Connect with us

iLive

Synchronize Festival 2019 Tinggal Sepekan Lagi

Published

on

iMusic – Dalam waktu kurang dari dua pekan, Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, akan kembali dihadiri oleh puluh ribuan festival-goers Indonesia. Mereka akan merayakan musik Tanah Air lewat perhelatan Synchronize Festival 2019 yang tepatnya diselenggarakan pada 4, 5, dan 6 Oktober mendatang. Tercatat ada 131 musisi Indonesia yang telah diumumkan, lintas generasi, genre, dan daerah kelahiran yang siap untuk meramaikan.

Memasuki edisi keempat Synchronize Festival, pihak penyelenggara yaitu demajors dan Dyandra Promosindo tetap konsisten menghadirkan deretan penampilan spesial yang pantang untuk dilewatkan. Bagi yang mengikuti sepak terjang festival ini sejak edisi perdananya, pasti masih ingat betul perasaan tak terbayarkan menyaksikan langsung sang raja Rhoma Irama beraksi di atas panggung. Ada pun di edisi kedua, giliran getaran meneduhkan dari legenda folk pop, Ebiet G Ade, hingga maestro jazz, Bob Tutupoly. Sedangkan di edisi ketiganya pada tahun lalu, Synchronize Festival mendatangkan reuni yang sangat jarang terjadi antara Dewa19 dengan Ari Lasso sekaligus Once Mekel.

Tahun ini daftar penampil Synchronize Festival juga memiliki daya kejut yang tak diantisipasi sebelumnya. Salah satunya datang dari nama sang veteran campursari, Didi Kempot. Musisi yang menjabat sebagai The Godfather of Broken heart ini siap memandu keluh kesah kehidupan percintaan ribuan penonton Synchronize Festival 2019.

Tidak hanya sang pelantun “Cidro” sebagai musisi berstatus legenda yang akan tampil di festival ini, konduktor kawakan, Erwin Gutawa, akan tampil dalam tema spesial yaitu membawakan karya-karya mendiang Chrisye dengan tetap menghadirkan vokal aslinya. Gitaris jazz Tanah Air, Jopie Item, pun akan tampil bersama kolektif gitaris andal Six Strings. Ada pula kehadiran sang vokalis bosanova veteran, Rien Djamain, yang akan berkolaborasi dengan penulis lagu teruji, Mondo Gascaro.

Dalam sektor bernostalgia, Synchronize Festival 2019 menembus di segala sisi. Clubeighties, band pop besar kelahiran ‘The School of Rock’ Institut Kesenian Jakarta, akan tampil bersama dua mantan personelnya yaitu Deddy Mahendra Desta dan Vincent Ryan Rompies. Sedangkan pasukan death metal nomor satu Indonesia, Deadsquad, akan merayakan album Horror Vision bersama drummer Andyan Gorust dan pemain bas Bonny Sidharta.

Di sisi lain, terdapat band-band yang merayakan usia eksistensi dari karya yang pernah mereka ciptakan. Unit new wave kebanggaan Ibu Kota, The Upstairs, akan tampil secara khusus membawakan album Energi. Solois folk asal Bandung, Adhitia Sofyan, akan merayakan satu

dekade album Quiet Down. Begitu pula band post-rock asal Bekasi, The Trees and The Wild, yang akan mengenang usia 10 tahun karya perdananya yang lebih bernuansa folk bertajuk Rasuk.

Di Synchronize Festival 2019 juga akan datang melalui tren kebangkitan emo yang membuncah dalam setahun terakhir. Band-band berjaya di era 2000-an kembali dihidupkan dari alamnya, mulai dari Jakarta Flames, Too Late To Notice, The Side Project, Speak Up, Seems Like Yesterday, Killed By Butterfly, Killing Me Inside Reunion, Alone At Last, hingga pemandu pesta emo asal Jakarta bernama Dieunderdogg – Emo Revival.

Salah satu kehebatan Synchronize Festival memang menjadi titik temu tren musik Indonesia yang tengah dan pernah berlangsung. Jika Anda para penganut folk kopi senja, Syarikat Idola Remaja dapat menambah daftar penampil yang wajib Anda tonton. Bukan tanpa alasan, pasukan folk asal Bandung ini terbentuk dari gabungan band-band folk lain seperti Teman Sebangku, Mr. Sonjaya, Balaruna, Tetangga Pak Gesang, Parahyena, hingga Orkes Midaleudami. Sedangkan bagi Anda yang sangat antusias dengan meroketnya musik dangdut, koplo, hingga fangkot di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, nama-nama yang harus Anda ramaikan mulut panggungnya adalah Club Dangdut Racun, Feel Koplo, hingga Prontaxan.

Deretan penampilan spesial tidak berhenti sampai di situ. Salah satu yang menjadi pamungkasnya adalah kehadiran para Jenderal Musik Melayu yaitu Radja, Setia Band, Wali, hingga Babang Andika eks-Kangen Band. Mereka akan meramaikan pesta karaoke yang dipandu oleh sang pionir, Oom Leo Berkaraoke. Semua deretan penampilan spesial ini akan tersebar di Synchronize Festival 2019 selama tiga hari, bersama lebih dari 100 musisi Indonesia lainnya yang juga pantang untuk dilewatkan aksi panggungnya.

Kolaborasi Menjalankan Misi Green Movement di Synchronize Festival 2019 Seperti yang pernah disiarkan sebelumnya, edisi keempat Synchronize Festival menjadi wadah bagi seluruh pihak yang terlibat untuk menjalankan bersama misi Green Movement. Dengan tema ‘Memanusiakan Alam, Mengalamikan Manusia’, seluruh penonton, pengisi acara, hingga anggota penyelenggara dapat menunjukkan kepeduliannya akan hubungan manusia dengan manusia, juga manusia dengan alamnya. “Kini, Synchronize Festival tak hanya menjadi sebuah perayaan musik Indonesia, tetapi juga pergerakan budaya urban dan populer. Selaras dengan jargon yang selalu dipegang teguh; bukan sekadar festival, tetapi juga sebuah pergerakan. Dimulai dari diri kita sendiri, dan bersama-sama untuk tetap melihat bumi kita di masa depan” Jelas David Karto, selaku Festival Director Synchronize Festival.

Misi ini merupakan salah satu alasan platform kredit digital terkemuka di Indonesia, Kredivo, untuk berpartisipasi sebagai Paylater App Partner mendukung Synchronize Festival. “Kredivo dan Synchronize Festival memiliki semangat yang sama untuk menggerakkan dan mengedukasi kaum milenial dengan cara yang berbeda namun menyenangkan dan musik terbukti menjadi media yg efektif untuk menyuarakan aspirasi,” ujar Indina Andamari, Head of Marketing Kredivo.

Selain itu, Authenticity juga turut berpartisipasi dengan Green Movement yang diinisiasi oleh Synchronize di area. Akan ada Anak-anak muda yang menjadi volunteer peduli sampah, penampungan puntung rokok yang akan diolah menjadi finish good yang bermanfaat, edukasi pengolahan sampah, dan masih banyak lagi. “Authenticity akan menjadi wadah dimana tiap orang dapat memperlihatkan keunikan mereka, dan mengekspresikan diri sebebas-bebasnya, Authenticity selalu membawa pesan dan mendorong kaum muda millenials di berbagai daerah di Indonesia yang creative, passionate, uptodate, dan open minded agar selalu berkarya dan menginspirasi dengan memaksimalkan apa yang ada pada diri mereka” jelas Anes Rembes.

Ada pun aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan oleh seluruh pihak dalam Synchronize Festival 2019 demi memenuhi misi Green Movement, mereka adalah:Crowdsourcing Project: Sebuah proyek terbuka bagi para penonton untuk mengirimkan pakaian (berwarna) bekas pakai yang masih layak untuk digunakan. Pakaian ini akan dijadikan sebuah instalasi karya di District Stage, yang kemudian akan didonasikan kepada khalayak membutuhkan.

Upcycling Project: Sebuah upaya demi menyiasati pengolahan bahan bekas promosi seperti umbul-umbul maupun baliho bekas untuk dijadikan sebuah produk dengan nilai tambah.

Bring Your Own Tumbler: Penonton diperbolehkan membawa botol minuman yang dapat diisi di water refill station yang akan disediakan oleh pihak penyelenggara. Penonton hanya perlu membayar seikhlasnya agar tetap menghargai nilai dari air yang telah disediakan.

Bike to Synchronize Festival: Sebuah kegiatan bersepeda bersama menuju Synchronize Festival 2019. Seluruh pihak yang ingin mengikuti kegiatan ini, dapat bertemu di Plaza Blok M pada pukul 15:00 WIB sebagai titik kumpulnya. Pihak penyelenggara akan menyediakan area parkir khusus dan loker penyimpanan khusus bagi para pesepeda.

Selain menyediakan water refill station dan bike parking area demi memenuhi misi Green Movement, Synchronize Festival 2019 juga akan menyediakan fasilitas-fasilitas lain untuk seluruh penonton seperti difabel viewing area & toilet, kids & nursery room, movie area, record market, merchant area, dan food & beverage area.

Green Power Electricity: Seluruh kebutuhan listrik Synchronize Festifal 2019 dengan total 2,7 juta Volt Ampere (VA) ini menggunakan sumber listrik yang ramah lingkungan dari PLN, dan tidak lagi menggunakan generator set. Sehingga tidak ada polusi udara maupun polusi suara di lokasi acara.

Exclusive Merchandise dan Kemudahan Pembelian Tiket & Transaksi di Synchronize Festival

Synchronize Festival 2019 bekerjasama dengan Rusushop juga menginisiasi kolaborasi menarik dalam bentuk merchandise. Terdapat delapan merchandise hasil kolaborasi delapan musisi dengan delapan seniman yang patut untuk dimiliki diantaranya Tuan Tigabelas x Bujangan urban; Efek Rumah Kaca x Adi Dhigelz; Oomleo Berkaraoke bersama Radja, Wali, Setia Band, Babang Andika x Oomleo; Pamungkas x Kobelita; Reality Club x alienpang; Ardhito Pramono

x Rifky Krismon; Didi Kempot x Ahmad Oka (Wirosatan); dan Frau x Ika Vantiani. Merchandise bisa didapatkan di area merchandise booth selama 3 hari pelaksanaan festival.

Dengan didukung penuh oleh Kredivo, tiket.com, Authenticity, OVO dan PLN, Synchronize Festival tahun ini akan memberikan pengalaman baru menikmati festival musik.

Aji Wicaksono, Senior Brand Manager OVO menjelaskan dukungan di perhelatan festival musik ini. “Dalam ajang ini, OVO menghadirkan promo menarik bagi pengunjung berupa cashback 30% untuk merchant di Synchronize Festival. Sebagai platform pembayaran dan layanan digital terdepan di Indonesia, OVO berharap dapat memberikan kemudahan dan keseruan saat menikmati festival musik ini, lewat pembayaran non-tunai yang saat ini semakin diminati.”, jelasnya.

Kesempatan menonton Synchronize Festival masih tersedia dengan melakukan pembelian tiket melalui situs resmi www.synchronizefestival.com. Beberapa kategori tiket yang masih dapat di beli diantaranya: Note: Harga sudah termasuk pajak

Serta calon penonton juga dapat membeli tiket harga khusus melalui tiket.com. Pada Synchronize Festival tahun ini, tiket.com bekerja sama sebagai Official Flight & Hotel Sponsor. Tiket.com akan membuat gerakan CSR yang akan melibatkan instalasi karya Diela Maharanie, seorang illustrator kawakan yang membuat sebuah karya instalasi kreatif. Instalasi ini menceritakan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Karya ini nantinya bisa kita nikmati langsung di booth tiket.com dalam perhelatan Synchronize Festival. Sampai jumpa di Synchronize Festival 2019. (FE)

iLive

Musikal Perahu Kertas segera digelar sebentar lagi, yuk ramaikan!!

Published

on

iMusic.id – Kisah Kugy dan Keenan, dua tokoh ikonis dari novel legendaris “Perahu Kertas” karya Dee Lestari akan segera hadir dalam format pertunjukan musikal. Dipersembahkan oleh Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network berkolaborasi dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), “Musikal Perahu Kertas” akan dipentaskan pada 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan.

“Musikal Perahu Kertas” akan membawa penonton kembali pada kisah Kugy dan Keenan, dua jiwa muda yang sama-sama lahir dengan darah seni. Kugy, yang sadar bahwa realita tak seindah itu, memilih untuk menciptakan dongeng sebagai zona nyamannya. Sementara Keenan, pelukis muda yang jenius, hidup di bawah bayang ekspektasi ayahnya, mencari jalan untuk bebas mengekspresikan diri meskipun dunia menuntutnya menjadi orang lain. Ketika keduanya bertemu di antara miliaran manusia, seolah semesta memberi jeda. Keduanya bertemu dalam perjalanan hidup yang penuh pilihan, mimpi, dan perasaan yang tidak selalu mudah diungkapkan. Tapi jauh di dalam hati, mereka percaya bahwa suatu hari nanti cerita dan karya mereka akan saling menemukan, seperti hati dan mimpi yang ditakdirkan untuk bertemu.

Mengangkat tema ‘Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi’, “Musikal Perahu Kertas” ini menjadi debut Trinity Entertainment Network di panggung musikal, sekaligus wujud komitmen jangka panjang Indonesia Kaya dalam menumbuhkan seni pertunjukan Indonesia. Adaptasi ini menghadirkan pengalaman panggung yang memadukan musik, sastra, dan teater, dalam satu perjalanan emosional yang hangat dan relevan bagi banyak orang.

Selain dua tokoh utama, Alya Syahrani, yang memerankan Kugy dan Dewara Zaqqi, pemeran Keenan, “Musikal Perahu Kertas” juga melibatkan 38 orang pemeran dan 20 orang tim kreatif yang ikut menyemarakkan panggung dan menguatkan kisah dan pesan yang disampaikan oleh cerita ini.

Keseluruhan proses produksi hingga kelancaran hari pertunjukan ini tak lepas dari tangan para produser pementasan ini, yaitu Billy Gamaliel, Eunike Elisaveta dan Chriskevin Adefrid. Sementara itu dari sisi artistik, “Musikal Perahu Kertas” menghadirkan konsep panggung berputar dengan permainan layer dan transisi visual yang dinamis.

Musikal Perahu Kertas akan menampilkan 21 lagu yang memperkuat narasi, termasuk dua lagu yang telah dirilis di berbagai platform digital, Miliaran Manusia dan Agency, dengan video lirik yang tersedia di YouTube. Untuk menjaga stamina dan kualitas penampilan selama rangkaian pertunjukan, tim produksi menerapkan sistem alternate cast pada empat jadwal pertunjukan, yaitu 3, 4, 10, dan 11 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, serta menyiapkan swing performer dari Swargaloka.

Sebanyak 21 pertunjukan Musikal Perahu Kertas akan dapat disaksikan oleh lebih dari 23.000 penonton. Tiket pertunjukan masih tersedia dan dapat dibeli melalui loket.com/musikalperahukertas. Sebagai salah satu momen istimewa, penonton juga akan disuguhkan penampilan spesial dari Dee Lestari pada pertunjukan tanggal 30 dan 31 Januari 2026.

Dengan kolaborasi lintas disiplin, eksplorasi artistik yang matang, serta semangat untuk menghidupkan kembali mimpi-mimpi, Musikal Perahu Kertas diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan industri musikal Indonesia.

Continue Reading

iLive

Buitenstage Vol 2, satukan band band indie berbagai daerah

Published

on

iMusic.id – Platform live performance terkurasi ‘Buitenstage’ yang memasuki volume ke-2, sukses digelar pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2026 lalu. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, acara yang digagas oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik ini menghadirkan sederet musisi indie lintas generasi dari berbagai kota, diantaranya Swazta dan Man Sinner asal Jakarta, Hurtslaves asal Depok, serta USIX dan Ambarila mewakili tuan rumah Bogor.

Sesuai dengan jargon ‘Buitenstage’ yaitu “Amplify Your Music”, platform ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang temu bagi musisi, media dan audiens dalam menghadirkan pengalaman live yang intim, relevan, dan berakar pada semangat skena independen.

“Acara ini adalah konser musik dengan konsep gigs, digelar se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi yang tampil dan penonton yang hadir. ‘Buitenstage’ di dukung oleh teman – teman jurnalis musik nasional yang selama ini selalu support terhadap musisi tanah air lewat tulisan, jadi kalau teman – teman musisi punya karya baru bisa menjadikan “Buitenstage” sebagai etalase dan ruang memperkenalkan karya barunya”, jelas Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik. 

Edisi kedua Buitenstage yang dipandu host Qenny Alyano (Bolehmusic) dan Yogi Hutabarat (Buitenfest) ini dibuka dengan penampilan Swazta, unit city pop asal Jakarta yang langsung menghangatkan malam itu dengan barisan lagu yang easy listening namun penuh energi. Band yang dibentuk pada akhir 2025 ini membawakan lagu-lagu yang masuk dalam debut EP mereka dengan rapi dan terkonsep, termasuk lagu andalan “Di Bawah Langit Senja” yang menampilkan tema refleksi dan mimpi.

Tanpa jeda panjang, setelah Swazta giliran Man Sinner mengambil alih panggung. Tanpa basa-basi, ‘laga tandang’ kuartet asal Cakung (jakarta Timur) pengusung skate punk ini langsung menggetarkan panggung Buitenstage dengan barisan lagu bertempo cepat dan penuh energi, termasuk nomor kolaborasi mereka dengan vokalis Rebellion Rose. Band yang konsisten menyuarakan isu-isu sosial, lingkungan, perlawanan terhadap diskriminasi dan pesan perdamaian ini seakan menjadi penghangat cuaca Bogor yang malam itu cukup dingin menusuk.

Tensi tidak lantas menurun saat Man Sinner turun panggung dan digantikan oleh Hurtslaves dengan musik yang sarat gitar terdistorsi, dentuman bass dan drum yang menghentak. Unit alternative rock asal Depok yang dikenal dengan lirik emosional dalam benang merah musik rock ini sukses membawakan materi orisinil mereka, termasuk single debut yang berjudul “I See A Stranger” dan single terbaru “Kelu” dengan rapi dan solid.

Setelah adrenaline audiens dipacu dengan setlist bertempo rapat, tiba giliran band-band tuan rumah Bogor membawa suasana ke dimensi yang berbeda. USIX yang mengusung musik bernuansa jazzy ini membuat suasana ‘mencair’. Tanpa malu-malu, USIX langsung membawakan single terbaru mereka yang berjudul “Pupus” sebagai pembuka dan ‘memaksa’ audiens untuk sing a long – membawa suasana semakin intim.

Ambarila yang didaulat menjadi penutup Buitenstage volume ke-2 ini tampil dengan deretan lagu bernuansa vintage, termasuk diantaranya single terbaru ‘Hajumari’ dan ‘Tuning Song’. Unit yang memasuki fase baru perjalanan dari format duo dan kini berkembang menjadi band penuh ini tampil interaktif dengan pendekatan ‘story telling’ khas mereka. Hal ini membuat audiens bukan sekedar menonton, tapi bagian menjadi bagian dari show mereka.

Melihat antusiasme penonton yang hadir pada malam itu, semakin menegaskan bahwa ruang kreatif seperti ini sangat dibutuhkan. Kolaborasi antara venue yang suportif, line up yang terkurasi dengan baik, penyajian acara yang terorganisasi dengan bapik serta antusiasme sambutan hangat penonton menjadikan platfom ini sebagai salah satu agenda musik yang patut dinantikan kehadirannya kembali.

“Buitenstage lahir dari pemikiran sederhana; momen dan emosi saat musisi memainkan karya secara langsung di depan audiens adalah sesuatu yang tak bisa digantikan oleh layar apapun. Digital itu penting, tapi koneksi langsung antara musisi dan pendengarnya adalah yang utama. Melalui kolaborasi antara musisi, media, label musik dan manajemen artis dalam Buitenstage ini harapannya dapat memperluas jangkauan karya musisi independent dan ngasi dampak positif bagi ekosistem musik”, tutup Anang dari Buitenfest.

Salam musik dan musisi Indonesia.

Continue Reading

iLive

Kolaborasi para Beauty Pageant dan Safari Bazaar 16 berlangsung meriah

Published

on

iMusic.id – Safari Bazaar yang di inisiasi oleh Rahasia Investasi Sukses (RINS) dan Komunitas Bisnis (Kombis) telah memasuki putaran ke 16. Digelar serentak mulai tanggal Rabu – Kamis, 26-27 November 2025 di hunian Sahid Sudirman Residence, Jumat – Sabtu, 28 – 29 November 2025 di hunian Maple Park Sunter dan di hunian Signature Park Grande, Cawang, Jaktim, Sabtu – Minggu, 29 – 30 November 2025 di Victoria Square, Tangerang dan Jumat – Sabtu, 5 – 6 Desember 2025 di Permata Hijau Suites, Jaksel.

Kegiatan Safari Bazaar ini masih terus dilaksanakan untuk mendukung pergerakan perekonomian nasional dan memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis dari berbagai sektor usaha untuk memasarkan produk mereka plus tetap selalu konsisten mendukung perputaran perekonomian nasional melalui kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dagang dan konsumen di areal proyek hunian atau apartemen tersebut,

Ruby Herman selaku Presdir RINS Kombis melihat kegiatan yang berdampak baik bagi para pelaku UMKM tersebut terus mengalami peningkatan dari mulai antusiasme pengunjung, konsep acara bazaar dan peserta nya,

“Perkembangan Safari Bazaar ini sangatlah seru, kegiatan ini bisa meningkatkan omzet serta networking pesertanya. Antusiasme pengunjung sampai di putaran 16 ini juga sangat luar biasa, Selain bisa menjadi wadah penggerak ekonomi lokal, seluruh rangkaian Safari Bazaar dari awal sampai sekarang jadi sarana memperluas ekosistem bisnis yang berkelanjutan apalagi bazaar ini juga dikemas sedemikian rupa menyajikan banyak acara – acara menghibur Lainnya”, tegas Ruby Herman.

Ruby Herman juga menjelaskan bahwa Safari Bazaar putaran 16 ini masih di meriahkan dengan berbagai konsep hiburan termasuk tetap hadirnya para beauty pageant sebagai partner yang ikut terlibat di berbagai kegiatan seperti putaran – putaran sebelumnya.

“Banyak kejutan seru serta promo – promo menarik saat Safari Bazaar putaran 16 berlangsung. Banyak performance dari Anak – anak muda yang menunjukan bakat mereka saat acara ini digelar. Pada Safari Bazaar kali ini kita tetap berkolaborasi dengan para beauty pageant yang mana para beauty pageant tersebut kita beri ruang untuk Beauty bisa menunjukan bakat mereka seperti nyanyi menari dan juga main angklung bersama plus bisa bertemu dengan fans – fans mereka. Kita open network dan kolaborasi mendukung potensi bakat dan minat serta menjadi platform buat networking di market place. Jadi bisa berkolaborasi mewujudkan advokasi masing masing Beauty Pageant. Beauty pageant tetap jadi salah satu highlight untuk untuk nambah daya tarik acara, kita libatkan aura elegan plus hospitality dari teman-teman pageant. Support dari RINS Kombis buat para beauty pageant juga masih kuat, baik dari fasilitas, kesempatan tampil, sampai ruang untuk publikasi personal branding. Kita saling support sih, intinya mereka bantu meramaikan dan mempercantik event, dan event bantu mereka bangun exposure. Win-win vibes banget khan”, tambah Ruby Herman.

Sementara itu Nagia Halisa, Miss Tourism International Indonesia 2024 sebagai Juru Bicara RINS Kombis yang terlibat di Safari Bazaar putaran 16 ini mengaku sangat excited terlibat dan berkolaborasi di ajang bazaar yang berlangsung dua bulan sekali ini.

“Safari Bazaar putaran 16 ini vibes-nya makin matang, makin rapi, dan makin “kebaca” aura event yang udah punya karakter sendiri. Mayoritas peserta yang udah ikut dari putaran sebelumnya sih happy, mereka bilang Safari Bazaar itu crowd-nya “aman,” penjualan Bagus, dan ambience-nya bikin mereka betah. Banyak juga yang bilang kalau Safari Bazaar itu jadi tempat yang pas buat naikin exposure bisnis mereka, apalagi buat UMKM yang baru mulai, yang paling sering mereka apresiasi tuh : keramahan panitia plus adanya hiburan dan aktivitas yang bikin venue nggak flat”, jelas Nagia Halisa.

Selain Nagia Halisa, beberapa beauty pageant yang  menyemarakkan Safari Bazaar putaran 16 adalah : Lulu Zaharani (Putri Indonesia Pariwisata 2023), Karen Nijsen (Model Dan Influencer) Priskila Jelita (Miss Favorite Universe Indonesia Jabar 2023), Ratih Widiartha (Miss Universe Jabar Indonesia 2023)

Noland Liberty (Puteri Pariwisata Indonesia 2021), , Monica (Finalis Miss Grand Tourism Indonesia 2024), Hilda Karolina (Miss Teen Tourism 2024), Yudha Ariyanto (Duta Kopi Indonesia lingkungan 2025), Iqbal Syammarry (Putra Pariwisata Nusantara Kesehatan Indonesia 2024), Mahadewi Mega (Putri Wastra Nusantara 2024), Najwa (Miss Cultural Indonesia 2025).

Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada berbagai trik baru yang mulai diterapkan penyelenggara demi membuat ajang bisnis ini makin menarik.

“Di Safari Bazaar putaran 16 ini ada konsep atau strategi baru biar penghuni dan masyarakat umum tertarik untuk datang, kita lagi push konsep experience-based bazaar, jadi bukan cuma datang-belanja–pulang, contohnya : ada small performance atau mini talent show, jadi crowd  dengan tenant berkolaborasi buat bikin promo bareng, intinya, Safari Bazaar putaran 16 ini pengen lebih “ramai tapi terarah dan lebih fun”, ujar Ruby Herman.

Menghadapi Safari Bazaar putaran 17 yang akan berlangsung di bulan Ramadhan tahun depan, pihak RINS Kombis dan lima proyek hunian tentu saja telah menyiapkan beberapa terobosan.

“Safari Bazaar putaran 17 akan berlangsung di akhir february dan awal maret 2026, banyak ide – ide yang pasti akan lebih seru, lebih heboh karena akan kolaborasi dengan Pihak Perbankan dan juga para Gen Z yang Kreatif. Karena bazar ke 17 diadakan pada Bulan Ramadhan kemungkinan kita akan berikan Idea baru agar bazaar ke 17 ini akan semakin Maksimal dan menarik, dan untuk Safari Bazaar ke depan nanti kita bakal bikin tema khusus per-putaran biar lebih fresh (misalkan “Tropical Market”, “Glow Up Fest”, yang dimana kita lakukan antara 2 atau 3 bulan sekali, atau ada nya konsep baru biar menarik gen Z buat datang ditambah dengan kita akan coba terus berkolaborasi dengan komunitas, entah komunitas seni, UMKM muda, sampai mengajak juga gen alpha bisa diajak. Oya, kita dari tim internal juga melakukan evaluasi kecil tiap putaran—lebih ke apa yang bikin crowd antusias, apa yang kurang “nendang,” dan apa yang bisa dibuat lebih fun.Sejauh ini yang paling kelihatan tuh pengunjung makin stabil, tenant makin percaya sama event-nya, dan manajemen booth serta alur pengunjung juga jauh lebih tertata dibanding putaran – putaran awal”, tutur Nagia Halisa.

Sampai Jumpa di Safari Bazaar RINS Kombis di putaran ke 17.

Continue Reading