Connect with us

iMusic

Roziana Cindy Ceritakan Cinta Sejati Penuh Pengorbanan di Single “Paling Sejati”, Gandeng Ade Govinda.

Published

on

iMusic.idRoziana Cindy solois perempuan berbakat asal Singapura hadir di dunia musik dengan merilis single debut pertamanya bertajuk “Paling Sejati” di bulan November 2024 ini.

Dalam lagu perdananya ini Roziana Cindy mengajak kita merenungkan makna cinta sejati melalui “Paling Sejati” yang tersedia di semua platform streaming mulai 22 November 2024.

Lagu Milik Roziana Cindy ini merupakan hasil kolaborasi dengan musisi ternama Indonesia, Ade Govinda, ini mengisahkan perjalanan cinta yang tulus, penuh pengorbanan, kesetiaan, dan rasa syukur, baik kepada orang lain maupun pada diri sendiri.

Dengan lirik yang menyentuh hati, melodi yang menenangkan, dan aransemen khas Ade Govinda, “Paling Sejati” tidak hanya menggugah emosi tetapi juga relevan bagi generasi muda di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Video musik lagu ini akan dirilis pada 25 November 2024, memberikan pengalaman mendalam tentang cinta dan semangat mengejar impian. Lagu yang easy listening ini mengisahkan perjalanan cinta sejati penuh pengorbanan dan kesetiaan yang patut disyukuri.

“Paling Sejati” akan tersedia di semua platform streaming mulai 22 November 2024, diikuti dengan rilis video musik pada 25 November 2024.

““Paling Sejati” adalah lagu yang menggambarkan perjalanan emosional saya dalam mencari cinta sejati. Saya rasa tema ini sangat relate dengan banyak orang, terutama anak muda yang juga sedang mencari hubungan yang lebih berarti.” ujar Roziana.

Ade Govinda, yang dikenal luas lewat lagu-lagu hits yang menyentuh hati, juga turut berbicara tentang kolaborasinya dengan Roziana.

“Roziana punya vokal yang luar biasa, dan ‘Paling Sejati’ kami ciptakan untuk menyuarakan rasa cinta yang tulus dan mendalam. Lagu ini mencerminkan perasaan banyak anak muda Indonesia yang sedang mencari cinta sejati yang penuh makna.”kata Ade.

Saat Membawakan Single “Paling Sejati” “Paling Sejati” mengajak kita untuk merenung tentang makna cinta yang sesungguhnya. Dengan lirik yang penuh perasaan dan melodi yang menenangkan, lagu ini berbicara tentang pencarian cinta sejati yang tidak hanya soal perasaan, tetapi juga pengorbanan dan kesetiaan.

Tema lagu ini sangat resonan dengan generasi muda yang sedang mencari hubungan yang lebih mendalam dan penuh arti. Melalui lagu ini, Roziana ingin menjadi simbol bagi anak muda yang mencari makna dalam hidup dan cinta mereka dengan berbagi energi positif lewat inspirasi lagu.

“Paling Sejati” menampilkan melodi alami dan vokal penuh emosi yang dipadukan dengan pengaruh musik Indonesia yang kuat, memberikan pengalaman yang menyentuh hati pendengarnya.

Diciptakan dan diproduksi oleh salah satu komposer terbaik Indonesia, Ade Govinda, lagu ini menggabungkan aransemen musik yang segar, lirik yang menyentuh dengan perpaduan suara yang halus. Ciri khas nuansa musik Ade Govinda terasa di seluruh lagu, membawa alunan musik yang menjadikannya musisi ternama yang menggugah rasa di tanah air.

“Paling Sejati” sudah bisa didengar dan di download di semua platform streaming dan video musik sudah ada di kanal YouTube.

iMusic

Sheryl Sheinafia ceritakan moment lucu lewat single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?”

Published

on

iMusic.id – Pernah nggak sih merasakan nyaman sama orang yang sering cerita sama kalian? Awalnya mungkin cuma curhat santai, tapi lama-kelamaan kok jadi ingin ketemu terus? Logika mungkin bilang “jangan”, tapi hati nggak bisa kompromi nih! Nah cerita ini yang ingin di-capture oleh Sheryl Sheinafia melalui lagu terbarunya berjudul “Siapa Suruh Jatuh Cinta”.

Single “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” dari Sheryl Sheinafia menggambarkan momen tak sengaja di mana logika mulai melambat dan perasaan diam-diam mengambil alih. Awalnya biasa saja, sekadar curhat, lalu entah bagaimana jadi ingin bertemu terus, lebih peka, dan akhirnya sadar bahwa perasaan itu sudah terbaca satu per satu.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta? adalah lagu buat kamu yang awalnya nggak pernah ada niat jatuh cinta, tapi tiba-tiba keterusan hehehehe. Mulainya dari hal-hal kecil yang kelihatannya chill, sampai akhirnya kok jadi lebih dari sekadar sahabat. Canggung, jujur, tapi juga bikin ketawa lebih lepas,” cerita Sheryl Sheinafia.

Menurut Sheryl Sheinafia, Secara emosional, lagu ini hadir sebagai teman di segala suasana. Didengarkan saat galau bisa jadi penghibur, saat bahagia jadi penambah rasa, dan saat bengong bisa bikin senyum-senyum sendiri. Sheryl menyebut lagu ini sebagai lagu “lucu” yang relevan di berbagai kondisi.

Single ini ditulis langsung oleh Sheryl Sheinafia dan diproduseri oleh Will Mara. Di balik nuansanya yang ringan, “Siapa Suruh Jatuh Cinta?” juga membawa pesan tersembunyi, yakni menormalkan ekspresi afeksi tanpa rasa takut terlihat norak atau cringe.

“Siapa Suruh Jatuh Cinta?” sudah dapat menjadi teman bagi yang pernah tak sengaja jatuh cinta dengan kekasihnya di Februari ini.

Continue Reading

iMusic

Societeit de Harmonie kolaborasi dengan Natasya Elvira luncurkan single “Syakara”

Published

on

iMusic.id – Band jazz Indonesia Societeit de Harmonie membuka tahun 2026 dengan merilis single terbaru berjudul “Syakara”, sebuah lagu reflektif yang mengajak pendengarnya untuk berhenti sejenak dari keluhan, kecemasan, dan tuntutan hidup modern, lalu kembali pada satu hal mendasar : rasa syukur.

Judul “Syakara” berasal dari bahasa Arab yang berarti syukur. Lagu ini dirilis menjelang bulan Ramadhan dan sekaligus menjadi single pertama Societeit de Harmonie di tahun 2026, menandai fase baru perjalanan band setelah dua tahun berkarya secara konsisten. Bagi Societeit, momen ini menjadi pengingat untuk memulai tahun dengan kesadaran akan hal-hal baik yang sudah dan masih dimiliki, alih-alih terus terjebak pada kekurangan.

Secara lirik, “Syakara” berbicara tentang kecenderungan manusia untuk terjebak dalam fantasi, harapan, dan penyesalan, memikirkan masa depan yang belum terjadi atau masa lalu yang tak bisa diubah. Padahal, tidak semua hal berada dalam kendali manusia. Meskipun hidup sering kali terasa berat, cara kita meresponsnya tetap bisa dipilih. Bersyukur, sekecil apa pun alasannya, menjadi titik awal untuk melihat hidup dengan lebih jernih.

Pendekatan musikal “Syakara” terasa ringan namun berlapis. Aransemen horns yang digarap Dave Rimba memanfaatkan permainan horn yang saling bertabrakan namun tetap harmonis, merepresentasikan kompleksitas pikiran manusia yang kerap kalut. Kekalutan ini tidak digambarkan dalam nada muram, namun justru hadir dengan nuansa hangat dan gembira, sebuah kontras yang disengaja untuk menegaskan bahwa refleksi dan penerimaan tidak selalu harus dibalut kesedihan.

Kolaborasi dengan Natasya Elvira menjadi elemen penting dalam lagu ini. Selain sebagai vokalis, Natasya juga bertindak sebagai penulis lagu dan project manager, terlibat sejak tahap paling awal. Sosoknya yang masih terbilang muda cocok untuk menyampaikan pesan pendewasaan hidup dengan cara yang terasa dekat dan relevan bagi generasinya, lebih sebagai obrolan antar teman, bukan nasihat yang menggurui. Vokal vintage-nya memperkuat karakter kontemplatif lagu ini.

“Syakara” bukan lagu religi, melainkan lagu reflektif yang inklusif. Lagu ini ditujukan untuk didengarkan dalam keseharian : saat menyetir, berjalan kaki, naik transportasi umum, atau melakukan rutinitas. Dengan nada yang cerah dan lirik yang lugas, “Syakara” mengajak pendengarnya untuk sing away their problems alias melepaskan keresahan melalui nyanyian.

Artwork lagu ini menampilkan figur yang tertawa, sebuah visual yang merepresentasikan gagasan utama “Syakara” : di balik senyum, setiap orang mungkin sedang memikul masalahnya masing-masing. Namun dengan bersyukur dan menerima, beban itu bisa terasa lebih ringan, karena badai pasti berlalu.

“Syakara” juga menjadi bagian dari rangkaian menuju EP “Ulangan”, yang dijadwalkan rilis dua bulan setelahnya. Melalui “Syakara”, Societeit de Harmonie menyampaikan doa sederhana : agar pendengarnya terbebas dari pikiran-pikiran negatif yang membebani hari-hari, dan bisa menjalani hidup dengan lebih ringan bukan karena masalah hilang, tetapi karena rasa syukur kembali menemukan tempatnya.

Continue Reading

iMusic

Amanda Mutia refleksikan kerinduan di single “Peluk”

Published

on

iMusic.id – Amanda Mutia merilis single terbarunya berjudul “Peluk”, sebuah lagu pop ballad yang mengangkat tema kehangatan emosional dan kebutuhan akan kehadiran seseorang di saat perasaan sedang lelah dan rindu. Lagu ini menjadi rilisan perdana dari Project Alfa, sebuah program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada sebagai penerbit musik (music publishing) dan AlfaRecords sebagai label musik.

“Peluk” dari Amanda Mutia merepresentasikan momen ketika seseorang tidak selalu membutuhkan solusi, melainkan pengertian dan rasa aman. Lagu ini hadir sebagai refleksi tentang rindu, kehilangan, dan keinginan untuk tetap merasa ditemani.

Sebagai penyanyi yang dikenal mengekspresikan cerita personal melalui musik, Amanda Mutia menghadirkan “Peluk” dengan pendekatan yang jujur dan intim. Aransemen yang sederhana memberi ruang pada karakter vokalnya yang lembut dan ekspresif, sehingga emosi lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar.

Project Alfa merupakan program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada dan AlfaRecords yang berfokus pada kurasi dan perilisan karya musik, dengan penekanan pada sistem rilis yang jelas serta perlindungan hak cipta bagi para musisi.

Single “Peluk” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi langkah awal perjalanan Project Alfa dalam menghadirkan karya-karya baru dari talenta terpilih.

Continue Reading