Connect with us

iLive

Payung Teduh Rilis Album Terbaru Dengan Warna Yang Berbeda

Published

on

iMusic – Setelah beberapa bulan tak terlihat, kini Payung Teduh kembali menunjukan eksistensinya dengan merilis sebuah album baru bertajuk “Mendengar Suara”. Dengan formasi terbaru yaitu Ivan Penwyn, Alejandro Sakakame, dan Comi, Payung Teduh berkolaborasi dengan beberapa pemain alat musik dan vokalis sehingga  menghasilkan 10 buah lagu yang tentunya akan berbeda dan memiliki warna yang lebih dalam album terbarunya tersebut.

“Mendengar Suara ini terdiri dari lagu lama dan lagu baru, Sebagian besar liriknya ditulis oleh Catur Ari Wibowo dan beliau mengambil lirik dari naskah teater untuk sebagian lagunya, ada juga yang ditulis langsung.” ujar Ivan.

10 Lagu tersebut Payung Teduh ciptakan guna untuk mengisi musik garapan dan mengiringi pertunjukan Teater “Dedes” yang diciptakan oleh Teater Pagupon. “Dalam Album ini terdapat lagu andalan, yaitu ‘Lagu Duka’, kita jadikan lagu ini sebagai andalan agar para penikmat musik Payung Teduh tidak kaget karena akan ada perubahan yang cukup besar nantinya. Lagu ini juga menjad lagu pembuka saat pementasan teater Dedes antinya” tambah Ivan.

Selain Lagu Duka, dalam album tersebut juga diisi oleh lagu Diam, Ugil-Ugil, Pagi Belum Sempurna, Tertawalah, Pudar, Mencarimu, Makin Lelah, Berjalanlah, dan yang terakhir adalah lagu Diam.

Dengan album “Mendengar Suara” ini Ivan dan Ale ingin menunjukan bahwa Payung Teduh masih hidup pasca ditinggal hijrahnya sang vokalis, Is. Mereka juga bertekad untuk menunjukan tempat dimana Payung Teduh lahir, yaitu di Teater.

(TIto/iMusic)

iLive

Gelorakan memori para fans, konser “Indonesia Menjadi Satu” bakal hadir di 20 kota.

Published

on

By

iMusic –  Semula Konser Semua Jadi Satu digagas hanya di lima kota, seiring perjalanan waktu, Konser yang menampilkan 4 penyanyi legenda Indonesia, Vina Panduwinata, Deddy Dhukun, Mus Mujiono dan Fariz RM akhirnya berkembang menjadi 20 Kota di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Hasyim Arsal Alhabsi, penanggung jawab De Hills Production yang mengatakan bahwa konser ini akan menggelorakan kembali memori para fans keempat legenda musik Indonesia yang lagu-lagunya telah melegenda di Industri Musik Indonesia.

“Konser ini tidak sekedar hiburan buat para penggemar empat legenda musik Indonesia tapi juga kami jadikan ajang pembuktian, kalau empat legend ini memiliki kapabilitas di atas rata-rata penyanyi profesional lain. Mereka kebanggaan bagi kita. Lagu-lagu mereka bisa dinikmati oleh mereka tanpa batasan usia,” ujar Hasyim dalam jumpa pers di Jakarta.

Fariz RM pun mendukung ide menyelenggarakan konser di berbagai tempat. Dia sadar selama ini pertunjukan musik hanya berfokus di kota Jakarta atau wilayah Jawa saja.

“Ketika ditawari konser sama pak Hasyim, saya mengajukan syarat, saya mau tapi konser diluar kota. Dan Indonesia ini kan besar sekali masa cuma di Jakarta terus yang merasakan sentuhan-sentuhan kami, padahal pendengar kami ada di seluruh Indonesia,” ujar Fariz dengan senyum bahagia.

Pelantun tembang Barcelona ini menambahkan “Saya juga sudah lama sekali nggak main di luar Jakarta, paling cuma Jawa kayak ke Medan dan Makassar jarang sekali,” tambahnya.

Pada konser yang diawali di kota Makasar pada 25 Januari 2023 nanti, keempat musisi tersebut akan membawakan kurang lebih 25 lagu. Selain itu, akan ada penampilan kolaborasi dan aransemen musik yang baru di tiap kota.

“Kita mesti dapat nostalgianya dan milenialnya. Bayangkan saja, saya 47 tahun bawain ‘Sakura‘ tiap konser, betapa membosankannya. Makanya, kita harus ganti aransemennya, kita suguhkan aransemen baru tapi ada sesuatu yang nostalgia juga,” kata Fariz.

Sementara Vina Panduwinata mengaku sudah siap lahir batin untuk mensukseskan konser yang didukung Projo dan Lion Air. Bahkan siBurung Camar ini membawa grup band binaannya.

“Insha Allah siap lahir batin, semua ini demi penggemar kita di berbagai kota di Indonesia.” Kata Vina Panduwinata menutup acara jumpa pers.

Untuk pemesanan tiket konser, dapat dilakukan melalui aplikasi deHills. (FE)

Continue Reading

iLive

11 Tahun Berkarya Lewat “TULUS Tur Manusia 2023”.

Published

on

By

iMusic – Selepas album “Manusia” dirilis pada Juli 2022 dan disambut baik oleh para pendengar serta torehan capaian pada toko musik digital di mana lagu ‘Hati-Hati di Jalan’ menjadi lagu yang paling sering didengarkan di Indonesia, menyusul album “Manusia” sebagai album yang paling sering didengarkan di Indonesia.

Sebagai apresiasi terhadap para penikmat musik Indonesia serta dalam rangka mensyukuri 11 tahun berkarya, Tulus mengumumkan tur “Manusia” miliknya. “Saat lagu-lagu di dalam album “Manusia” tumbuh di keseharian yang mendengarkan, rasanya senang dan bersyukur. Tidak sabar untuk membawakan lagu-lagu itu di atas panggung, bertemu langsung di banyak kota,” ungkap Tulus.

Ini merupakan tur pertama yang diadakan Tulus setelah 3 tahun. Tur bertajuk “TULUS Tur Manusia 2023” ini telah secara resmi diumumkan oleh Tulus melalui kanal media sosialnya. Bekerja sama dengan PT. Expo Indonesia Jaya sebagai Promotor, “TULUS Tur Manusia 2023” ini akan menyapa 11 kota di Indonesia yang dimulai dari 1 Februari hingga 3 Maret 2023. Berikut adalah jadwal lengkapnya:

Medan : 1 Februari 2023

Palembang : 3 Februari 2023

Makassar : 8 Februari 2023

Batam : 10 Februari 2023

Surabaya : 12 Februari 2023

Bali : 14 Februari 2023

Samarinda : 17 Februari 2023

Manado : 21 Februari 2023

Bandung : 23 Februari 2023

Yogyakarta : 25 Februari 2023

Jakarta : 3 Maret 2023

“Kami senang dapat menjadi bagian dari perjalanan karier Tulus, dalam hal ini sebagai promotor Tur Manusia yang tentu akan mengobati rasa rindu para Teman Tulus,” ungkap Direktur PT. Expo Indonesia Jaya. “11 Kota ini dipilih untuk dapat menggapai seluruh Teman Tulus diberbagai daerah,” ungkap Bram Tulong selaku General Manager PT. Expo Indonesia Jaya menambahkan. Tiket “TULUS Tur Manusia 2023” ini akan bervariasi tergantung dari masing-masing kota dengan harga pre-sale tiket termurahnya adalah Rp150.000. Selain mendapatkan tiket untuk menonton TULUS, Teman Tulus juga dapat memilih opsi pembelian tiket dengan paket cenderamata resmi dari “TULUS Tur Manusia 2023“. Pre-sale tiket dari “TULUS Tur Manusia 2023” ini secara resmi dibuka Hari ini 29 Desember 2022 Mulai Pukul 08.00 WIB dan tiket secara online hanya dapat dibeli melalui Aplikasi BBO. Jadi, mari kita sambut perjalanan album “Manusia” ke sebuah dimensi baru melalui sebuah tur bertajuk “TULUS Tur Manusia”. (FE)

Continue Reading

iLive

“Deep Purple” bakal gelar konser kembali di Indonesia bareng band legendaris “God Bless”.

Published

on

By

iMusic – Grup band rock asal Inggris, Deep Purple dikabarkan bakal kembali menyambangi Indonesia untuk menggelar konser dengan menggandeng band legendaris God Bless sebagai musisi pendamping, seperti yang pernah terjadi pada tahun 1975 silam.

Kabar ini, dibenarkan oleh manajer God Bless, Denny MR saat dihubungi Cadaazz.com pada Selasa, 20 Desember 2022 kemarin. Dia bilang, jika tidak ada aral melintang, “reuni” God Bless dan Deep Purple dalam satu panggung bakal terjadi di Solo.

“Ya God Bless dijadwalkan sepanggung lagi dengan Deep Purple. Semoga lancar tidak ada perubahan,” kata Denny MR.

Dalam pernyataannya, Denny MR juga membenarkan jika konser Deep Purple dengan God Bless sebagai grup band tamu, akan berlangsung pada Maret 2023 mendatang, “Rencananya di Solo. Yes (Maret 2023),” kata dia.

Mengutip informasi dari berbagai sumber, Deep Purple merupakan grup band rock legendaris yang kini digawangi Ian Paice, Roger Glover, Ian Gillan, Steve Morse, Don Airey setelah beberapa kali mengalami pergantian personel, sejak unit tersebut terbentuk pada 1968 silam.

Deep Purple, bersama dengan Led Zeppelin dan Black Sabbath, telah disebut sebagai “trinitas suci dari hard rock dan heavy metal Inggris di awal hingga pertengahan tujuh puluhan”.

Mereka terdaftar dalam Guinness Book of World Records tahun 1975 sebagai “band paling keras di dunia” untuk konser tahun 1972 di Rainbow Theatre London dan telah menjual lebih dari 100 juta album di seluruh dunia.

Grup band ini dikenal dengan berbagai hitsnya, termasuk Smoke on the Water, Highway Star, When A Blind Man Cries, Child in Time, Burn, Hush, Soldier Of Furtune dan lain-lain.

Pada tahun 1975, Deep Purple yang kala itu digawangi David Coverdale (vokal), Tommy Bolin (gitar, vokal), Glenn Hughes (bas, vokal), Jon Lord (kibor, backing vokal), dan Ian Paice (drum, perkusi), menyambangi Indonesia untuk pertama kalinya dalam gelaran konser bertajuk “Deep Purple Show”.

Konser berlangsung di Stadion Utama Senayan (kini Stadion Utama Gelora Bung Karno) selama dua hari, pada 4 dan 5 Desember 1975 dengan harga tiket berkisar antara Rp 1000 hingga Rp 7500.

Pertunjukan musik tersebut, digelar atas kerja sama Aktuil, sebuah majalah musik berkedudukan di Bandung dengan perusahaan hiburan Buena Ventura Group dan sukses menarik lebih dari 150 ribu penonton dalam dua hari penyelenggaraan.

Unit rock God Bless yang tengah menapaki kejayaannya di kancah musik keras Indonesia, menjadi band pembuka penyelenggaraan konser Deep Purple hari kedua. (FE)

godbless
God Bless

Continue Reading