Connect with us

iMovies

Tayang 20 Februari 2020, “Toko Barang Mantan” Film Dengan Genre Komedi Romantis.

Published

on

iMusic – Di bulan romantis Februari, MNC Pictures merilis fllm ‘Toko Barang Mantan‘. Film komedi romantis ini mengambil latar yang unik: kisah seorang pemilik toko yang menjual barang-barang dari mantan dan ceritanya. Viva Westi yang sebelumnya sukses dengan Koki-Koki Cilik 2 meyutradarai film yang akan tayang 20 Februari 2020 ini. Sedangkan skenario ditulis oleh Titien Wattimena yang telah memenangkan dua Piala Citra.

Film ‘Toko Barang Mantan‘ bercerita tentang sebuah toko jual-beli barang mantan bagi orangorang yang ingin move on dari mantannya. Sebagai pencetus ide, pendiri dan pemiliknya, Tristan (Reza Rahadian) rela meninggalkan kuliahnya demi mengembangkan toko ini bersama sahabatnya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra). Berbagai macam kisah sedih, lucu dan absurd tentang barang-barang tersebut menjadi makanan mereka sehari-hari.

Tristan bangga dcngan toko ini meskipun akhir-akhir ini sepi dan bermasalah secara fmansial. Tiba-tiba, kehadiran Laras (Marsha Timothy), mantan Tristan saat kuliah dulu, membuat dunianya jungkir balik. Kembalinya Laras, membuat Tristan pun bertekad merebut kembali hati Laras dengan bantuan Amel dan Rio. Salah satu caranya adalah menyukseskan Toko Barang Mantan ini dengan segala cara.

Untuk pertama kalinya dalam fllm, aktor dan aktris terbaik Indonesia Reza Rahadian dan Marsha Timothy beradu akting untuk layar lebar. Marsha mengatakan, “Untuk kerja sama, kami membentuk karakter baru, menjalin chemistry baru, bagaimana mendalami karakter masing-masing, kita diskusi. Sebelumnya beberapa kali satu panggung di teater, kali ini medianya saja yang beda yaitu film.”

Keunikan lainnya dari fllm ini adalah karakter Tristan yang dimainkan oleh Reza berambut gondrong dan bergaya urakan. Sesuatu yang belum pemah terlihat sebelumnya. Karakter Tristan yang merasa bangku kuliah bukan masa depannya lagi dan kemudian berbisnis kecil-kecilan dengan membuka sebuah toko yang khusus menjual barang-barang dari mantan membuat peran ini terlihat berbeda bagi Reza. Seperti apakah perjalanan yang dialaminya? Saksikan ‘Toko Barang Mantan’.

Dengan para bintang seperti: Reza Rahadian, Marsha Timothy, Dea Panendra, Iedil Putra, Roy Marten, Widi Mulia. Uniknya film ini diisi banyak sekali pemeran pendukung juga cameo. Mulai dari Brigitta Cynthia (personil Cherrybelle) dan Chrismanto Ronaldo yang menjadi pasangan kocak. Hingga kehadiran Syifa Hadju, Niken Anjani, Ibob Tarigan dan Martin Anugrah (Cameo Project). Laura Theux, Fendy Chow dan Stella Cornelia, Shareefa Daanish, Mpok Atiek, Ligwina Hananto hingga Gading Marten.

Bagi Viva Westi, film ‘Toko Barang Mantan’ dirasa cukup dekat dengan banyak orang. “Saya sangat yakin dari tema mantan ada sesuatu yang menarik untuk difilmkan. Bahkan dan’ ide cerita juga belum ada yang pemah menyamai,” ujarnya. “Film ini bukan hanya bercerita tentang barang mantan, tapi tentang cinta.”

Para Pemain: Reza Rahardian sbg Tristan, Marsha Timothy sbg Laras, Dea Panendra sbg Laras, Iedil Dzuhri sbg Rio, Roy Marten sbg Ayah, Widi Mulia sbg Ibu, Shifa Hadju sbg Sayang, Niken Anjani sbg Saskia, Fandy Chow sbg Umar, Stella Cornela sbg Ayu, Martin sbg Joko, Ibob sbg Hasan, Cemen sbg Eka. (FE)

iMovies

Meda Kawu dan Duta Pamungkas tulis lagu untuk OST film Romeo Ingkar Janji

Published

on

iMusic.id – Dua penyanyi-penulis lagu, Meda Kawu dan Duta Pamungkas, merilis adaptasi dari lagu “Silent Saturday” dalam versi bahasa Indonesia. Lagu “Silent Saturday” yang dirilis pada tahun 2020 dan sudah didengar hampir 1 juta kali di Spotify ini menggambarkan perjalanan emosional seseorang dalam mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

Untuk Hati Yang Lelah” adalah versi bahasa Indonesia dari “Silent Saturday”. Lagu tersebut dipilih menjadi original soundtrack film “Romeo Ingkar Janji” yang akan tayang pada tanggal 25 Juli mendatang. Terpilihnya lagu ini bermula pada tahun 2023, tepatnya saat shooting film “Romeo Ingkar Janji” tengah berproses.

Awalnya, rumah produksi Adhya Pictures dan Creative Power Management menghubungi Meda karena tertarik menggunakan lagu “Silent Saturday” sebagai original soundtrack. Tapi, mereka meminta untuk lagu tersebut digubah menjadi versi bahasa Indonesia.

“Menyusun “Silent Saturday” ke dalam bahasa Indonesia sangatlah menantang. Setelah brainstorming, kami memutuskan untuk menggubah semua bagian kecuali reff yang tetap dalam bahasa Inggris. Kami menemukan feel yang berbeda dari tema ‘rest’ pada lagu “Silent Saturday” versi bahasa Indonesia, dan kami harap ini lebih menyentuh banyak orang, terutama bagian bridge dari lagu ini, yaitu, ‘Buat hati yang lelah, istirahatlah’. Bagian ini mewakili keadaan manusia post-pandemic yang cenderung cepat lelah secara mental,” jelas Meda.

“Lagu “Silent Saturday” adalah simbol untuk ‘istirahat’ dan menerjemahkan istilah ini ke dalam bahasa Indonesia yang pas tidaklah mudah. Namun, kami merasa frasa ‘Hati yang lelah’ sesuai dengan lirik lagu dan cocok dengan penggambaran tokoh utama di film “Romeo Ingkar Janji”.

“Untuk Hati Yang Lelah” diharapkan untuk tidak sekadar menjadi soundtrack film saja, namun karya yang menemani pendengar dalam perjalanan mendalam menuju ketenangan hati,” kata Duta. Lagu ini tersedia di semua platform streaming sejak tanggal 12 Juli 2024, mendekati perilisan film “Romeo Ingkar Janji”.

Continue Reading

iMovies

“Catatan Harian Menantu Sinting” siap tayang 18 Juli 2024

Published

on

iMusik.id Soraya Intercine Films mempersembahkan film berjudul “Catatan Harian Menantu Sinting”. Film ini diangkat berdasarkan novel karya Rosi L. Simamora. Cerita yang ada dalam novel tersebut sangat membuat Sunil Soraya tertarik untuk memfilmkannya.

Sunil Soraya selaku produser dan juga sutradara film “Catatan Harian Menantu Sinting” sangat serius dalam menggarap film ini. Butuh waktu lebih dari 5 tahun untuk merampungkan cerita ini karena tidak mudah menterjemahkan cerita novel yang diangkat ke dalam suatu visual film dimana setiap inci suatu adegan sangat diperhitungkan.

Baginya membuat suatu film harus melihat dari seluruh aspek dan dari hati sehingga menghasilkan suatu maha karya, seperti sebelumnya film “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” dan terbukti diterima oleh masyarakat yang ditandai dengan meraih jutaan penonton.

Catatan Harian Menantu Sinting merupakan cerita yang sangat dekat dalam kehidupan kita terutama di masyarakat Batak. Kejelian Sunil Soraya melihat cerita ini membuat semangat menggebu-gebu untuk mengangkatnya ke layar lebar. Dari mulai membedah skenario, pemilihan pemain sampai sutradara pun dilakukan sendiri karena beliau tidak ingin melewatkan setiap jengkal dari proses film ini.

Film Catatan Harian Menantu Sinting menceritakan tentang problematika pasangan baru yang tinggal bersama mertua. Hampir semua pasangan mengalami hal yang sama, dimana penyesuaian antara menantu dan mertua, sehingga menemukan titik kesamaan.

Cerita yang sangat dekat dengan masyarakat, membuat Sunil Soraya begitu mementingkan inti dan alur cerita. Dalam masa pre-production Ariel Tatum dan Raditya Dika melakukan kegiatan reading lebih dari 5 bulan, ini merupakan keseriusan mereka dalam pendalaman materi untuk menjiwai karakter dan membangun chemistry diantara mereka berdua.

Sunil Soraya terjun langsung dalam proses pendalaman karakter ini, dari mulai hal yang terkecil seperti Raditya Dika harus mengubah gaya berjalan menjadi karakter Sahat yang di perankannya, sedangkan Ariel Tatum harus mendalami peran nya dari mulai gaya tubuh, ekspresi menanggapi masalah, reaksi spontan, dan kesabarannya menjadi karakter Minar didalam film “Catatan Harian Menantu Sinting”.

Film “Catatan Harian Menantu Sinting” berhasil menggambarkan konflik sebuah rumah tangga yang sangat relate dan dekat dengan keseharian kita sehingga penonton dijamin akan terwakili dari sudut pandang yang berbeda beda.

Film ini dibalut dengan soundtrack yang apik dari Batas Senja yang berjudul “Terima Kasih” dan “Mungkin Belum Sekarang”. Kedua lagu tersebut membuat film ini lebih berwarna dan begitu menarik untuk dinikmati. Dalam pembuatan lagu ini, mereka selalu berkomunikasi agar menghasilkan lirik dan melodi yang tepat untuk film ini.

Catat tanggalnya Film “Catatan Harian Menantu Sinting” akan tayang di Bioskop kesayangan Anda mulai 18 Juli 2024.

Continue Reading

iMovies

Film “Seni Memahami Kekasih” luncurkan poster dan trailer

Published

on

iMusic.idIDN Pictures merilis teaser poster dan tampilan perdana (first look) film drama komedi romantis terbaru dari produser Susanti Dewi dan sutradara Jeihan Angga, “Seni Memahami Kekasih.” Melalui perilisan teaser poster dan first look, IDN Pictures sekaligus mengumumkan jadwal rilis film pada 5 September 2024.

Teaser poster “Seni Memahami Kekasih” yang dirilis pada 4 Juli 2024 melalui akun Instagram @idnpictures dan @film__smk menampilkan Elang El Gibran sebagai Agus Mulyadi (Agus Magelangan) dan Febby Rastanty sebagai Kalis Mardiasih yang mengenakan helm dan mengendarai sepeda motor, dengan latar belakang para pemeran lain di antaranya Sisca Saras, Devina Aureel, Desy Genoveva, Yusril, dan Benecdivity.

Sementara pada first look “Seni Memahami Kekasih” yang dirilis pada 5 Juli 2024 dan dapat disaksikan melalui akun Instagram @idnpictures dan kanal YouTube IDN Pictures, menampilkan Elang El Gibran dan Febby Rastanty sebagai sepasang kekasih yang sederhana namun jenaka. Keduanya menjalin hubungan percintaan layaknya orang biasa pada umumnya, tetapi pada akhirnya dihadapkan pada kompleksitas hingga terjadi perselisihan dan salah paham. Kisah keduanya dalam “Seni Memahami Kekasih” pun terasa heartwarming dan relatable yang bisa dirasakan banyak orang.

Melalui first look berdurasi 30 detik tersebut “Seni Memahami Kekasih” juga memperlihatkan bagaimana Agus dan Kalis memaknai cinta dan memperjuangkannya. Membuat kisah cinta mereka unik dan membumi dengan yang dialami oleh para pejuang cinta. Selain Elang El Gibran dan Febby Rastanty, first look juga menampilkan Sisca Saras dan Devina Aureel sebagai sahabat Febby.

Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih adalah pasangan penulis. Agus merupakan blogger, penulis buku, dan redaktur sebuah media yang berbasis di Yogyakarta, Mojok.co. Sementara Kalis merupakan penulis dan aktivis yang peduli pada isu-isu perempuan dan sosial. Kisah Agus bertemu dengan Kalis dituangkan dalam buku “Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih” yang memiliki kesederhanaan cerita cinta orang biasa. Pacaran naik motor, kehujanan, dan berteduh sebelum lanjut motoran pakai jas hujan. Kisah sederhana yang akan mewakili banyak kisah cinta orang-orang biasa, dan akan membawa kelucuan nan hangat di dalam filmnya.

Head of IDN Pictures dan Produser “Seni Memahami Kekasih” Susanti Dewi mengatakan film ini mengajak para penonton untuk memahami makna cinta lewat penuturan yang sederhana dan kisah pasangan yang jenaka, namun juga memiliki pesan yang relevan dan kontekstual dengan Gen Z. Menurut Susanti, film “Seni Memahami Kekasih” dapat berbicara ke seluruh kalangan penonton karena isu persoalan memahami pasangan ada di setiap generasi dan lapisan masyarakat.

“Film “Seni Memahami Kekasih” merupakan cerita yang unik dari kisah pasangan Agus Mulyadi dan Kalis Mardiasih, dibalut dengan komedi romantis. Film ini ingin mengajak penonton dalam memahami orang yang kita cintai lewat perjalanan Agus dan Kalis. “Seni Memahami Kekasih” juga relatable dengan Gen Z untuk menjelajahi makna cinta dalam kehidupan yang serba kompleks saat ini, sehingga cerita di film ini akan terasa heartwarming,” kata Head of IDN Pictures dan Produser “Seni Memahami Kekasih” Susanti Dewi.

Film “Seni Memahami Kekasih” merupakan film panjang ketiga dari Jeihan Angga. Sebelumnya, ia telah menggarap “Mekah I’m Coming” dan “Just Mom.” Jeihan juga telah menerima penghargaan di Piala Maya 2021 sebagai Sutradara Pendatang Baru Terbaik dan Penulis Skenario Adaptasi Terbaik. Di film terbarunya, Jeihan ingin menyampaikan perjuangan sepasang kekasih dalam memaknai cinta lewat karakter-karakternya yang sederhana.

“Ketika generasi saat ini dihadapkan pada semakin rumitnya memaknai arti cinta, film “Seni Memahami Kekasih” ingin mengajak para penonton terutama penonton Gen Z dalam menyelami perjuangan menemukan cinta sejati lewat kisah sederhana antara Agus dan Kalis,” kata Jeihan Angga.

Film “Seni Memahami Kekasih” merupakan adaptasi dari buku berjudul “Sebuah Seni untuk Memahami Kekasih” karya Agus Mulyadi yang menceritakan perjalanan Agus Mulyadi dalam menemukan cinta sejati. Perjalanan romansanya yang tak pernah mulus lalu berubah ketika bertemu dengan Kalis Mardiasih.

Film akan mengikuti perjalanan cinta keduanya yang penuh drama dan kelucuan mereka dalam menyikapi masalah yang menghampiri. “Seni Memahami Kekasih” akan membawa drama komedi romantis yang unik dari kisah cinta orang biasa untuk diikuti.

Ikuti terus perkembangan film drama komedi romantis persembahan IDN Pictures “Seni Memahami Kekasih” melalui akun Instagram resmi @idnpictures dan @film__smk yang akan tayang di jaringan bioskop pada 5 September 2024.

Continue Reading