Kobayashi, seorang tokoh dalam buku ‘Norwegian Wood’ yang ditulis oleh Haruki Murakami.

Namun, selain sebagai alter ego, Noni juga melihat kehadiran Midori juga sebagai sebuah kebangkitan dan pengembangan karakter. Seiring berjalannya lagu hingga pada bagian bridge, lagu ini kemudian diceritakan dengan sudut pandang orang pertama, yang berarti bahwa Noni akhirnya menerima Midori sebagai bagian dari dirinya.

Perspektif unik Noni dalam menerima mekanisme pertahanan dirinya ketika menghadapi ketidakpastian cinta kemudian dituliskan ke dalam sebuah lagu R&B yang catchy dan melodis. Mengambil inspirasi dari Ravyn Lenae hingga Joyce Wrice, Noni berhasil menyatukan emosinya yang kompleks dengan tema yang menarik.

Dia memisahkan diri “Midori” dari dirinya sendiri, lalu dengan centil memperingatkan orang yg mendekati dirinya untuk tidak main-main, mengatakan bahwa Noni adalah orang yang mandiri dan tidak perlu bergantung pada perasaan siapapun, namun kemudian perlahan-lahan meyakinkan orang tersebut bahwa dia akan menerima mereka jika mereka juga sungguh-sungguh.

Lagu ini diproduseri oleh CVX, dengan bantuan arahan vokal dari Kamga Mohammed, dan dilengkapi dengan video musik yang disutradarai oleh Rodagenic. Video musik ini memiliki konsep yang sederhana, namun sarat dengan elemen dance, seperti kembali ke awal tahun 2000-an di mana R&B dan dance selalu identik bersama.

Dikenal melalui berbagai kolaborasi dengan beberapa musisi dan produser, Noni adalah seorang penyanyi dan penulis lagu asal Jakarta yang dikenal dengan suaranya yang lirih namun fleksibel.

Batu loncatannya ke industri musik adalah ketika ia berkolaborasi dengan Andre & dari PonYourTone untuk lagu berjudul ‘Toxic Ovr Ya‘ pada akhir September 2018. Sejak saat itu, ia telah berkolaborasi dengan produser dan musisi seperti Dexfa, Clevt, Kenny Gabriel, CVX, HNATA, dan masih banyak lagi.

Noni percaya bahwa musik datang ke dalam hidupnya secara alamiah seperti sudah ditakdirkan. Inspirasinya banyak datang dari musisi R&B, terutama dari Korea Selatan. Namun demikian, fleksibilitasnya selalu mendorongnya untuk melampaui berbagai genre.

Pada tahun 2020, ia mulai merilis proyek solonya secara independen. Dimulai dengan single balada akustik yang menjadi hit, ‘Things I Could Never Say to You‘ pada akhir Februari, ‘I Don’t Know You‘ pada akhir April di bawah label bernama Lightwise, dan debut EP pada akhir November berjudul ‘BOYISH‘. Pada akhir 2021, ia merilis single kolaborasi dengan Basboi yang berjudul ‘WRITTENINTHESTARS‘, dan akhirnya mencapai langkah lain dalam karirnya dengan bergabung dengan Dominion Records pada tahun 2023. (FE)

iMusic

Sabaton rilis single “Yamato” lengkap dengan video musiknya.

Published

on

iMusic.id – Band heavy metal asal Swedia, Sabaton, kembali menghadirkan karya terbaru mereka lewat single ‘Yamato’, yang dirilis bersamaan dengan video musik resmi hasil kolaborasi bersama game naval populer, World of Warships. ‘Yamato’ terinspirasi dari kapal perang legendaris Jepang yang dikenal sebagai salah satu simbol kekuatan terbesar dalam sejarah perang laut. Lagu ini jadi kelanjutan spiritual dari ‘Bismarck’, sekaligus memperkuat ciri khas Sabatondalam mengangkat kisah sejarah militer ke dalam musik yang epik dan penuh energi.

Joakim Brodén mengungkapkan bahwa kisah kapal perang selalu menjadi bagian menarik dalam perjalanan musikal Sabaton, sementara Pär Sundström menambahkan bahwa ‘Yamato’merupakan jawaban atas permintaan panjang para penggemar yang ingin melihat kelanjutan cerita dari ‘Bismarck’. Kolaborasi ini juga menghadirkan pengalaman unik di dalam game, di mana pemain dapat menikmati ‘Yamato’ sebagai bagian dari gameplay, lengkap dengan elemen khusus yang terinspirasi dari Sabaton.

Video musik ‘Yamato’ turut memperkuat nuansa dramatis lagu ini, menampilkan band yang berada di atas kapal dalam momen pertempuran terakhir yang penuh intensitas. Proses produksi sendiri dilakukan dengan tantangan ekstrem, mulai dari suhu dingin hingga efek air yang mensimulasikan kondisi laut sebenarnya. Dikenal dengan pendekatan sinematik dan tema sejarah yang kuat, Sabatonterus memperluas jangkauan mereka sebagai salah satu band heavy metal paling berpengaruh saat ini, dengan miliaran stream dan basis penggemar global yang solid.

Continue Reading

iMusic

Hampir menyerah di industri musik, Joanna Andrea rilis single “Tenanglah”

Published

on

iMusic.id – Di tengah hiruk pikuk kehidupan yang penuh tekanan dan ketidakpastian, Joanna Andrea menghadirkan karya terbarunya yang berjudul “Tenanglah”, sebuah lagu yang menjadi pelukan hangat bagi siapa pun yang sedang berada di titik terendah dalam hidupnya.

Ditulis sendiri oleh Joanna Andrea, “Tenanglah” lahir dari pengalaman personal yang penuh pergulatan. Lagu ini menggambarkan fase ketika harapan terasa memudar dan kekhawatiran mengambil alih, namun di saat yang sama juga menjadi pengingat lembut bahwa setiap badai pasti berlalu. Melalui lirik yang jujur dan emosional, Joanna mengajak pendengarnya untuk tetap bertahan, melangkah, dan tidak menyerah pada kehidupan yang hanya datang satu kali.

Sebagai solois perempuan Indonesia yang tengah bersinar, Joanna Andrea terus menunjukkan konsistensinya dalam berkarya. Namanya mulai dikenal luas lewat deretan lagu seperti “Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Hanya Satu” dan “Wajah Yang Membawa Aku Pulang”. Sebelumnya, ia juga telah merilis single “Dinikmati Saja” yang semakin memperkuat identitas musikalnya.

Mengusung genre pop yang hangat dan relatable, “Tenanglah” menjadi salah satu karya paling jujur dalam perjalanan karier Joanna Andrea. Lagu ini ditulis di masa ketika ia hampir menyerah pada mimpinya di industri musik. Setelah melewati berbagai pasang surut, Joanna berhasil bangkit, menemukan kembali semangatnya, dan kini semakin mantap menapaki jalannya sebagai musisi dengan karakter yang kuat.

“Tenanglah” resmi dirilis sebagai single ke-6 pada Maret 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian menuju album perdana Joanna Andrea yang akan dirilis di tahun yang sama.

Kini, “Tenanglah” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital, menjadi teman setia di saat-saat paling sunyi, ketika yang dibutuhkan hanyalah sedikit ketenangan dan harapan.

Continue Reading

iMusic

Femm Chem luncurkan single baru berjudul “Nasida Liar”

Published

on

iMusic.id – Femm Chem merupakan band indie rock yang telah aktif sejak tahun 2022 dan menjadi bagian dari dinamika skena musik Semarang. Mengusung lagu-lagu original, Femm Chem dikenal melalui pendekatan musik yang sederhana, fun, dan jujur, terinspirasi dari British indie rock seperti Wet Leg serta nuansa psychedelic dan garage pop ala band Australia Nice Biscuit.

Femm Chem digawangi oleh Isa Pradana sebagai lead guitar dan vokal, Vajra Aoki pada vokal dan gitar, Dimas Sadewa pada bass, Ferdinandus Erdin pada drum sekaligus artwork, serta Zuma Mahardika pada synth dan vokal. Perbedaan latar belakang serta referensi musik masing masing personel menjadi elemen penting yang membentuk karakterFemm Chem sederhana namun lantang, ironis, playful, dan perlahan menghanyutkan.

Melalui semangat tersebut,Femm Chem resmi merilis single terbaru berjudul “Nasida Liar” yang sekaligus menjadi lagu pertama Femm Chem yang ditulis dan dibawakan dalam Bahasa Indonesia. Langkah ini menandai fase baru dalam perjalanan kreatif mereka sekaligus membuka ruang ekspresi yang lebih dekat dengan realitas pendengar lokal.

“Nasida Liar”dari Femm Chem merepresentasikan kegelisahan hidup di tengah dunia yang terasa semakin ramai oleh arus informasi, media, dan tuntutan eksistensi. Lagu ini menangkap potongan potongan kehidupan modern mulai dari konsumsi berita, konten yang berulang, hingga isu personal yang kerap membuat ruang batin terasa penuh dan melelahkan.

Secara lirik, “Nasida Liar” hadir dengan pendekatan puitis dan satir menggambarkan usaha individu untuk mencari jeda di tengah hiruk pikuk tersebut. Lagu ini berbicara tentang kebutuhan untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mensyukuri momen kecil tanpa harus terjebak dalam kerumitan yang berlebihan. BagiFemm Chem, lagu ini menjadi bentuk refleksi sekaligus terapi personal.

Dari sisi musikal, “Nasida Liar” diramu dengan aransemen yang lugas dan enerjik menegaskan identitasFemm Chem yang mengedepankan kesederhanaan tanpa kehilangan daya ekspresif. Permainan gitar yang ringan, ritme yang dinamis, serta lirik lirik ironis menjadi kekuatan utama yang membuat lagu ini terasa dekat dengan realitas pendengarnya.Sebagai bagian dari perilisan single ini,Femm Chem juga akan menjalankan rangkaian promosi melalui platform digital dan media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas.

Lagu ini direkam pada bulan April 2025 dan dikerjakan oleh mereka sendiri, hingga proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Pandu Fuzztoni, seorang musisi, producer dan engineer yang turut mengerjakan artis seperti Dongker, Grrrl Gang, Skandal dan masih banyak artis lainnya. Single terbaru Femm Chem berjudul “Nasida Liar” tersedia di kanal digital stores pada Maret 2026.

Continue Reading