Connect with us

iLive

Payung Teduh Rilis Album Terbaru Dengan Warna Yang Berbeda

Published

on

iMusic – Setelah beberapa bulan tak terlihat, kini Payung Teduh kembali menunjukan eksistensinya dengan merilis sebuah album baru bertajuk “Mendengar Suara”. Dengan formasi terbaru yaitu Ivan Penwyn, Alejandro Sakakame, dan Comi, Payung Teduh berkolaborasi dengan beberapa pemain alat musik dan vokalis sehingga  menghasilkan 10 buah lagu yang tentunya akan berbeda dan memiliki warna yang lebih dalam album terbarunya tersebut.

“Mendengar Suara ini terdiri dari lagu lama dan lagu baru, Sebagian besar liriknya ditulis oleh Catur Ari Wibowo dan beliau mengambil lirik dari naskah teater untuk sebagian lagunya, ada juga yang ditulis langsung.” ujar Ivan.

10 Lagu tersebut Payung Teduh ciptakan guna untuk mengisi musik garapan dan mengiringi pertunjukan Teater “Dedes” yang diciptakan oleh Teater Pagupon. “Dalam Album ini terdapat lagu andalan, yaitu ‘Lagu Duka’, kita jadikan lagu ini sebagai andalan agar para penikmat musik Payung Teduh tidak kaget karena akan ada perubahan yang cukup besar nantinya. Lagu ini juga menjad lagu pembuka saat pementasan teater Dedes antinya” tambah Ivan.

Selain Lagu Duka, dalam album tersebut juga diisi oleh lagu Diam, Ugil-Ugil, Pagi Belum Sempurna, Tertawalah, Pudar, Mencarimu, Makin Lelah, Berjalanlah, dan yang terakhir adalah lagu Diam.

Dengan album “Mendengar Suara” ini Ivan dan Ale ingin menunjukan bahwa Payung Teduh masih hidup pasca ditinggal hijrahnya sang vokalis, Is. Mereka juga bertekad untuk menunjukan tempat dimana Payung Teduh lahir, yaitu di Teater.

(TIto/iMusic)

iLive

“San.gita” Gelar Babak Pertama “Tur Lelaku” Di Jawa Tengah.

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis album pertama berjudul Martyapada di layanan digital streaming pada 24 November 2023, dilanjutkan dengan rilis fisik album tersebut dalam bentuk cakram padat digital (digital CD) 24 Februari lalu, band dari kota Salatiga, San.gita (baca: sanggita) akan menjalankan tur memperkenalkan karyanya melalui penampilan live dalam tur mandiri ke beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah pada bulan Maret hingga Mei 2024.

Tur ini diberi nama Tur Lelaku. Lelaku sendiri adalah program yang San.gita jalankan secara mandiri setiap dua/ tiga bulan menampilkan hasil olah daya mereka dalam bentuk penampilan musik secara live di tempat – tempat yang sedia bersinergi bersama.

Program rutin ini telah berlangsung sebanyak lima kali di tahun 2023 di dalam kota Salatiga. Menindaklanjuti rilis debut albumnya San.gita meluaskan Lelakunya ke daerah dan kota lain di luar Salatiga. “Kami antusias sekali bermain secara live memperkenalkan karya kami kepada khalayak yang lebih luas lagi.

Lelaku adalah program mandiri kami yang mengakomodasi keseruan ini. Untuk babak pertama ini kami akan jalan ke venues di daerah-daerah yang masih relatif dekat dari Salatiga.

Kami akan melakukannya di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.”, jelas Bonita (vokalis San.gita) tentang rencana jalannya Tur Lelaku babak pertama. Sepuluh tempat direncanakan untuk San.gita singgahi di babak pertama Tur Lelaku ini yaitu di daerah: Ambarawa, Boyolali, Ungaran, Semarang, Temanggung, Pati, Magelang, Solo, Klaten, dan Yogyakarta.

“Sebisa mungkin kami berkolaborasi dengan kolektif atau komunitas di masing-masing tempat untuk pelaksanaan tur ini. Beberapa tempat sedang dan masih kami pastikan jadwal serta bentuk kolaborasinya. Ini juga salah satu upaya meluaskan jejaring untuk kelangsungan San.gita bermusik.”, ujar Meilana (manajer San.gita) mengenai kerjasama yang dijalin dalam Tur Lelaku.

Tidak hanya menampilkan musiknya secara live, di setiap singgahnya San.gita juga akan mendisplay dan menjual CD album Martyapada serta beberapa merchandise. Selain demajors yang memproduksi CD “Martyapada”, dengan sukacita San.gita mengajak dan turut didukung oleh beberapa unit produksi di kota Salatiga untuk berlangsungnya babak pertama Tur Lelaku ini.

Mereka adalah: Lanna (pembuat kerajinan berbahan kulit dan kain tenun), Sibuk Santai (pembuat t-shirt merchandise), Kopi Pialang (usaha mikro penyedia biji kopi hijau dan kopi sangrai), dan Trustindo Akomodasi Services (penyedia layanan akomodasi dan transportasi) yang akan menyertai kegiatan San.gita ini.

“Kami sadar bahwa kemandirian merupakan sebuah proses yang harus dijalani dengan sinergi antar beberapa pihak. Oleh karenanya, bukan hanya sebagai kanal ekspresi estetis, San.gita juga terus belajar menjadi bagian atau salah satu titik simpul sinergi yang bermartabat, paling tidak bagi rekan-rekan dan komunitas -komunitas di mana kami tinggal.”, jelas Adoi (gitaris San.gita) tentang dukungan untuk Tur Lelaku.

“Untuk babak pertama tur ini kami singgah-tampil di tiap akhir minggu, wilayahnya masih relatif dekat-dekat. Di babak keduanya nanti kami akan ke wilayah yang agak jauh, mungkin Jabodetabek dan Jawa Barat.

Nah di waktu itu kami akan meninggalkan Salatiga dalam kurun waktu sekitar dua mingguan berpindah-pindah kota atau daerah untuk singgah tampil di beberapa venue.”, tutur Sunu (basis San.gita) tentang rencana babak berikut dari Tur Lelaku. “Kan tidak mudah ya bisa singgah tampil live di tempat – tempat apalagi luar kotanya jauh dari tempat kami tinggal.

Dengan menjalankan babak pertama tur ini kami juga mengajak pihak-pihak lain untuk turut mendukung jalan dan berlanjutnya kegiatan ini. Kami yakin ini adalah hubungan yang mutual. Karena yang kami bawa adalah musik dan daya yang hidup. Jadi yuk turut Tur Lelakunya San.gita.

Ayo!”, ujar Michael (drummer San.gita) mengutip salah satu judul lagu di album Martyapada, mengajak pihak-pihak lain untuk berpartisipasi di Tur Lelaku ini. Berikut ini adalah jadwal Tur Lelaku 2024 babak-1:

16 Maret, 16:00 WIB di Angkringan Mbah Dharmo, Ambarawa

23 Maret, 16:00 WIB di Sasana Noegraha Desa Tanduk, Ampel, Boyolali

30 Maret Ungaran *

6 April Semarang *

20 April Temanggung *

27 April Pati *

4 Mei Magelang *

11 Mei Solo *

18 Mei Klaten *

25 Mei Yogyakarta *

* = masih dalam konfirmasi waktu dan tempat. Jadwal akan terus dimutakhirkan dan dapat dilihat di akun media sosial San.gita Mari TURut ‘berLELAKU’ menjadi bagian dari perjalanan musik San.gita. Ayo! (FE)

Continue Reading

iLive

Tutup rangkaian tur di Jakarta, konser Arch Enemy tawarkan harga tiket terjangkau

Published

on

iMusic.id – Band melodic death metal asal Swedia, Arch Enemy memastikan akan hadir dan menutup rangkaian rangkaian “Decievers” Asia Tour 2024 di Jakarta, Indonesia pada 23 Mei 2024. Info ini dibagikan oleh penyelenggara yaitu kolaborasi antara 1011 Media, Stayounxfest dan Noxafest pada press conference resminya di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat 8/3/24.

“Kami sangat excited membawa Arch Enemy ‘Deceivers’ Asia Tour di Jakarta, dimana konser ini sekaligus menjadi penutup Tur mereka. Jadi kami dituntut agar membuat tur ini tidak hanya berkesan untuk para metalhead, tapi juga harus berkesan untuk Arch Enemy sendiri”, ujar Frans Silalahi selaku CEO of 1011 Media & Stayounx fest.

Kehadiran Arch Enemy yang akan manggung di lokasi yang terbilang anyar yaitu “Taman Kota Peruri, Blok M” diharapkan bisa menjadi sebuah konser yang mampu menarik kehadiran para komunitas metalhead untuk ikut menyemarakan acara konser music keras tersebut, oleh karena itu panitia penyelenggara juga akan melibatkan 6 group band cadas lokal menjadi pembukanya.

Ade Noxa selaku musisi dan CEO dari Noxa Fest mengumumkan bahwa ada 5 band underground ternama dari tanah air yang terpilih plus dipastikan ikut meramaikan tur konser Arch Enemy yaitu : Burgerkill, Noxa, Konfliktion, Straightout, Modern Guns serta Ejakula La Vampira, Pemilihan ke 5 group band tersebut tentu sudah melalui proses kurasi yang penuh pertimbangan dari penitia penyelenggara.

Konser Arch Enemy ‘Deceivers’ Asia Tour adalah sebuah persembahan kolaborasi antara 1011 Media, Stayounxfest dan Noxafest untuk komunitas penikmat musik keras Indonesia. Konser musik metal ini ditargetkan dapat menambah ukiran sejarah konser musik Indonesia, sekaligus sajian penutup sempurna dari rangkaian sejumlah konser musik keras di bulan Mei”, jelas Ade Noxa.

“Keputusan band Arch Enemy untuk menutup tur 16 kota dalam 7 negara Asia di Jakarta menunjukkan kalau kota Jakarta termasuk sebagai salah satu pusat berkembangnya musik metal di Asia”, tambah Ade lagi.

Untuk harga tiket, berita yang dilansir dari panitia penyelenggara menjelaskan bahwa harga tiket yang telah di tentukan oleh penyelenggara merupakan harga teiket termurah sedunia bila dibandingkan dengan harga tiket di negara – negara lain,

“Kami disini mencoba membawa semangat dari komunitas untuk komunitas, oleh karena itu kami mencoba menjual tiket dari show Arch Enemy ini dengan bandrol tiket yang kami harap dapat dijangkau oleh semua kalangan pecinta metal khususnya.” Ujar Ade Noxa.

Tiket untuk Tur Asia 2024 “Decelvers” Arch Enemy Jakarta ini tersedia untuk dibeli dengan harga Presale 1 seharga 285 ribu rupiah (belum termasuk pajak), Presale 2 seharga 400 ribu rupiah (belum termasuk pajak), tiket On The Spot seharga 550 ribu rupiah (belum termasuk pajak) dan kelas VIP seharga 1 juta rupiah (belum termasuk pajak) dengan benefit pemegang tiket VIP bisa bertemu langsung dan foto bersama personil Arch Enemy.

Tiket Tur Asia 2024 “Decelvers” Arch Enemy Jakarta ini bisa dipesan melalui Loket.com/ dan sudah bisa di pesan sejak berita ini dirilis.

Continue Reading

iLive

PAPPRI, RRI Jakarta didukung Pertamina dan Kemenparekraf gelar rangkaian acara memperingati Hari Musik Nasional 2024

Published

on

iMusic.id – Kebangkitan nasionalisme musik di Indonesia ditandai dengan tumbuhnya semangat membuat komposisi musik dan syair lagu yang sesuai dengan tradisi, bahasa dan karakteristik kebangsaan Indonesia sekaligus musik menjadi identitas kolektif yang menyatukan suatu bangsa.

Salah satu lagu bernuansa nasionalis adalah lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh WR Soepratman, seorang komponis yang aktif dalam pergerakan kebangsaan. Setelah dinyanyikan pada Kongres ke 2 Pemuda Indonesia pada 28 oktober 1928, lagu tersebut menjadi terkenal dan dijadikan Lagu Kebangsaan Indonesia setelah bangsa ini merdeka. Atas jasa-jasanya menciptakan lagu kebangsaan Indonesia dan menjadikan musik sebagai penggerak Semangat kebangsaan, maka 9 Maret hari lahir WR Soepratman dijadikan sebagai Hari Musik Nasional.

Dewan Pimpinan Pusat PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) bersama LPP Radio Republik Indonesia (RRI), didukung oleh Pertamina, Direktorat Perfilman, Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI bekerja sama untuk merayakan Hari Musik Nasional 2024 dengan menghelat “KONSER MUSIK UNTUK SEMUA” pada Hari Sabtu, 9 Maret 2024, pukul 14.00 – 17.30 WIB di Auditorium Abdulrachman Saleh RRI Jakarta.

Pada hari Selasa tanggal 5 Maret 2024 Jam 13:30 – 16:00 WIB diselenggarakan Talkshow yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pertamina di Auditorium Yusuf Ronodipuro RRI. Pada Sesi ke 1 mengambil tema “Direct Licensing” antara Manfaat dan Mudharat, dengan narasumber Candra Darusman, Dr Mohammad Amin, Prof Dr Agus Sardjono, Sahat M Sidabukke SH, Satriyo Yudi Wahono (Piyu) dan Dharma Oratmangun dengan moderator Johnny Maukar. Sedangkan Sesi 2 mengambil tema “Roadmap Musik Indonesia, peluang ekspor musik” dengan narasumber Jinan Laetittia, Dino Hamid, Kadri Mohamad dan Dwiki Dharmawan dan moderator Budi Ace. Baik Talkshow maupun Konsernya disiarkan secara Live oleh Pro 1 RRi serta Live Streaming oleh RRI Net.

“Ada puluhan penyanyi dan musisi lintas genre dan lintas generasi yang akan akan berkolaborasi menampilkan musik pop, jazz, rock, musik nusantara, musik berbahasa daerah, hingga dangdut. Semuanya mencerminkan tekad kita bersama, bahwa Musik Untuk Semua,” jelas Once Mekel, Ketua Bidang Program PAPPRI. Terlebih di tahun politik ini Musik dapat menyatukan kita semua dalam alunan harmoni, ritmis dan melodi yang indah.

Sekilas sejarah lahirnya Hari Musik Nasional, tidak lepas dari peran aktif PAPPRI sebagai organisasi berhimpunnya para pemusik nasional. Tahun 2013, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, peringatan hari musik pun ditetapkan sebagai perayaan hari nasional, melalui Keppres No.10 Tahun 2013, dengan nama HARI MUSIK NASIONAL, yang kini semakin marak dirayakan oleh berbagai elemen masyarakat.

Musik memiliki peran strategis dalam pembangunan. Musik juga berperan merekatkan dan mempererat kesatuan dan persatuan bangsa. Keragaman seni dan budaya nusantara menjadi modal terbesar kita dalam mewujudkan peran strategis musik. Ketua Umum PAPPRI Tony Wenas, mengemukakan bahwa PAPPRI sebagai wadah organisasi para artis, penyanyi, pencipta lagu dan pemusik tanah air memiliki peran penting dalam mendorong perbaikan ekosistem musik di tanah air.

“PAPPRI yang turut menginisiasi dan mendorong penetapan Hari Musik Nasional berkepentingan memanfaatkan momentum Hari Musik Nasional untuk lebih menggerakkan kesadaran dan apresiasi segenap elemen masyarakat mengenai pentingnya musik dalam keseharian, untuk masa depan serta menjaga kesatuan dan persatuan,” simpul Tony Wenas.

Konser Hari Musik nasional Ke 21 tahun 2024 akan menjadi bukti kongkrit, seberapa kuat dan solid peran para musisi, baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Deretan penyanyi dan grup musik yang akan tampil adalah : Once Mekel, Andy Rif. Kaka Slank, Saykoji, Che Cupumanik, Syaharani, Netta KD, Monita Tahalea, Ita Purnamasari, Ikke Nurjanah, Dwiki Dharmawan, Yovie Widiyanto, Candra Darusman, Adi Adrian, Andre Hehanusa, Marcel Siahaan, Husein Al Atas, Barry Likumahuwa, Dira Sugandi, Sundari & Intan Soekotjo, Tony Wenas, Keenan Nasution, Makara, Faye Risakota, Anna Cassandra, Rina Nose, Novalinda Kolobonso, Rizki Ablah, Sandy Canester, Rayen Pono, 3 Composers, Mansen Munthe, Jimmo, Eka Deli, Konspirasi, Methosa, Lantun Orchestra, Jimbo and Prodigy, Kadri Mohamad, Lita Zen & Dudy Oris.

Melalui musik pesan Kebangsaan dapat diterima dengan penuh suka cita oleh masyarakat, khususnya anak-anak muda. Melalui musik pula semangat patriotisme dan nasionalisme akan terus tumbuh sehingga eksistensi dan ketahanan bangsa akan dapat dipertahankan. Inilah pentingnya peran dan posisi musik dalam gerakan Kebangsaan Indonesia.

Konser ini dipersembahkan untuk memeriahkan hari musik nasional yang ke 21, sebagai langkah untuk mencapai cita-cita besar, mengajak segenap rakyat Indonesia bernyanyi di setiap perayaan Hari Musik Nasional, setiap tanggal 9 Maret, serta menjadi momentum kearifan lokal menjadi basis utama Industri Musik Indonesia,” simpul Dwiki Dharmawan, Sekjen PAPPRI.

Selamat Hari Musik Nasional! Musik Untuk Semua !!

Continue Reading