iMusic – “MenjemputJodoh” merupakan single ketiga yang dirilis Armada di tahun 2020 ini. Lagu
bernuansa upbeat ini merupakan lagu ciptaan Mai sang gitaris. Untuk liriknya sendiri diciptakan oleh Mai, Andit dan Rizal.
“Sebenarnya lagu ini
bercerita secara umum ya. Tentang orang yang bekerja keras untuk mendapatkan
kekasih hidupnya. Menjemput jodohnya lah istilahnya,” Kata Mai tentang isi
lirik lagu “Menjemput Jodoh”.
“Tak mundur walau selangkah,
hadapi rintangan berliku,” “Penggalan lirik itu mewakili perasaan orang
tersebut banget, bagaimana dia maju terus pantang mundur demi menjemput
jodohnya,” tambahnya lagi.
Dengan irama yang catchy, lagu ini dengan mudah
disukai banyak kalangan dan tentunya dengan lirik yang “dekat” dengan kehidupan
kebanyakan orang di dunia ini.
Ada yang unik juga dari videoklip lagu ini. Video klip lagu “Menjemput Jodoh”
dibuat dengan tema game dan animasi 8-bit. Pada video klipnya bisa kita saksikan keseruan sang tokoh utama
game tersebut mencari dan mendapatkan jodohnya.
Lagu ini akan tersedia pada
tangal 11 September 2020 di platformstreamingdigital berbarengan dengan video klipnya tayang di YouTube di hari yang sama.
Armada terbentuk pada tahun 2007.
Band ini beranggotakan empat orang yaitu Rizal (vokal), Mai (gitar), Andit
(drum), dan Endra (bass).
Di tahun 2008 Armada merilis album perdananya yang berjudul ‘BalasDendam‘, album yang membuat namanya makin dikenal banyak
orang. Sukses dengan album pertamanya, Armada pun merilis album kedua mereka ‘HalTerbesar’ pada tahun 2009. Album ini sangat terkenal dan
disukai banyak penggemarnya, terutama dua single jagoan yang terdapat
didalamnya yaitu “MauDibawaKemana” dan “BukaHatimu“.
Dua dari empat album mereka yaitu ‘SatuHatiSejutaCinta’ (2012) dan ‘PagiPulangPagi’ (2014) mendapatkan predikat multi-platinum karena penjualannya CD nya melebihi
100.000 keping per-albumnya (>700 ribu copy untuk’Satu Hati Sejuta Cinta’
dan > 250 ribu copy untuk ‘Pagi Pulang Pagi’).
Armada merupakan salah satu dari lima besar band di Indonesia dengan jumlah fans terbanyak. Jumlah PASUKAN ARMADA
(panggilan untuk para penggemar Armada) yang terdapat di FacebookPage mereka mencapai lebih dari 5 juta orang. Sedangkan followers mereka di Instagram dan Twitter ada sebanyak 250 ribu.
Single Armada yang berjudul “AsalKauBahagia” merupakan salah satu videolirik dari Indonesia yang paling banyak ditonton di YouTube. Sampai januari 2019, video yang berada pada YouTube channel Armada yang mempunyai jumlah subscribers sebanyak 1 juta subscribers tersebut sudah ditonton sebanyak 350 juta kali. (FE)
iMusic.id – Clownsuffer resmi memperkenalkan “Drag Me Out” sebagai debut single mereka di ranah modern metalcore. Lagu ini bukan sekadar langkah awal dalam diskografi, melainkan pembuka dari rangkaian album yang telah mereka siapkan secara menyeluruh sejak terbentuk pada 2023.
Clownsuffer terdiri dari Iyas (Vocal), Kittink (Lead Guitar), Agam (Guitar), Toro (Bass), dan Hendra (Drum). Materi yang mereka kembangkan dirancang sebagai satu kesatuan karya yang saling terhubung, sehingga setiap rilisan menjadi bagian dari alur musikal dan emosional yang lebih luas.
Di balik “Drag Me Out” terdapat fase personal yang tidak ringan bagi para personel Clownsuffer. Selama proses penulisan dan produksi, masing-masing menghadapi dinamika hidup yang cukup kompleks. Tekanan tersebut tidak dihindari, melainkan diterjemahkan menjadi energi kreatif. Lagu ini lahir dari pengalaman yang nyata, bukan sekadar gagasan konseptual.
Secara musikal, “Drag Me Out” tampil dengan intensitas konstan Clownsuffer dari awal hingga akhir, menghadirkan struktur padat dan minim jeda yang menciptakan sensasi terdesak. Riff agresif, dinamika yang rapat, serta vokal yang ekspresif membangun atmosfer yang selaras dengan lirik tentang konflik internal, keterjebakan dalam pilihan, dan dorongan untuk merebut kembali kendali.
Lagu ini tidak hadir sebagai permintaan untuk diselamatkan, melainkan sebagai pernyataan untuk keluar dengan kesadaran dan keberanian. Single ini menjadi pintu masuk menuju rilisan berikutnya. Alih-alih melepas album secara penuh, Clownsuffer memilih strategi perilisan bertahap, memperkenalkan setiap lagu sebagai bagian dari narasi yang berkembang secara berkelanjutan.
Aspek visual menjadi elemen penting dalam identitas proyek ini. Artwork untuk “Drag Me Out” digarap oleh @lime_hystrixx, young illustrator yang menghadirkan visual simbolik melalui elemen mata, tangan, ular, dan rantai sebagai representasi tekanan serta pembebasan. Proses kreatif berlangsung kolaboratif antara band, ilustrator, producer, serta tim mixing & mastering guna menjaga kesinambungan konseptual di setiap rilisan.
“Drag Me Out” kini telah tersedia di berbagai platform streaming digital. Melalui rilisan ini, Clownsuffer menegaskan posisinya sebagai band modern metalcore dengan visi jangka Panjang, membangun karya yang tidak hanya intens secara musikal, tetapi juga memiliki fondasi naratif dan konseptual yang jelas sejak awal.
iMusic.id – Bassis legendaris sekaligus salah satu pendiri grup rock God Bless, Donny Fattah, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, dalam usia 76 tahun.
Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless pada pukul 11.40 WIB.
“Berita duka cita. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist sekaligus salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis akun tersebut.
Manajemen band itu juga memohon maaf atas segala kesalahan almarhum serta mendoakan agar amal dan kebaikan Donny diterima di sisi Tuhan.
Donny Fattah dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan musik rock Indonesia. Bersama Ahmad Albar, Ian Antono, dan sejumlah musisi lainnya, ia mendirikan God Bless pada 1973 yang kemudian menjadi salah satu band rock paling berpengaruh di Tanah Air.
Sejumlah album God Bless yang dirilis pada era 1970–1980-an menjadi tonggak perkembangan musik rock Indonesia, di antaranya God Bless (1975), Cermin (1980) dan Semut Hitam (1988).
Selain dikenal sebagai pemain bass, Donny juga terlibat dalam proses penciptaan berbagai lagu God Bless yang kemudian menjadi karya penting dalam katalog musik band tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Donny diketahui menjalani perawatan akibat sejumlah masalah kesehatan, antara lain serkopenia, penyumbatan vaskular serta penyakit autoimun. Ia juga mengonsumsi obat jantung setelah menjalani pemasangan ring pada 2012.
Meski kondisi kesehatannya menurun, Donny tetap berusaha tampil bersama God Bless dalam sejumlah kesempatan.
Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar musik rock Indonesia. Ucapan belasungkawa pun mengalir di berbagai platform media sosial.
Warisan karya dan kontribusinya dalam musik rock Indonesia diperkirakan akan terus dikenang oleh generasi berikutnya (RR)
iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.
Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.
“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.
Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.
“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.
Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.
“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.
Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.
Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.