Connect with us

iLive

Funky Kopral Rilis Single “Orang Gila” Untuk Sindir Eksistensi Anak Jaman Now

Published

on

iMusic – Masih ingatkan dengan Funky Kopral? band yang kini digawangi oleh Robby (drum), Wisnu Pamungkas (bass), Indra (vokal), dan Coco (gitar) ini kembali meramaikan industri musik Indonesia dengan merilis sebuah single terbarunya bertajuk “Orang Gila” pada 1 Desember 2018 dan bertepatan dengan hari berdirinya Funky Kopral yang ke 20 tahun.

Lagu yang dipersembahkan untuk Funchopat (Fans Funkop) dan diproduseri oleh Bayu Randu ini menceritakan tentang orang yang tergila gila akan eksistensinya di lingkungan dia sendiri yang akhirnya menghalalkan segala cara untuk tetap eksis dan dipandang wah di mata orang orang disekitarnya.

Kondisi ini sering kita temui di era millenial ini, dan fenomena ini yang membuat Funky Kopral berekspresi sehingga terciptalah single Orang gila ini.

Single ini juga mendapat balutan musik funk era 80 hingga 90, sehingga kental dengan aransemen yang bebas dan liar.

“Dari tema liriknya ini sebenarnya orang gila ini sendiri menggambarkan situasi sosial di masyarakat kita lah ya, ini kita sekarang lebih universal, banyak orang disana gila, menghalalkan segala cara” ujar Indra (Vokais).

Funky Kopral sendiri berdiri pada 1 Desember 1998 dan sudah menelurkan beberapa album, diantaranya adalah Funchopat (1999), Funkadelic Rhythm And Distortion (2000), Lembaran Baru (2006), Funky Kopral (2010), Street Funk (2013) serta 1 album kolaborasi dengan Setiawan Djody berjudul Misteri Cinta (2003).

Funky Kopral bersama Musicblast.id berharap bisa memberikan kontribusi yang positif di industri musik Indonesia khususnya penggemar musik Funk.

 

 

(Tito/iMusic)

iLive

Usai rilis album ke 4, Denny Frust tur keliling China

Published

on

By

iMusic.id Denny Frust adalah Penyanyi Solo yang besar di skena SKA, Reggae, Soul. Denny Frust yang mendapat julukan The Indonesian Prince Of SKA saat dia membuka konser Johnny Osbourne (Jamaican Godfather) di Singapore 2017 silam.

Pada akhir bulan Mei lalu, Denny Frust telah merilis album ke-4 yang berjudul It’s Alright. Sudah menjadi tradisi Denny Frust untuk melakukan Tour pada setiap rilisan album. Dari kota kota di Indonesia, sampai kota kota di negara negara Asia Tenggara bahkan sampai ke Taiwan.

Dalam rilisan album It’s Alright kali ini, setelah Denny Frust melakukan tour di wilayah Indonesia Tengah, dan Timur, Denny Frust mendapatkan kabar, dan berkesempatan untuk berkunjung ke China.

Setelah beberapa kali diskusi dengan promotor setempat, akhirnya Denny Frust mendapatkan jadwal untuk melakukan show di 2 kota di Beijing (21 Juni), Shanghai (22 Juni), dan di 23 Juni Denny Frust juga mendapatkan undangan untuk tampil secara Acoustic di sebuah Taco Bar di Shanghai yang dimiliki oleh warga negara Amerika.

Setelah 3 hari berturut turut melakukan pertunjukan musik, Denny Frust juga mendapat suatu kehormatan untuk melakukan rekam video Live Acoustic, dengan Media setempat bernama TMS Live Shanghai. Yang mana video tersebut direkam di depan bangunan yang merupakan salah satu ikon music tertua di Shanghai, dan tempat itu Bernama YUYINTANG Live House, yang ditutup selamanya oleh pemerintah setempat, tepat 2 hari setelah Denny Frust melakukan rekam video.

Ini adalah kali pertama Denny Frust berkunjung, dan melakukan show di China. Hal unik yang didapat oleh Denny Frust dan team adalah, bahwa audience yang hadir dalam show di masing masing kota, tidak hanya pecinta musik dari negara China sendiri, tapi juga banyak warga dari negara negara lain dari benua Eropa dan Amerika.

Berbeda dengan Negara lain yang pernah Denny Frust kunjungi, di China regulasi terkait konser musik cukup ketat. Sebelum hari keberangkatan, selain proses dokumen, Denny Frust dan Team juga harus melampirkan daftar lagu yang akan dibawakan, beserta lirik lengkap. Otoritas setempat akan mengkoreksi terlebih dahulu. Apabila ada lagu yang mengandung tema Pemberontakan, Perlawanan terhadap penguasa, maka lagu tersebut tidak boleh dibawakan, dan harus diganti dengan lagu lain yang “aman”.

Namun, semua jadwal tetap berjalan lancar, dan menyenangkan. dari Press Conference, hingga show di 3 tempat, dan live acoustic untuk media setempat.

Demikian reportase singkat tentang perjalanan Denny Frust yang sudah mampu menembus pasar di luar Asia Tenggara, dengan album baru nya yang berjudul “It’s Alright”. Terima Kasih.

Continue Reading

iLive

Prison Of Blues Diserbu Kawanan Zombie Di Festival Psychobilly Terbesar Dunia

Published

on

By

iMusic.id Prison Of Blues sukses gemparkan penggemar psychobilly di Eropa, band yang membawakan tema horor indonesia ini benar benar membuat fans di eropa tidak beranjak dari main venue. Mereka serius menyimak setiap lagu dengan baik dan ikut bernyanyi bersama. Sebagai track pembuka, band ini memainkan lagu anthem mereka yang berjudul “Indonesia Psycho” yang menceritakan kejadian horor di Indonesia, sebagai lagu pembuka, drummer baru Prison Of Blues “Endy” memainkan alat musik tiup tradisi dari minang “Serunai” yang kemudian disambut sound synth dan hammond dari gitaris Bayu Randu sebelum di hajar dengan kencang oleh frekuensi low dari basist Aal dan teriakan nyanyian Bowo. Menjadi hal baru bagi penggemar psychobilly adanya instrument tradisi dan juga instrument modern synthisizer menjadikan karakter yang kuat dan daya tarik bagi band ini.

Antusias penggemar Prison Of Blues juga mengejutkan personilnya sendiri.

“Setelah turun panggung saya sendiri kaget dan tidak percaya band ini mendapat antusias yang diluar ekspektasi saya, banyak sekali yang ke backstage untuk foto dan mengajak ngobrol dengan kami, kebanyakan menanyakan alat musik yang kita mainkan karena ini unik” ujar Bayu Randu.

Bowo juga menambahkan bahwa sebagian besar mereka datang untuk khusus menonton Prison Of Blues

“ini moment yang sangat ditunggu penggemar kami disini, banyak yang datang khusus buat kami, mungkin karena tahun lalu kami gagal berangkat ke festival ini” tambah Bowo.

Prison of Blues diundang dalam sebuah konser Psychobilly terbesar dunia yang bernama “Psychobilly Meeting”, acara ini diselenggarakan di Santa Suzana, Barcelona, Spanyol pada 2-9 Juli 2024. Event ini juga sekaligus merayakan ulang tahun ke-30 Event Psychobilly Meeting tersebut. Mereka berbagi panggung dengan band-band Psychobilly legendaris seperti Mad Sin, Nek Romantix, Demented Are Go, The Rumjack, King Kurt dan lain lain. Prison of Blues menjadi band pertama dari Asia Tenggara yang diundang tampil dalam acara berskala internasional di Spanyol tersebut.

Selain diundang Pada Psychobilly Meeting di Santa Susanna Spanyol tanggal 02-09 Juli 2024, Prison of Blues juga mendapat Undangan untuk turut bermain di 2 Festival lain yaitu Storfaktor Festival dan Crazy Dayz Festival. Crazy Dayz Festival diselenggarakan di kota Cham Jerman, selama dua hari. Festival yang diselenggarakan pada tanggal 12 dan 13 Juli 2024 ini, berisikan band-band dari beragam genre. Band-band yang akan bermain di Festival tersebut, diantaranya Psycho dad (Heavy Metal Covers – Germany), Freddy Locks (Reggae – Portugal), Heischneida (Bayerischer Rock, Ska, Funk. Gypsy Blues – Bavaria), Ace Kool (Hardcore – Mexico), Deadbeatz (Blues Punk – Austria), dan Prison Of Blues (Psychobilly – Indonesia).

Selain itu band ini akan berada di Eropa selama kurang lebih 3 minggu dan akan bermain di 15  gigs yang skalanya lebih kecil di berbagai kota di Eropa. Pada tour kali ini disupport oleh Kemendikbud dan Kemenparekraf.

Continue Reading

iLive

DWP kembali digelar di Jakarta

Published

on

iMusic.id Ismaya Live telah mengumumkan tanggal penyelenggaraan Djakarta Warehouse Project 2024 (#DWP24). Pada tahun ini, #DWP24 akan kembali diselenggarakan di Jakarta, Indonesia pada 13, 14, dan 15 Desember 2024. Tanggal #DWP24 telah diumumkan melalui video aftermovie dari #DWPXV yang telah dirilis. Video tersebut menampilkan momen-momen terbaik dari edisi anniversary ke-15 yang diadakan di Bali tahun lalu, sekaligus memberikan gambaran mengenai keseruan yang akan datang di #DWP24.

Djakarta Warehouse Project juga baru saja meraih DJ Top 100 Festivals yang dilansir oleh DJ Mag. Prestasi ini semakin memperkuat posisi DWP sebagai festival musik elektronik terkemuka di kancah internasional. Argi Wibawa, Brand Manager Ismaya Live, mengatakan, “Kami sangat antusias untuk membawa kembali Djakarta Warehouse Project ke Jakarta. Setelah sukses mengadakan di Bali, kami berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman yang sama di edisi tahun ini. Kami tidak sabar untuk melihat para penggemar berkumpul dan merayakan musik elektronik bersama di #DWP24.”

Nantikan pengumuman-pengumuman menarik lainnya, termasuk pengumuman lineup, pengalaman eksklusif, dan kejutan lainnya yang akan membuat Djakarta Warehouse Project tahun ini menjadi pengalaman tak terlupakan. Untuk mendapatkan informasi lengkap, pengunjung dapat pre registrasi melalui link dwpfest.com.

Continue Reading