Connect with us

Entertainment

Rano Karno beri apresiasi tinggi kepada panitia ajang ‘Anugerah Kartini Musik dan Film Indonesia’

Published

on

iMusic.id – Jelang gelaran ‘Anugerah Kartini Musik dan Film Indonesia’, panitia sowan ke Bang Rano Karno untuk minta masukan dan arahan. Panitia yang hadir Nana Mardiana (ketua panitia), Ir. Suparman (penasehat), Sutrisno Buyil (penggagas dan kreator), Andre Dahlan (Project Officer) dan Asrul Arief (humas) diterima di Warung Doel di kawasan Karang Tengah Tangerang Selatan.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu sebenarnya saya nggak mau diganggu, saya mau jualan nasi aja. Tapi karena kalian mau datang, ya, mau tidak mau harus saya terima. Apalagi ada Trisno wartawan senior dan teman lama saya, susah untuk menolak. Maaf saya menerima kalian dengan suasana santai,” kata Rano Karno alias bang Doel kepada panitia ‘Anugerah Kartini Musik dan Film’ yang dikomandoi Nana Mardiana.

Rano Karno, wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih dan bakal dilantik 20 Februari 2025 ini mengaku senang didatangi panitia penghargaan tersebut.

“Saya senang dengan orang kreatif seperti kalian, gagasan kalian menarik. Beda dari yang lain, kalau memang tidak ada agenda yang sangat penting pada malam puncak ‘Anugerah Kartini Musik dan Film’, Insha Allah saya hadir sebagai bentuk dukungan acara ini. Kalau nggak ya istri saya, ‘kan pas kalau istri yang hadir karena acara Kartini,” kata Rano Karno penuh semangat.

Bang Doel yang jkuga mempunyai usaha kuliner ini mengapresiasi panitia yang memberikan apresiasi pada seniman musik dan film yang berprestasi mendunia.

“Setuju kalau penghargaannya tidak sekedar trofi atau penghargaan tapi dalam bentuk kalung dan liontin emas. Ini prestige dan sesuatu banget buat peraih Anugerah.” Kata Rano Karno bangga.

Nana Mardiana selaku Ketua Panitia Anugerah Kartini Musik dan Film merasa surprise, event Anugerah Kartini Musik dan Film Indonesia 2025 mendapat apresiasi dari aktor dan pejabat seperti Rano Karno

“Saya terharu atas sambutan dan apresiasi Bang Rano Karno terhadap event kebanggaan FORWAN dan KAPITA. Mudah-mudahan mendapatkan ridho dari Allah SWT, sehingga dilancarkan acaranya,” ujar Nana Mardiana.

Sementara Sutrisno Buyil selaku ketua umum FORWAN yang juga penggagas ‘Anugerah Kartini Musik dan Film’ berharap event penghargaan khusus penyanyi dan aktris film Perempuan ini juga mendapat sambutan dari pelaku industri film dan musik.

“Saya sangat berharap para peraih Anugerah yang notabene perempuan berprestasi dan hebat di industri musik dan film bisa hadir. Hal ini akan meningkatkan kredibilitas acara kebanggaan Wartawan Peliput hiburan,” ujar Sutrisno Buyil.

Entertainment

Group band Element berduka, Lucky Widja telah berpulang

Published

on

iMusic.id – Kabar Duka datang dari dunia musik tanah air, Lucky Widja salah satu Vokalis Element Meninggal dunia pada Minggu malam (25/1) di Rumah Sakit Halim.

Sahabat yang sekaligus menjadi partner bernyanyinya, Ferdy Tahier mengungkap rasa duka yang mendalam.

“Selamat jalan sahabat gw, ade gw, partner gw di panggung, lo udah tenang, gak sakit lagi, ga butuh cuci darah lagi, gak perlu oxygen lagi,” tulis Ferdy Tahier dalam postingan di Instagram pribadinya @ferdy_tahier, Minggu (25/1).

“Lo happy sekarang udah muda lagi, tenang di sana ya ki. Gw sendirian di panggung nyanyinya sekarang. Semoga gw bisa ya nyanyi sendiri. Semoga lo husnul khatimah. Sampai ketemu lagi kita ya brader,” lanjut dia.

Rencananya, jenazah Lucky Widja akan dimakamkan di TPU Jeruk Purut pada Senin 26 Januari 2026 siang.

Lucky Widjatmoko atau Lucky Element adalah aktor, penyanyi, penulis lagu, dan produser musik Indonesia. Ia merupakan personel dari grup musik Element. Lucky meninggal pada 25 Januari 2026 dalam usia 49 tahun. Selamat Jalan Lucky..

Continue Reading

Entertainment

Basejam luncurkan buku biografi bertajuk “Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade”

Published

on

iMusic.id – Band Base Jam berkolaborasi dengan penulis Ramzy Has, meluncurkan buku biografi berjudul “Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade” pada 15 Januari 2026, bertepatan dengan hari ulang tahun band ke-32 tahun.

Buku ini ber-isi-kan cerita pasang surut perjalanan band dari awal terbentuk di 1994, hingga mampu terus eksis hingga kini. Base Jam sendiri pada era 90an mengalami masa keemasan dengan melahirkan banyak lagu popular seperti “Bermimpi”, “Jatuh Cinta”, “Takkan Berpaling Cinta”, dan tentu saja lagu evergreen “Bukan Pujangga”.

Di usianya 32 tahun saat ini, Base Jam masih terus eksis dan berkarya dengan formasi terakhir Sita Citrasari (Bass), Sigit Wardana (Vokal), Oni Fathoni (Gitar), Alvin Kurniawan (Vokal), dan Jeane Phialsa (Drum).

Cerita di buku biografi ini tak hanya dari sudut pandang para member saat ini, namun juga dari para personil yang pernah bergabung dan para profesional yang pernah berkolaborasi dengan Base Jam seperti mantan vokalis Adon (mantan vokalis), Anya (mantan pemain keyboard), Indrawati Widjaja (Musica Studios, label rekaman Base Jam di era 90an), hingga Dody Is (pemain bas Kahitna yang pernah menjadi music director beberapa album Base Jam).

Dalam bab-bab awal buku ini misalnya, Anya mengungkapkan bahwa pada awalnya ia menolak ajakan Aris (mantan gitaris) untuk membuat lirik yang Anya tulis di buku catatan pribadinya menjadi sebuah lagu. “Ah, gak mau! Gue gak pede (percaya diri)!“ kenang Anya.

Lirik yang dimaksud adalah kumpulan kata dari lagu “Bermimpi”, lagu yang pada cerita perjalanan Base Jam selanjutnya, menjadi lagu perdana yang mempopulerkan Base Jam kepada publik Tanah Air.

Sementara Sigit mengenang betapa terkejutnya dia untuk pertama kalinya mendengar lagu “Bermimpi” yang menjadi single pertama band, diputar di radio. Saat itu ia masih setengah tertidur, dan samar-samar mendengar lagu ini di radio yang berada tak jauh dari tempat tidurnya.

Sementara dalam bab “Base “Bukan Pujangga” Jam”, para personil saat itu, hingga Dody Is, saling melengkapi cerita tentang proses pembuatan lagu “Bukan Pujangga” yang ternyata diciptakan dalam keadaan kepepet, dan aransemen lagunya yang mengalami perdebatan.

Sita, pemain bass Base Jam yang setia menggawangi band ini dari lahir hingga kini mengatakan bahwa buku biografi merupakan salah satu bentuk legacy dari Base Jam. “Melihat ke belakang 32 tahun itu tidak sebentar. Banyak sekali cerita yang sudah dilalui dan semoga pembelajaran ini bisa diambil hikmahnya oleh banyak orang, dari berbagai latar belakang. Betapa perjalanan itu ada pasang surut, ada kompromi dan tentu ada keberhasilan”, ujar Sita.

Sementara Ramzy Has selaku penulis mengaku proses penulisan buku cukup menantang karena perlu mendapatkan cerita dengan banyak pihak untuk mendapatkan ragam perspektif sehingga isi buku bisa semakin kaya.

“Menulis buku ini perlu waktu dua tahun!” ungkapnya. Buku “Dari Band Sepele Hingga Tiga Dekade” sudah beredar dan dapat dibeli dengan mengunjungi link pembelian yang ada pada halaman profil akun Instagram @basejamofficial.

Continue Reading

Entertainment

Ulang Tahun ke-36, Puput Carolina Resmi Jadi DJ Profesional dan Luncurkan Patron Management

Published

on

iMusic.id – Bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-36, Puput Carolina secara resmi mengumumkan perpindahan profesinya dari seorang chef menjadi DJ profesional. Pengumuman ini dilakukan di Patron, Serpong BSD, bersamaan dengan peresmian Patron Management dan sekolah DJ yang ia dirikan. Puput juga mengajak ikut serta Vicky Prasetyo berbagi 100 paket sembako untuk anak yatim dan warga di hari bahagianya itu.

Puput Carolina mengungkapkan bahwa keputusan besar ini berawal dari kecintaannya terhadap dunia musik sejak kecil. Ia mengaku telah lama terlibat di industri entertainment sebagai model, bintang video klip, dan iklan, namun kemudian lebih fokus pada bisnis kuliner dan dunia KTV selama masa pandemi.

“Dari dulu sebenarnya suka banget sama musik, tapi karena kesibukan di modelling, video klip, iklan, dan saat COVID akhirnya lebih banyak fokus ke bisnis. Anak aku juga belajar DJ, tadinya aku cuma produser, akhirnya aku belajar dan tahu bahwa produser itu harus bisa present lagu sendiri,” ungkap Puput Carolina.

Puput Carolina bercerita bahwa proses belajarnya menjadi DJ berlangsung cukup cepat sejak Juli lalu, karena dorongan hobi dan pergaulannya dengan banyak teman DJ.

“Karena hobi ya jadi jiwanya sudah di sana. Jadi dari kompor beralih ke alat DJ,” tuturnya sambil tersenyum.

Puput mengakui bahwa tantangan terbesar dalam transisi profesinya adalah perubahan image di mata publik.

“Orang dulu kenalnya aku chef, sekarang orang tahunya ‘Oh DJ ya sekarang?’ Belum ada exposure sebagai statement, jadi hari ini aku memberikan statement resmi bahwa aku pindah profesi,” jelasnya.

Pada momen yang sama, Puput juga meresmikan Patron Management serta DJ School yang berlokasi di area café miliknya, Patron.

“Aku launching Patron Management karena sekarang serius di musik bersama partner aku. Kita bikin DJ School private one-on-one. Banyak genre di dunia DJ, dan kita ingin membantu anak-anak menemukan genre favorit mereka,” ujarnya.

Puput mengungkapkan sudah tampil di berbagai venue besar, baik di Indonesia maupun luar negeri.

“Aku pernah main di Ibiza, di Amsterdam bareng Reza Arab and the geng, kemudian festival besar di Indonesia dan beberapa club gede di Jakarta,” katanya.

Saat ini Puput telah merilis lagu pertamanya berjudul “Not Tonight” bergenre techno house, dinyanyikan dengan lirik bahasa Inggris. Ia juga tengah menyiapkan lagu berikutnya yang mengangkat budaya Indonesia dengan judul “Bali” yang mengadopsi unsur musik gamelan.

Menggenapkan perjalanan panjangnya di dunia entertainment, Puput mengaku ingin kembali menyalurkan kerinduan terhadap dunia seni musik.

“Pengen hidup sehat, tetap bahagia, didukung teman-teman, dilancarkan rezeki dan Patron Management berjalan baik, begitu juga hubungan keluarga,” harapnya.

“Sukses itu intinya fokus. Jangan mudah menyerah, gas terus pantang mundur, pelajari kesalahan dan terus maju.

Continue Reading