Connect with us

iMovies

Serial Drama HBO Original “His Dark Materials” Season 2 Mulai Tayang 17 November Eksklusif Di HBO GO dan HBO.

Published

on

iMusic – Serial HBO Original paling ditunggu HIS DARK MATERIALS Season 2 akan tayang berbarengan waktunya dengan A.S. pada Selasa, 17 November jam 9.00 WIB eksklusif di HBO GO dan HBO, dengan penayangan ulang pada hari yang sama jam 21.00 WIB di HBO. Episode selanjutnya tayang setiap Selasa pada jam yang sama.

Season kedua His Dark Materials dimulai setelah ketika Lyra (Dafne Keen), putus asa atas kematian sahabatnya, memulai perjalanan ke sebuah kota yang aneh dan terbengkalai. Di sini ia bertemu Will (Amir Wilson), bocah dari dunia manusia yang juga melarikan diri dari permasalahan di masa lalu. Lyra dan Will mengetahui takdir mereka terhubung untuk menyatukan kembali Will dengan ayahnya, namun jalan mereka terus digagalkan saat peperangan terjadi di sekeliling mereka. Sementara itu, Mrs. Coulter (Ruth Wilson) mencari Lyra, bertekad membawanya pulang dengan cara apapun.

Pemeran season dua serial ini antara lain (“Lyra”), Ruth Wilson (“Mrs Coulter”), Amir Wilson (“Will”), Ariyon Bakare (“Lord Boreal”), Andrew Scott (“John Parry”), Will Keen (“Father MacPhail”), Ruta Gedmintas (“Serafina Pekkala”) dan LinManuel Miranda (“Lee Scoresby”). Juga bergabung di season ini Terence Stamp (“Giacomo Paradisi”), Jade Anouka (“Ruta Skadi”), and Simone Kirby (“Dr. Mary Malone”).

Episode 1: “The City of Magpies”

Tanggal tayang: Selasa, 17 November jam 9.00 WIB eksklusif di HBO GO dan HBO

Lyra (Dafne Keen) and Will (Amir Wilson) explore a new world. The Magisterium take action on past events. Lee Scoresby (Lin-Manuel Miranda) embarks on a mission. Ditulis oleh Jack Thorne; disutradarai oleh Jamie Childs

Episode 2: “The Cave”

Tanggal tayang: Selasa, 24 November jam 9.00 WIB eksklusif di HBO GO dan HBO

Lyra (Dafne Keen) dan Will (Amir Wilson) menuju ke Oxford untuk mencari jawaban. Magisterium berhadapan dengan sebuah pilihan. Ditulis oleh Jack Thorne dan Francesca Gardiner; disutradarai oleh Jamie Childs

Episode 3: “Theft”

Tanggal tayang: Selasa, 1 Desember jam 9.00 WIB eksklusif di HBO GO dan HBO

Lyra (Dafne Keen) mengabaikan nasihat alethiometer dengan konsekuensi menghadapi mara bahaya. Ditulis oleh Jack Thorne dan Sarah Quintrell; disutradarai oleh Leanne Welham

Episode 4: “Tower of the Angels”

Tanggal tayang: Selasa, 8 Desember jam 9.00 WIB eksklusif di HBO GO dan HBO

Will (Amir Wilson) dan Lyra (Dafne Keen) membuat sebuah rencana, tak menghiraukan bahaya yang mengintai. Ditulis oleh Jack Thorne dan Namsi Khan; disutradarai oleh Leanne Welham

Episode 5: “The Scholar”

Tanggal tayang: Selasa, 15 Desember jam 9.00 WIB eksklusif di HBO GO dan HBO

Will (Amir Wilson) dan Lyra (Dafne Keen) mengatur untuk menyelamatkan apa yang hilang.  Mary (Simone Kirby) melakukan hal tak terduga. Ditulis oleh Francesca Gardiner; disutradarai oleh Leanne Welham

His Dark Materials diproduksi oleh Bad Wolf bekerja sama dengan New Line Cinema untuk BBC One dan HBO. Dengan executive producer Jane Tranter, Dan McCulloch, Joel Collins dan Julie Gardner untuk Bad Wolf; Philip Pullman, Jack Thorne, Tom Hooper; Deborah Forte, Toby Emmerich dan Carolyn Blackwood untuk New Line Cinema; serta Ben Irving dan Piers Wenger untuk BBC.

His Dark Materials season 2, akan tayang berbarengan waktunya dengan A.S. pada Selasa, 17 November jam 9.00 WIB eksklusif di HBO GO dan HBO, dengan penayangan ulang pada hari yang sama jam 21.00 WIB di HBO. Episode selanjutnya tayang setiap Selasa jam 9.00 WIB. (FE)

iMovies

“Catatan Harian Menantu Sinting” siap tayang 18 Juli 2024

Published

on

iMusik.id Soraya Intercine Films mempersembahkan film berjudul “Catatan Harian Menantu Sinting”. Film ini diangkat berdasarkan novel karya Rosi L. Simamora. Cerita yang ada dalam novel tersebut sangat membuat Sunil Soraya tertarik untuk memfilmkannya.

Sunil Soraya selaku produser dan juga sutradara film “Catatan Harian Menantu Sinting” sangat serius dalam menggarap film ini. Butuh waktu lebih dari 5 tahun untuk merampungkan cerita ini karena tidak mudah menterjemahkan cerita novel yang diangkat ke dalam suatu visual film dimana setiap inci suatu adegan sangat diperhitungkan.

Baginya membuat suatu film harus melihat dari seluruh aspek dan dari hati sehingga menghasilkan suatu maha karya, seperti sebelumnya film “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” dan terbukti diterima oleh masyarakat yang ditandai dengan meraih jutaan penonton.

Catatan Harian Menantu Sinting merupakan cerita yang sangat dekat dalam kehidupan kita terutama di masyarakat Batak. Kejelian Sunil Soraya melihat cerita ini membuat semangat menggebu-gebu untuk mengangkatnya ke layar lebar. Dari mulai membedah skenario, pemilihan pemain sampai sutradara pun dilakukan sendiri karena beliau tidak ingin melewatkan setiap jengkal dari proses film ini.

Film Catatan Harian Menantu Sinting menceritakan tentang problematika pasangan baru yang tinggal bersama mertua. Hampir semua pasangan mengalami hal yang sama, dimana penyesuaian antara menantu dan mertua, sehingga menemukan titik kesamaan.

Cerita yang sangat dekat dengan masyarakat, membuat Sunil Soraya begitu mementingkan inti dan alur cerita. Dalam masa pre-production Ariel Tatum dan Raditya Dika melakukan kegiatan reading lebih dari 5 bulan, ini merupakan keseriusan mereka dalam pendalaman materi untuk menjiwai karakter dan membangun chemistry diantara mereka berdua.

Sunil Soraya terjun langsung dalam proses pendalaman karakter ini, dari mulai hal yang terkecil seperti Raditya Dika harus mengubah gaya berjalan menjadi karakter Sahat yang di perankannya, sedangkan Ariel Tatum harus mendalami peran nya dari mulai gaya tubuh, ekspresi menanggapi masalah, reaksi spontan, dan kesabarannya menjadi karakter Minar didalam film “Catatan Harian Menantu Sinting”.

Film “Catatan Harian Menantu Sinting” berhasil menggambarkan konflik sebuah rumah tangga yang sangat relate dan dekat dengan keseharian kita sehingga penonton dijamin akan terwakili dari sudut pandang yang berbeda beda.

Film ini dibalut dengan soundtrack yang apik dari Batas Senja yang berjudul “Terima Kasih” dan “Mungkin Belum Sekarang”. Kedua lagu tersebut membuat film ini lebih berwarna dan begitu menarik untuk dinikmati. Dalam pembuatan lagu ini, mereka selalu berkomunikasi agar menghasilkan lirik dan melodi yang tepat untuk film ini.

Catat tanggalnya Film “Catatan Harian Menantu Sinting” akan tayang di Bioskop kesayangan Anda mulai 18 Juli 2024.

Continue Reading

iMovies

Film “Seni Memahami Kekasih” luncurkan poster dan trailer

Published

on

iMusic.idIDN Pictures merilis teaser poster dan tampilan perdana (first look) film drama komedi romantis terbaru dari produser Susanti Dewi dan sutradara Jeihan Angga, “Seni Memahami Kekasih.” Melalui perilisan teaser poster dan first look, IDN Pictures sekaligus mengumumkan jadwal rilis film pada 5 September 2024.

Teaser poster “Seni Memahami Kekasih” yang dirilis pada 4 Juli 2024 melalui akun Instagram @idnpictures dan @film__smk menampilkan Elang El Gibran sebagai Agus Mulyadi (Agus Magelangan) dan Febby Rastanty sebagai Kalis Mardiasih yang mengenakan helm dan mengendarai sepeda motor, dengan latar belakang para pemeran lain di antaranya Sisca Saras, Devina Aureel, Desy Genoveva, Yusril, dan Benecdivity.

Sementara pada first look “Seni Memahami Kekasih” yang dirilis pada 5 Juli 2024 dan dapat disaksikan melalui akun Instagram @idnpictures dan kanal YouTube IDN Pictures, menampilkan Elang El Gibran dan Febby Rastanty sebagai sepasang kekasih yang sederhana namun jenaka. Keduanya menjalin hubungan percintaan layaknya orang biasa pada umumnya, tetapi pada akhirnya dihadapkan pada kompleksitas hingga terjadi perselisihan dan salah paham. Kisah keduanya dalam “Seni Memahami Kekasih” pun terasa heartwarming dan relatable yang bisa dirasakan banyak orang.

Melalui first look berdurasi 30 detik tersebut “Seni Memahami Kekasih” juga memperlihatkan bagaimana Agus dan Kalis memaknai cinta dan memperjuangkannya. Membuat kisah cinta mereka unik dan membumi dengan yang dialami oleh para pejuang cinta. Selain Elang El Gibran dan Febby Rastanty, first look juga menampilkan Sisca Saras dan Devina Aureel sebagai sahabat Febby.

Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih adalah pasangan penulis. Agus merupakan blogger, penulis buku, dan redaktur sebuah media yang berbasis di Yogyakarta, Mojok.co. Sementara Kalis merupakan penulis dan aktivis yang peduli pada isu-isu perempuan dan sosial. Kisah Agus bertemu dengan Kalis dituangkan dalam buku “Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih” yang memiliki kesederhanaan cerita cinta orang biasa. Pacaran naik motor, kehujanan, dan berteduh sebelum lanjut motoran pakai jas hujan. Kisah sederhana yang akan mewakili banyak kisah cinta orang-orang biasa, dan akan membawa kelucuan nan hangat di dalam filmnya.

Head of IDN Pictures dan Produser “Seni Memahami Kekasih” Susanti Dewi mengatakan film ini mengajak para penonton untuk memahami makna cinta lewat penuturan yang sederhana dan kisah pasangan yang jenaka, namun juga memiliki pesan yang relevan dan kontekstual dengan Gen Z. Menurut Susanti, film “Seni Memahami Kekasih” dapat berbicara ke seluruh kalangan penonton karena isu persoalan memahami pasangan ada di setiap generasi dan lapisan masyarakat.

“Film “Seni Memahami Kekasih” merupakan cerita yang unik dari kisah pasangan Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih, dibalut dengan komedi romantis. Film ini ingin mengajak penonton dalam memahami orang yang kita cintai lewat perjalanan Agus dan Kalis. “Seni Memahami Kekasih” juga relatable dengan Gen Z untuk menjelajahi makna cinta dalam kehidupan yang serba kompleks saat ini, sehingga cerita di film ini akan terasa heartwarming,” kata Head of IDN Pictures dan Produser “Seni Memahami Kekasih” Susanti Dewi.

Film “Seni Memahami Kekasih” merupakan film panjang ketiga dari Jeihan Angga. Sebelumnya, ia telah menggarap “Mekah I’m Coming” dan “Just Mom.” Jeihan juga telah menerima penghargaan di Piala Maya 2021 sebagai Sutradara Pendatang Baru Terbaik dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik. Di film terbarunya, Jeihan ingin menyampaikan perjuangan sepasang kekasih dalam memaknai cinta lewat karakter-karakternya yang sederhana.

“Ketika generasi saat ini dihadapkan pada semakin rumitnya memaknai arti cinta, film “Seni Memahami Kekasih” ingin mengajak para penonton terutama penonton Gen Z dalam menyelami perjuangan menemukan cinta sejati lewat kisah sederhana antara Agus dan Kalis,” kata Jeihan Angga.

Film “Seni Memahami Kekasih” merupakan adaptasi dari buku berjudul “Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih” karya Agus Mulyadi yang menceritakan perjalanan Agus Mulyadi dalam menemukan cinta sejati. Perjalanan romansanya yang tak pernah mulus lalu berubah ketika bertemu dengan Kalis Mardiasih.

Film akan mengikuti perjalanan cinta keduanya yang penuh drama dan kelucuan mereka dalam menyikapi masalah yang menghampiri. “Seni Memahami Kekasih” akan membawa drama komedi romantis yang unik dari kisah cinta orang biasa untuk diikuti.

Ikuti terus perkembangan film drama komedi romantis persembahan IDN Pictures “Seni Memahami Kekasih” melalui akun Instagram resmi @idnpictures dan @film__smk yang akan tayang di jaringan bioskop pada 5 September 2024.

Continue Reading

iMovies

Film “Sekawan Limo” akan segera hibur penonton nasional di awal Juli 2024

Published

on

iMusic.id — Film komedi horor terbaru persembahan Starvision dan Skak Studios yang disutradarai Bayu Skak, “Sekawan Limo” akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juli 2024. Film “Sekawan Limo” membawa hiburan ringan yang meredakan stres kehidupan sekaligus mengajak penonton untuk berdamai dengan masa lalu mereka.

“Sekawan Limo” mengikuti kisah Bagas, Lenni, Dicky, Juna, dan Andrew yang dipersatukan ketika mendaki Gunung Madyopuro. Penjaga pos pendakian mewanti-wanti: Rombongan harus genap, dan dilarang menoleh ke belakang atau akan ada yang mengikuti!

Namun, Mereka gagal mematuhi mitos, dan sepanjang perjalanan terus menerus dihantui. Setelah tersesat hingga malam 1 Suro, akhirnya mereka sadar kalau dari berlima salah satunya bukanlah manusia, dan mulai saling tuduh siapa yang hantu di antara mereka?

“Sekawan Limo” menjadi kolaborasi terbaru Bayu Skak dengan Starvision dan produser Chand Parwez Servia setelah kesuksesan waralaba film “Yowis Ben.” Film “Sekawan Limo” sebagian dialognya menggunakan bahasa Jawa khas Jawa Timuran yang disertai subtitle bahasa Indonesia. Selain menyutradarai, Bayu Skak juga turut bermain dan mengisi soundtrack film berjudul “Gusti, Matur Nuwun”.

Film “Sekawan Limo” dibintangi oleh Bayu Skak, Nadya Arina, Keisya Levronka, Dono Pradana, Benidictus Siregar, Indra Pramujito, Firza Valaza, Devina Aureel, Cak Kartolo, Tini Kartolo, Tri Karnadinata, Beta Sofiansyah, Audya Ananta, Angie Williams, Sarah Tumiwa, Arif Alfiansyah, Cak Ukil, dan lain-lain.

Produser “Sekawan Limo” Chand Parwez Servia mengungkapkan, Bayu Skak akan kembali membawa kesegaran humor ringan universal digabung humor khas Jawa Timuran dengan bumbu horor mitos pendakian gunung. Menurutnya, cerita “Sekawan Limo” akan menjadi sajian hiburan yang mampu membawa penonton rileks sejenak dari penatnya rutinitas.

“Bayu Skak kembali membawa film dengan sebagian dialog berbahasa Jawa dengan sentuhan berbeda dari sebelumnya. Kali ini, melalui “Sekawan Limo” ia ingin menawarkan genre komedi horor yang juga menyinggung soal mitos dalam dunia pendakian gunung di Jawa Timur. Semoga komedi kontemplatif ala Bayu Skak bisa menghibur penonton dan meringankan beban kehidupan atau beratnya rutinitas kita sehari-hari,” kata produser “Sekawan Limo” Chand Parwez Servia.

Sutradara dan pemeran “Sekawan Limo” Bayu Skak menambahkan, meski film ini memiliki unsur horor tapi horor yang dibawa bukanlah kengerian yang membuat merinding ataupun teror. Justru, horor di “Sekawan Limo” ingin ditertawakan dan menjadi hiburan penuh tawa.

Selain itu, melalui para karakter di film “Sekawan Limo” Bayu Skak juga mengungkapkan di film ini ia ingin mengajak penonton agar bisa berdamai dengan masa lalu mereka. Apa yang dibutuhkan adalah menghadapinya, alih-alih lari dan menghindar.

“Horornya tetap bikin tegang tapi enggak bikin capek pas nonton. Film “Sekawan Limo” ingin membawa hiburan ringan yang bisa bikin kita lupa sejenak sama beratnya kehidupan. Melalui film ini saya juga ingin mengajak penonton untuk bisa berdamai dengan masa lalu mereka, apa pun itu situasinya. Entah itu buruk, bahagia, semua ya dihadapi dan jangan menghindari. Itu juga yang akan ditunjukkan di film ini dari para karakternya,” kata sutradara dan pemeran film “Sekawan Limo” Bayu Skak.

Nadya Arina sebagai salah satu pemeran di film “Sekawan Limo” juga mengungkapkan dirinya sangat antusias dengan perilisan film terbarunya tersebut. Menurutnya, film “Sekawan Limo” akan menjadi film komedi horor yang berbeda sekaligus relatable karena selain menggunakan dialog komedi khas Jawa Timuran, filmnya juga memiliki tema cerita seputar pendakian gunung yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia.

“Senang sekali aku bisa berada di antara Mas-Mas Jawa yang kocak semuanya. Karakterku memang enggak berdialog dengan bahasa Jawa tapi berada di lokasi syuting dengan mereka selalu membuatku tertawa. Jadi tentunya kekocakan “Sekawan Limo” juga akan relate dengan banyak penonton,” kata Nadya Arina yang memerankan Lenni.

Saksikan film komedi horor “Sekawan Limo” di jaringan bioskop Indonesia mulai 4 Juli 2024! Ikuti terus perkembangan informasi terbaru film “Sekawan Limo” melalui akun Instagram @sekawanlimo, @starvisionplus, dan @skakstudios.

Continue Reading