Connect with us

iMusic

Terinspirasi dari pertengkaran, “Fry” rilis single ke empat “Retrograde”

Published

on

iMusic.id – Pada tanggal 21 May 2024, pada semua platform musik digital, penyanyi dan penulis lagu Yemima Frian dibawah nama panggung fry telah merilis single keempatnya yang berjudul “Retrograde”. Lagu ini merupakan bagian dari EP fry di 2024 yang berjudul, ”Crush Complex”.

Lahir dari kolaborasi dengan maniasonic, Sekar Astiari dan Tabitha Atmodjo sebagai producer, “Retrograde” bercerita bahwa lagu ini berkisah tentang berada dalam sebuah situationship dengan seseorang terkadang kita bergerak tidak maju, melainkan mundur. Ketika pertengkaran terjadi, saat itulah kita merasa kembali ke awal dan mempertanyakan segalanya.

Secara astrologi, ketika sebuah planet mengalami kemunduran, kita menarik diri kita sendiri dan hal itu menghalangi semua jenis komunikasi. Oleh karena itu, orang tersebut bertanya apakah mereka dapat beristirahat sebelum segalanya menjadi lebih buruk.

Inspirasi lagu ini datang setelah bertengkar dan kemudian sadar setelahnya, bahwa tidak ada yang saling mendengar. Setiap kalimat yang diutarakan tidak menyelesaikan masalahnya namun malah memperburuk pertengkarannya karena tujuannya adalah untuk menyakiti.

Perasaan ini diutarakan di bagian, “Saying words with no meaning. Can’t remember why we’re fighting.” “Your words are underwater.” Ini adalah salah satu lirik favorit fry. dari lagu dimana ketika kita sedang bertengkar, sebagian besar waktu kita tidak mendengarkan untuk memahami, melainkan untuk menyerang. Ketika sedang berada di bawah air, suara dan kata-kata teredam – kita tidak bisa benar-benar memahami apa yang diutarakan oleh sesama.

Ketika sedang membuat lagu ini, fry. sebagai komposer, mereferensikan lagu ini dari The Internet dan SZA. Melodi bass-nya memimpin lagu serta mengalir bersama dengan vokal saat menceritakan kisahnya. Ditambah dengan perkusi yang complex menjadi titik tengah secara sonik dan juga merepresentasikan dan mewakili kesadaran akan apa yang sedang terjadi.

Sekar dan Tabitha sebagai produser mengolah kembali demo yang diberikan dimana Tabitha menambahkan melodi gitar untuk memberikan kesan yang sexy and chill vibe, sedangkan Sekar membuat gabungan kombinasi antara pattern kick dan hi-hats pada drums, dan variasi suara synthesizer.

Sekar juga menambahkan ambience sebuah cafe pada intro lagu untuk menggambarkan seakan-akan lagu tersebut sedang dimainkan di cafe. Secara mix, pada bagian bridge, Sekar membuat vokal fry bersuara lebih ambient untuk membuat bridge yang lebih soothing dan smooth.

Kami mengundang Anda untuk mendengarkan lagu ini jika Anda sedang berada di situasi di hubungan dimana kalian saling bertanya-tanya akan semuanya setelah bertengkar, memilih untuk mundur dari satu dan lain dan memutuskan untuk break dulu.

Official Lyric Video-nya akan di rilis di tanggal 25th May 2024 di akun Youtube maniasonic.

iMusic

Cinta berawal dari layar hp di single “Layar Hati” nya Billkiss.

Published

on

iMusic.id – Band pop Billkiss kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Layar Hati”, sebuah lagu manis yang mengangkat kisah cinta yang berawal dari dunia digital. Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh hati pada pandangan pertama melalui media sosial, perasaan yang awalnya hanya hadir lewat layar, namun perlahan tumbuh menjadi nyata.

Dalam cerita yang dihadirkan melalui lagu ini, sosok yang semula hanya bisa dipandangi dari layar handphone akhirnya hadir dalam kehidupan nyata. Ia menjadi teman berbagi cerita, hingga pada akhirnya menjelma menjadi teman hidup selamanya.

“Layar Hati” ditulis oleh Helvi Eriyanti, bassist Billkiss. Proses rekaman lagu ini dilakukan di Lancar Jaya Studio, dengan dukungan musisi Acoy Rocker Kasarunk dan Band Omom yang turut membantu dalam proses aransemen. Sementara itu, proses mixing juga dikerjakan oleh Acoy di studio yang sama.

Meski proses penciptaannya terbilang cukup singkat, lagu ini lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan banyak orang saat ini. Helvi mengungkapkan bahwa di era digital, tidak sedikit kisah cinta yang bermula dari percakapan di media sosial atau pertemuan melalui layar ponsel.

“Banyak orang sekarang yang menemukan cinta dari layar handphone. Awalnya cuma chatting, saling melihat lewat media sosial, tapi lama-lama bisa jadi hubungan yang nyata. Dari situ ide lagu ini muncul,” ujar Helvi.

Sementara itu, Maulin, vokalis Billkiss, berharap lagu ini bisa menjadi lagu yang dekat dengan pengalaman para pendengarnya.

“Kisahnya sangat relate dengan kehidupan sekarang. Semoga ‘Layar Hati’ bisa diterima dengan baik dan menjadi soundtrack dalam perjalanan cinta banyak orang,” kata Maulin.

Masih mengusung genre pop dengan nuansa manis dan ceria, “Layar Hati” menghadirkan warna musik khas Billkiss yang hangat, ringan, dan penuh rasa cinta.

Single “Layar Hati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.

Continue Reading

iMusic

Inheritors coba mengakali kematian di single “Cheating Death”

Published

on

iMusic.id – Unit thrash metal asal Malang, Inheritors, kembali melanjutkan fase comeback mereka di 2026 lewat single baru berjudul “Cheating Death”. Lagu ini lahir dari refleksi personal para personelnya yang pernah berada di ambang kematian, sekaligus kegemaran kolektif mereka terhadap tema horor dan thriller seperti film Final Destination. “Cheating Death” berbicara tentang ilusi manusia yang merasa bisa mengakali kematian, padahal kematian selalu menemukan jalannya sendiri.

“Cheating Death” menandai sisi Inheritors yang paling gelap dan buas sejauh ini. Riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir 80-an dipadukan dengan komposisi yang lebih padat, groove yang lebih kejam, serta breakdown dan solo gitar yang agresif. Referensi era Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator) terasa kuat, dan juga spirit Sepultura era awal menjadi benang merah utama, namun diramu tanpa terjebak nostalgia mentah.

Single ini juga menjadi debut resmi Galih sebagai gitaris baru Inheritors, menjadikan formasi ini untuk pertama kalinya menggunakan dua gitaris. Meski datang dari latar non-thrash, Galih justru membawa pendekatan yang lebih eksploratif dan segar, memperkaya karakter riff dan solo tanpa mengaburkan identitas gelap Inheritors. Kehadirannya membuat sound band terasa lebih padat, heavier, dan terbuka ke materi-materi yang lebih luas.

Saat ini Inheritors di perkuat oleh : Dion (Lead Vocals), Patrick (Lead Guitars), Galih (Rhythm Guitars), Obed (Bass Guitars, Backing Vocals) dan Rufa (Drums, Percussion).

“Cheating Death” merupakan bagian dari strategi rilis single bertahap menuju album penuh perdana Inheritors. Album tersebut direncanakan menjadi kolase perkembangan thrash metal, dari era 80-an hingga 2000-an, dengan tiap lagu membawa karakter dan pendekatan yang berbeda. Setelah delapan tahun hiatus, Inheritors menegaskan bahwa musik kini menjadi medium katarsis, penyaluran energi negatif, sekaligus warisan yang ingin mereka tinggalkan.

Dengan bagian-bagian yang dirancang untuk memicu moshpit sejak intro hingga akhir lagu, “Cheating Death” adalah pernyataan bahwa Inheritors belum selesai. Mereka mungkin tidak bisa mencurangi takdir, tapi mereka bisa menantangnya dengan distorsi, kecepatan, dan kegelapan.

Continue Reading

iMusic

REVIND alami kehilangan di single “Forever Still”

Published

on

iMusic.id – Band metalcore asal Indonesia, REVIND, resmi merilis single terbaru mereka berjudul “Forever Still” pada 26 Februari 2026 lalu. Lagu ini menjadi karya paling emosional yang pernah mereka rilis, sebuah elegi tentang kehilangan, cinta, dan kenangan yang tetap hidup meski seseorang telah tiada.

“Forever Still”menceritakan tentang seseorang yang harus menghadapi kenyataan pahit ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang paling ia cintai. Melalui lirik seperti “Still I see Your face every time I close my eyes” dan “You’re forever still in my heart”, REVIND menggambarkan bagaimana duka tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya berubah bentuk, hidup dalam ingatan dan perasaan.

Secara musikal, lagu ini memadukan riff berat khas metalcore dengan atmosfer melankolis dan dinamika emosional yang kuat. Breakdown yang intens berpadu dengan bagian melodik yang sendu, menciptakan ruang bagi pendengar untuk merasakan kesedihan, kemarahan, hingga penerimaan dalam satu perjalanan yang utuh dari REVIND.

Vokal yang penuh tekanan emosional memperkuat pesan tentang kehampaan, keterpurukan, dan cinta yang tak pernah padam. Kalimat seperti “Flowers laid out to You, heaven is waiting for You” menjadi simbol perpisahan terakhir yang pahit namun penuh keikhlasan.

Dengan “Forever Still”, REVIND menunjukkan kedewasaan dalam penulisan lagu dan produksi. Lagu ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi tentang bagaimana seseorang tetap hidup dalam hati orang yang mencintainya. Tema universal ini membuat “Forever Still” relevan bagi siapa pun yang pernah merasakan duka mendalam.

Single ini telah tersedia di seluruh platform digital streaming.

Continue Reading