iMusic.id – ‘Summerlane’, band pop-punk asal Jakarta ini kembali mencuri perhatian dengan rilisan terbaru mereka, singel berbahasa Indonesia berjudul “Dewasa Denganmu.” Lagu ini melanjutkan semangat liar dari singel sebelumnya, “Sebelum Selamanya,” dengan sentuhan kreatif yang lebih mendalam dan hook yang semakin memikat. “Dewasa Denganmu” bukan sekadar lagu namun ini adalah ungkapan penghargaan mendalam terhadap orang tua. Liriknya menyoroti upaya untuk menghargai setiap momen dan merayakan kenangan indah di tengah laju waktu yang cepat.
Ditulis oleh Ochin, vokalis utama Summerlane, lagu “Dewasa Denganmu” menekankan pentingnya menghargai orang tua secara mendalam. Aransemen gitar Joe dan Vicky menambah dimensi pada pesan liriknya, menciptakan pengalaman auditori yang kaya dengan nuansa nostalgia, penyesalan, dan harapan. Melalui perpaduan harmonis antara lirik yang penuh makna dan aransemen musikal yang menyentuh, lagu ini tidak hanya mempertegas nilai-nilai emosional yang disampaikannya, tetapi juga membawa pendengar dalam perjalanan introspektif yang mengesankan.
“Dewasa Denganmu” adalah karya brilian yang menunjukkan dedikasi Summerlane dalam mengeksplorasi cakrawala musikal mereka. Menggabungkan produksi inovatif dengan sentuhan artistik khas, lagu ini merayakan esensi musik era 90-an dan awal 2000-an dengan nuansa British yang memikat. Menurut Joe, yang berterima kasih atas gitar pertama dari mendiang ayahnya, “Eksperimen dalam rock dinamis, grunge introspektif, dan pop enerjik menciptakan pengalaman audio yang semangat dan liar.” Keberhasilan produksi lagu ini juga berkat kontribusi Fachrizal Achmad sebagai Music Director.
Evoto
Dalam penampilan panggung terbaru mereka, Summerlane dengan cerdas memperkenalkan “Dewasa Denganmu” ke dalam set-list yang memukau. Kekuatan emosional lagu ini menciptakan resonansi yang kuat dan menyentuh hati pendengar. Penampilan lagu ini memicu reaksi luar biasa dari audiens umum dan penggemar setia mereka, Summerbones, membuktikan daya tarik emosionalnya yang tak tertandingi. “Kami yakin lagu ini akan menjadi favorit di hati semua penggemar musik,” tegas Vicky.
Memasuki tahun ke-9 sejak berdiri pada 2015, SUMMERLANE telah sukses meluncurkan dua mini album: This Will Carry On Without You (2017) dan Hope, Fear, Everything in-Between (2023). Dengan hits seperti ‘Move Along’, ‘Frenemy’, ‘Sebelum Selamanya’, dan ‘Sweet Escape’, band ini terus meraih kesuksesan. Kini, Summerlane diperkuat oleh vokalis Rizki Prayosi, serta gitaris Johan dan Vicky Rivaldi. Penampilan LIVE mereka semakin memikat berkat kehadiran Ikmal Tobing di drum dan Fahrizal Achmad di bass, menjadikan setiap show mereka penuh energi dan magnetis.
Evoto
Single “Dewasa Denganmu” dirilis secara independen oleh Summerlane pada 6 September 2024 di berbagai platform digital. Video liriknya, yang diproduksi oleh Johan & Gilang Ridzky dan diedit oleh Adriansyah Anugrah, akan tayang di YouTube pada 12 September 2024. Cover art, juga dirancang oleh Adriansyah Anugrah, dengan sukses menangkap esensi visual lagu ini.
“Dewasa Denganmu” tersedia untuk didengarkan di berbagai platform musik digital, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, Amazon, TIDAL, TikTok Music, Deezer, TREBEL, dan Langit Musik.
iMusic.id – Difki Khalif dan Prinsa Mandagie berkolaborasi dalam proyek spesial untuk menghidupkan kembali lagu populer era 2000-an, “Seandainya”. Kolaborasi ini menjadi ruang eksplorasi musikal bagi keduanya, sekaligus menghadirkan interpretasi baru atas lagu yang telah melekat di memori banyak pendengar.
Proyek ini terwujud melalui kolaborasi lintas label antara Musica Studios dan Sony Music yang membuka ruang bagi para artis untuk menafsir ulang karya-karya populer. Dari beberapa pilihan lagu, Prinsa Mandagie menjatuhkan hati pada “Seandainya”, karya band era 2000-an Vierratale (yang sebelumnya dikenal sebagai Vierra).
“Banyak orang tumbuh bersama lagu ini, termasuk aku,” ungkap Prinsa Mandagie. Lagu tersebut memang menjadi salah satu anthem galau yang mewarnai masa remaja generasi 2000-an.
Kolaborasi Prinsa Mandagie dengan Difki Khalif, yang memiliki latar belakang sebagai anak band, menjadi elemen penting dalam proses kreatif ini. Sebagai dua solois dengan karakter vokal berbeda, mereka menjalani workshop untuk menemukan chemistry serta pembagian bagian vokal yang paling harmonis.
“Kami memang punya range suara berbeda, jadi workshop membantu kami menentukan siapa menyanyikan bagian mana supaya tetap harmonis,” jelas Difki.
Meski berasal dari latar musikal yang berbeda, keduanya justru menemukan energi baru dalam proyek ini. Aransemen “Seandainya” dibuat lebih emosional dan segar dengan tambahan sentuhan orkestra, memperkuat karakter pop-rock yang ingin mereka hadirkan.
Bagi Prinsa, pengalaman ini terasa berbeda dari karya-karyanya yang biasanya bernuansa dewasa dan sentimental. “Tantangannya bukan hanya membawakan ulang, tapi bagaimana membuatnya terasa segar, tetap akrab, namun punya warna kami sendiri,” katanya.
Kolaborasi ini juga menjadi ruang belajar bagi keduanya. Prinsa mengeksplorasi sisi lain dari jangkauan vokalnya, sementara Difki beradaptasi dengan dinamika duet yang menjadi pengalaman baru baginya. Proses harmonisasi vokal dirancang oleh Barsena Bestandhi, yang memastikan dua warna suara berbeda tersebut dapat menyatu dengan mulus.
Proses kreatifnya tidak selalu mudah. Mereka mencoba berbagai opsi pembagian suara, menyesuaikan range dan karakter masing-masing hingga menemukan keseimbangan yang tepat. Perbedaan justru menjadi kekuatan yang membuat versi ini terasa segar dan unik.
Momen paling berkesan terjadi saat sesi preview akhir. Ketika aransemen lengkap termasuk elemen orkestra mulai terdengar utuh, keduanya merasakan lagu ini menemukan bentuk barunya: emosional, enerjik, namun tetap mempertahankan esensi lagu aslinya. Seperti yang diungkapkan Prinsa, “Ini bisa jadi versi yang berbeda, tapi tetap familiar.”
“Seandainya” versi Difki Khalif dan Prinsa Mandagie sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital di Februari 2026.
iMusic.id – Maestro musik Indonesia, Yovie Widianto, kembali menghadirkan karya terbaru lewat kolaborasi yang terasa segar dan hangat. Kali ini, ia menggandeng grup vokal muda KIM yang beranggotakan Arsy Widianto, Rachel (nama belakang), dan Gusty Pratama, bersama penyanyi dengan warna vokal lembut yang khas, Neida Aleida.
Lagu ini dibuka dengan intro a cappella yang intimate, menyoroti kualitas vokal yang menawan, kemudian musik berkembang menjadi komposisi yang kaya namun tetap terasa ringan dinikmati. Siapa sangka, lagu legendaris Yovie Widianto yang begitu sendu dapat diaransemen dengan matang memadukan pop yang elegan dengan sentuhan Light R&B yang smooth, menciptakan suasana yang modern tapi tetap terasa timeless.
Kolaborasi ini terasa seperti pertemuan dua generasi dalam satu ruang yang sama dengan pengalaman panjang dan energi muda saling melengkapi. Vokal yang berpadu dinamis, saling mengisi tanpa saling mendominasi. Produksi musik dari Yovie Widianto terdengar clean dan polished, tapi tetap menyimpan kehangatan yang membuat lagu ini terasa dekat.
Daya tarik lagu milik Yovie Widianto ini tidak datang dengan cara yang berlebihan. Justru sebaliknya, tumbuh perlahan. Semakin sering didengar, semakin terasa detail-detail kecil yang membuatnya istimewa: harmoni yang rapi, groove yang halus, hingga lirik yang meninggalkan kesan.
Dengan nuansa yang elegan namun tetap mudah dicerna, kolaborasi ini membuat karya sang maestro Yovie Widianto menjadi relevan bagi semua generasi dan menjadi sebuah rilisan yang meninggalkan dampak di kancah musik Indonesia.
iMusic.id – ‘The WAW’ atau dikenal dengan ‘Th3 WAW’ adalah sebuah band project yang beranggotakan Wawan ex Dewa 19 , Arief Blingsatan dan Wawan Klantink yang di bentuk di Surabaya bulan Februari 2026.
Nama ‘WAW’ dari ‘Th3 WAW’ diambil dari inisial nama depan personilnya (Wawan Juniarso, Arief Blingsatan, Wawan Klantink)
‘Th3 WAW’ mengkonsep musiknya sebagai sebuah crossover dari karakter bermusik masing – masing personilnya menggabungkan antara hard rock , pop punk dan Musik folk jalanan.
Latar belakang personil band ‘Th3 WAW’ ini sangatlah menarik, Wawan Juniarso” adalah ex Drumer Dewa 19 formasi “Struggle” dari era band sekolahan hingga meledakan album pertama di industri musik nasional dan tidak menikmati popularitas band ini sejak keluar di tahun 1994
“Darma Arief” atau dikenal dengan ‘Arief Blingsatan’ adalah frontman dari band Punk “Blingsatan” yang mempunyai karakter yang kuat merupakan penggiat musik skena sejak era 90an, sedangkan “Wawank” atau dikenal dengan “Wawan Klantink” adalah sosok musisi jalanan yang talentanya telah teruji di dunia hiburan nasional lewat berbagai ajang berbakat bersama ‘Klantink’ dan merupakan salah satu icon musik Surabaya.
Mereka dipertemukan lewat “studio jamming” kemudian berlanjut dengan proses berkarya di sebuah studio rekaman ‘Maca Records’ yang terletak di Porture Studio Surabaya, turut membantu proses recording, mixing dan mastering adalah Cakra dan Rico dari ‘Laopan jaya’ sebagai Additional gitar.
Single perdana yang berjudul “Tuek Gaya” ini sengaja menggunakan bahasa Surabaya dalam penulisan lirik sebagai respresentatif bahasa cangkrukan atau bahasa obrolan arek Suroboya dengan musik yang bernuansa rock 90’s dimana beat hard rock bertemu dengan sound punk rock dengan notasi vocal rock alternative
Lagu ini bercerita tentang problema yang biasa ditemui di kalangan tongkrongan yaitu tentang kesombongan seseorang terhadap sahabat – sahabat lamanya karena kesuksesanya. Hal klise dalam dunia pergaulan yang menjadikan alasan kami mengangkat tema ini.
“Ada 2 hal yang yang mendasar yang kami sampaikan di lirik lagu “urakan” ini adalah …”ilingo menungso pasti matek, iling Ndunyo pasti entek (ingatlah manusia pasti mati, ingatlah dunia pasti habis / kiamat)”, pesan ini juga sebagai “Self remainder” bagi kami” ujar personil Th3 WAW.
Sedikit membedah judul lagu “Tuek Gaya”, “tuek” ini kata-kata slank Surabaya yang diambil dari kata “Metuwek” yang berkonotasi sok tua atau sok lebih segalanya dan Kata “Gaya” yang bukan berarti “Style” dalam arti harafiah melainkan berarti ” Sombong ” dalam bahasa cangkrukan.
Di bulan Februari ini tepat pada hari jumat tanggal 27 kami ‘Th3 WAW’ merilis single “Tuek Gaya” bersama musik videonya yang bisa disaksikan di kanal youtube ‘Th3 WAW OFFICIAL’, sementara itu single “Tuek Gaya” juga bisa di dengar di berbagai Platform Digital.