iMusic.id – Dalam rangka ulang tahun ke 29, Telkomsel menggelar ajang penghargaan terhadap pelaku industry kreatif di bidang musik dan non musik yang diberinama ‘Telkomsel Awards 2024’. Ajang penghargaan yang akan di diumumkan pemenangnya pada Rabu, 17 Juli 2024, live di YouTube Telkomsel, MAXstream, dan Allplay Ent. pukul 19:30 WIB, serta di SCTV dan Vidio pukul 21:30 WIB tersebut merupakan wujud nyata Telkomsel dalam mendukung perkembangan industri kreatif digital Indonesia dengan mengapresiasi para talenta inspiratif melalui sejumlah kategori nominasi yang meliputi musik, movie/series, konten digital, komedi, serta esport.
Pelanggan Telkomsel dapat melakukan voting melalui aplikasi My Telkomsel atau tsel.id/votingawards2024 selama periode 8 – 17 Juli 2024. Prosesi pengumuman Pemenang Telkomsel Awards 2024 sendiri akan dimeriahkan oleh penampilan dari Rina Nose, Desta, Vincent, Teddy Adhitya, Sal Priadi, Praz Teguh, El Rumi, Dicky Difie, Assia Keva, Albert Fakdawer, Yura Yunita, Tulus, RAN, Maliq & D’Essentials, JKT48, Isyana Sarasvati, dan NIKI.
Lewat jumpa pers pada Senin, 8 Juli 2024 kemarin, Telkomsel melalui Telkomsel Awards 2024 mengumumkan 6 kategori nominasi dan 1 kategori Lifetime Achievement dari beberapa bidang kreatif seperti musik, movie / series, konten digital, komedi, serta esport yaitu : Favorite Solo Singer, Favorite Esports Team, Favorite Digital Movie/Series Talent, Favorite Comedian, Favorite Digital Talkshow Content, Favorite Group/Duo dan Lifetime Achievement. Penghargaan Lifetime Achievement akan diberikan kepada seorang talenta kreatif yang telah menginspirasi masyarakat Indonesia secara berkelanjutan melalui karya, buah pikiran, aktivitas, dan kontribusinya terhadap kemajuan industri kreatif di Indonesia.
“Telkomsel Awards 2024 menjadi wujud nyata komitmen kami dalam membuka semua peluang keseruan, terutama dalam momen ulang tahun Telkomsel yang ke-29 ini. Kami mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk turut menyaksikan dan merayakan malam penghargaan ini, yang tidak hanya akan menjadi ajang apresiasi bagi talenta kreatif tanah air tetapi juga momen kebersamaan yang penuh inspirasi. Melalui acara ini, kami berharap dapat terus mendorong kemajuan ekosistem industri kreatif digital Indonesia agar semakin berkembang dan berinovasi, menghadirkan karya-karya terbaik yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat.” Jelas Abdullah Fahmi, VP Brand & Marketing Communications Telkomsel.
Sementara itu Dhani Pette selaku komite musik menjelaskan bahwa Komite Musik hanya memilih dua (kategori) yaitu favorit single dan favorit grup,
“Di sini sebetulnya basik pemilihan ada banyak terutama dari radio, TV, platform sosmed dan event-event, Kita hanya memilih lima nominasi, kita pilih, selanjutnya kita kembalikan ke Telkomsel untuk pendistribusiannya. Menurut saya ini sangat penting karena kurangnya penghargaan musik di Indonesia ini. Kalau dilihat yang sangat menonjol saat ini adalah AMI Awards. Saya sangat mengapresiasi Telkomsel untuk berani ikut membuat kegiatan yang memberi dampak kepada industri musik. Ini akan menambahkan semangat dan motivasi musisi untuk berkarya lebih baik lagi. Ini harus diapresiasi oleh musisi-musisi Indonesia karena akan memberi dampak signifikan mereka untuk berkarya lagi”, terang Dhani Pette.
“Saya melakukan riset di seluruh digital platform bukan hanya Langit Musik untuk mencari data berkaitan seluruh nominator yang akan masuk sebagai nominasi di Telkomsel Awards 2024 ini, jadi semuanya sudah sesuai dengan mekanisme penyeleksian”, tambah Dhani Pette lagi.
Berikut daftar lengkap nominasi Telkomsel Awards 2024
Music
Penyanyi Solo Favorit
Nadin Amizah
Sal Priadi
Isyana Sarasvati
Donnie Maula
Teddy Adhitya
Grup atau / Duo Favorit
Maliq & D’Essentials
Juicy Luicy
RIzky Febian dan Mahalini
JKT48
Batas Senja
Non Musik
Tim Esports Favorit
Evos Esports
Onic Esports
Rex Regum Qeon
Bigertron Esports
Geek Farm
Film dan Series Favorit
Jefri Nichol – Pertaruhan 2 ( vidio )
Rio Dewanto – CKCKCK (Maxtream)
Dian Sastrowardoyo – Ratu Adil (vidio)
Prilly Latuconsina – 5 Detik & Rasa Rindu (WeTV)
Amanda Manopo – Pay Later (Vision+)
Komedian Favorit
Andre Taulany
Desta
Raditya Dika
Indra Jegel
Praz Teguh
Konten Talkshow Digital
Close The Door by Deddy Corbuzier
Podcast Agak Laen
Podcast Warung Kopi (PWK)
Vincent and Desta Season 4
Curhat Bang by Denny Sumargo
Informasi selengkapnya tentang Telkomsel Awards 2024 dapat diakses melalui tsel.id/awards2024.
iMusic.id – Gelaran musik kolektif Buitenstage kembali dalam edisi kelimanya yang berlangsung Kamis malam, 9 April 2026. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, ajang ini sukses menyatukan energi dari tiga kota berbeda melalui penampilan dari Brokenscene (Bogor), Joanna Andrea (Jakarta), dan RANGR (Bandung).
Edisi kali ini menandai babak baru bagi Buitenstage dengan diterapkannya format panggung yang lebih intim dan durasi yang lebih leluasa bagi para penampil.
Hentakan Pop Punk dari Tuan Rumah
Tepat pukul 20:15 WIB, duo MC Ogi (Buitenfest) dan Qenny (Boleh Music) membuka acara dengan antusiasme tinggi. Tanpa membuang waktu, panggung langsung diserahkan kepada Brokenscene, trio pop punk asal Bogor yang baru saja merilis single.
Terinspirasi oleh semangat punk awal 2000-an, Brokenscene langsung memanaskan panggung dengan lagu “We’re Friends Anyway” dari EP perdana mereka (2024). Estafet energi berlanjut melalui “Catastrophic Love“, “Lost Interest“, hingga “Someday (The Sun You Run Into)”. Sebagai pamungkas, mereka membawakan single teranyar “At Least I Don’t Hate You” yang baru saja dirilis. Penampilan mereka menjadi bukti nyata betapa liat dan variatifnya skena musik di Bogor saat ini.
Momen Emosional Joanna Andrea
Suasana berubah menjadi lebih kontemplatif namun catchy saat Joanna Andrea naik ke atas panggung. Membawa konsep full band, solois asal Jakarta ini membawakan deretan karya populernya seperti “Hanya Satu, Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Wajah Yang Membawa Aku Pulang” dan “Dinikmati Saja“.
Puncak emosi terjadi saat Joanna membawakan single terbarunya, “Tenanglah” di tengah show. Lagu ini merupakan refleksi jujur Joanna yang sempat nyaris menyerah pada mimpinya di industri musik. Melalui Buitenstage Vol. 5, ia membuktikan bahwa dirinya telah bangkit dengan karakter musikalitas yang jauh lebih matang dan tangguh.
Transformasi Tajam RANGR
Unit alternatif asal Bandung, RANGR, menjadi pemuncak yang sempurna. Sebagai bentuk transformasi dari nama sebelumnya, Ranger, mereka tampil cukup apik dan ekspresif dalam membawakan materi dari EP terbaru bertajuk Masa Depan Kita. Mengawali pertunjukan dengan lagu “Perih”,RANGR yang kali pertama manggung di Kota Bogor ini berhasil membawa penonton menyatu dalam atmosfer musik mereka yang ekspresif.
Selain lagu-lagu pada EP terbaru, RANGR tetap memberikan penghormatan pada akar mereka dengan membawakan lagu “Walau Ku Mencoba” dan cover song beberapa band favorit, sebelum akhirnya menutup malam dengan single terbaru mereka “I’m In Pain” yang baru saja dirilis.
Format Baru: Kualitas di Atas Kuantitas
Mulai edisi kelima ini, Buitenstage secara resmi menerapkan ‘aturan main’ baru dengan hanya menampilkan maksimal tiga band per acara. Langkah strategis ini diambil untuk memberikan pengalaman full show yang maksimal bagi band yang tampil.
“Kami ingin band yang tampil mendapatkan pengalaman panggung yang sesuai dengan konsep yang mereka usung. Dengan hanya tiga band, mereka tidak perlu terburu-buru oleh durasi terbatas yang biasanya terjadi jika kita memainkan 4 – 5 band dalam satu edisi,” jelas Nanang Yuswanto, salah satu penggagas Buitenstage.
Senada dengan hal tersebut, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik menekankan pentingnya sinergi antara musisi, panggung, dan media.
“Konsep dasar Buitenstage adalah menciptakan gigs se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi dan penonton, didukung oleh rekan-rekan jurnalis musik. Kami ingin Buitenstage menjadi etalase dan ruang bagi musisi untuk memperkenalkan karya baru mereka dengan konsep panggung yang sebaik-baiknya,” tambah Eko.
Buitenstage yang diinisiasi oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik serta didukung oleh media-media musik ini tidak hanya menjadi sekadar panggung pertunjukan, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai ruang tumbuh bagi ekosistem musik independen yang sehat, di mana karya baru dihargai dan diapresiasi secara mendalam di jantung kota Bogor.
iMusic.id – “Thrash Attack” adalah sebuah perhelatan konser musik yang di gagas sebagai ruang pengembangan dan penguatan ekosistem musik metal. Acara yang digagas dan digelar oleh Surau Kreasi Indonesia ini menjadi pertemuan bagi musisi, komunitas dan penikmat musik keras untuk saling terhubung, berkolaborasi serta memperluas jaringan skena.
Di selenggarakan di Fairway Café, Bogor pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, “Thrash Attack” melibatkan dan menampilkan band – band thrash nasional maupun internasional. Menghadirkan 302 (Malaysia), Antologi (Singapura), Inheritors (Malang), Divine (Jakarta), Fragor (Bogor), Traxion (Jakarta), Backsight (Bandung), Tantrum (Kab.Bogor) dan Rain of Doom (Bogor), gigs ini tidak hanya mendorong tidak hanya mendorong pertumbuhan skena metal lokal, namun juga membawa semangat pertukaran budaya dan solidaritas antara komunitas underground Asia.
Sambil memperkuat posisi kota Bogor dalam peta musik keras Nasional, konser musik “Thrash Attack” ini dilahirkan oleh Surau Kreasi Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan karya dan program yang relevan, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi industri kreatif dan bagi komunitas yang terlibat.
Surau Kreasi Indonesia adalah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan ide, karya dan kolaborasi lintas sektor industri kreatif. Surau Kreasi Indonesia hadir sebagai ruang yang mengintegrasikan kreatifitas, profesionalisme dan nilai kolaboratif. Surau Kreasi Indonesia menaungi “Surau Creative” yang bergerak di bidang event organizer yang mengerjakan gigs “Thrash Attack”, “Surau Records” sebagai label rekaman, management talent dan pengembangan talenta musik, “Bogor Underline” sebagai media yang mengangkat budaya, komunitas dan dinamika kreatif lokal serta “Nocturn” yang berfokus pada clothing dan merchandise.
Konser “Thrash Attack” didukung oleh media partner dan komunitas – komunitas kreatif seperti : Bogor Underline, Buitenzorg Metalheads, Kisruh, Kaset.id, Cadaazzdotcom, iMusic.id, Cadaazz Pustaka Musik, Intip Musik, Aku Punya Musik, JRP Production, Jam’s Music Store, Battle Vest Assault dan Fairway Café, Bogor.
Sampai jumpa di “Thrash Attack” wahai para metalhead!!
iMusic.id – Dunia musik reggae Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya “Hunter Festival 2026”, sebuah festival musik reggae yang akan digelar pada 25 April 2026 di Samanea Kuliner Junction, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Event ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari jadi ke-2 Hunter Beerand Cafe di Samanea.
Mengusung tema #SilaturReggae, festival “Hunter Festival 2026” ini hadir bertepatan dengan momen Idulfitri, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi, nostalgia, sekaligus perayaan kebersamaan bagi para musisi dan penikmat reggae, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Hunter Festival 2026” akan menghadirkan deretan musisi reggae ternama yang telah dikenal hingga kancah nasional, di antaranya Coconuttreez, Momonon, Dhyo Haw, Sejedewe, High Therapy, Republik 21, serta banyak penampil lainnya seperti Ballereoth, Smile Morning, Feel High, Achin Gold Lion, Owl Jams, Moral Dilema, DJ DND, dan R Kustik.
Tak hanya musisi reggae, pada event “Hunter Festival 2026” ini akan hadir juga musisi yang tengah naik daun dengan genre pop rock yaitu Sultan Fraya, sebagai band kehormatan.
“Kami ingin menciptakan ruang yang hangat, penuh energi positif, dan mempererat kebersamaan lewat musik reggae,” ujar Koko Wahyu, Project Manager Hunter Festival 2026.
Dalam hal tiket, penjualan presale telah resmi ditutup pada 1 April 2026 pukul 15.00 WIB. Saat ini, penjualan telah memasuki tahap normal dengan rincian harga sebagai berikut:
Regular A: Rp100.000
Regular B: Rp85.000
VIP A: Rp200.000
VIP B: Rp175.000
Tiket dapat dibeli secara online melalui website resmi di www.hunterfestivalgroup.com, serta akan disediakan juga banyak loket penjualan on the spot untuk memudahkan pengunjung.
Hunter Festival 2026 menyediakan total 2.000 tiket bagi para penikmat reggae untuk bernyanyi dan bersenang-senang bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Lebih dari sekadar festival, Hunter Festival diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Bang Sur selaku promotor event mengatakan, nama ‘Hunter’ sendiri akan dirancang untuk menjadi sebuah event organizer yang bakal menggandeng banyak komunitas, diawali dari komunitas reggae.
“Setelah Hunter Festival 2026, akan dijalankan tur di Tangerang bersama band-band reggae baru. Kita promosikan bersama Hunter,” ucapnya.
Harapannya, festival ini juga dapat berkembang menjadi rangkaian tur kecil yang menjangkau berbagai kota di Indonesia, sekaligus melibatkan musisi lokal di setiap daerah yang dikunjungi.
Dengan semangat #SilaturReggae, “Hunter Festival 2026” siap menjadi salah satu perayaan musik reggae terbesar dan paling berkesan di tahun ini.