Connect with us

iMusic

“This Time of Year” Album Christmas Dari “Dennis van Aarssen”.

Published

on

iMusic.idDennis van Aarssen, musisi jazz dan pemenang The Voice Holland 2019, dan juga peraih penghargaan Edison Award albumnya “Forever You” di tahun 2020, kembali merilis lagu terbarunya yaitu “This Time of Year” setelah sebelumnya merilis single nya yaitu “Until Next Christmas” kali ini Dennis van Aarssen kembali dengan terbarunya sekaligus memberikan teaser mengenai album Christmas nya yang akan dirilis pada tanggal 30 November 2023. 

Lagu “Until Next Christmas” ini merupakan tiga lagu baru yang dimasukkan ke dalam album natal dan sekaligus sudah menjadi fakta umum bahwa penyanyi paling terkenal dan berbakat di Belanda ini, Dennis van Aarssen, sangat mencintai Natal dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya.

Tahun 2022 lalu, Dennis van Aarssen juga merilis album Natalnya “Christmas When You’re Here,” yang menampilkan delapan lagu asli dan dua lagu cover, “Driving Home For Christmas” oleh Chris Rea dan “Hang Your Lights” bersama dengan Jamie Cullum. Dennis van Aarssen telah menulis, merekam, dan menambahkan tiga lagu Natal baru ke albumnya yang memang merupakan edisi Deluxe dan akan tersedia mulai 1 Desember 2023.

Selain itu, Dennis juga akan menampilkan dua belas pertunjukan Natal live, dimulai pada 28 November di New York dan juga untuk tur kali ini, Dennis juga telah menyusun program yang benar-benar baru. Dennis mengatakan, “Selain semua lagu dari album, termasuk tiga lagu baru, saya juga akan menampilkan lebih banyak lagu Natal klasik. Kami akan melakukan pertunjukan Natal dengan DVA Big Band, dalam lineup yang sama dengan tur reguler. Memulai pertandingan di New York merupakan hal yang menarik, namun saya sangat menantikannya.”

Dennis van Aarssen mengatakan bahwa lagu “This Time of Year” dan kenapa merilis lagu dan album natal karena musim liburan sangat berarti baginya, terkadang Dennis merasa kesulitan mengungkapkan perasaan dan antusiasme dalam kata-kata. Hal itu yang akhirnya ditulis Jeff Franzel, Maria Christensen dan Dennis di lagu “This Time of Year”.

Sebuah lagu mengenai Cinta mendalam yang dia rasakan untuk Natal.Sebuah pesona di udara, dari kepingan salju pertama untuk makan malam keluarga tradisional dan tentu saja semua memori Natal yang indah. lagu yang sepanjang tahun 2023 ini membuat Dennis seperti dibawa kembali ke masa kecilnya, dan itulah perasaan paling indah, penuh warna, dan ajaib di dunia yang sangat berarti buat Dennis.

Lagu This Time of Year dan album Natal deluxe yang indah ini merupakan sebuah album yang masing-masing berisi perasaan Natal di dalamnya dengan cara mereka sendiri. Sebuah album dengan 13 lagu, yang Dennis pilih dengan cermat dan hati-hati dengan bekerjasama dengan manajer A&R nya yaitu Menno Timmerman dan manajer Dennis yaitu Marc Hofstede.

Keduanya sekali lagi memainkan peran penting dalam keseluruhan proses pembuatan album ini. Dennis sendiri menulis 8 dari 10 draft dengan Jeff Franzel dan Maria Christensen dari Amerika, sedangkan 2 draft asli dari lagu ini dengan penulis lagu Belanda yaitu Simon Gitsels dan Karel Schepers. 3 sampel dari album ini adalah lagu-lagu yang sangat Dennis sukai, dan ia ingin memberikan sentuhan sendiri pada lagu-lagu tersebut dan memberikannya tempat yang khusus di album.

Berkat aransemen luar biasa dari Ilja Reijngoud, Willem Friede, Robert Koemans dan Jasper Staps, menghasilkan sebuah komposisi yang indah dari 11 buah string ansambel (dibuat oleh Geert Rubingh) dan ayunan indah DvA Bigband, semuanya ditangkap oleh produser dan insinyur Paul Pouwer di POWERSOUND Studio miliknya di Amsterdam

Dennis van Aarssen berujar “Saya berharap lagu-lagu ini akan membuka lebih banyak kemungkinan untuk streaming dan diputar di radio. Sejujurnya saya katakan bahwa album ini berisi tiga belas lagu yang layak untuk diputar dan didengarkan. Saya juga merasa telah membuat kemajuan dalam perkembangan saya. Saya sekarang mendengarkan lebih penuh perhatian dan kritis, dan lebih sering. Segalanya harus tepat.”

Semoga dengan lagu This Time of Year ini dalam memberikan sedikit bocoran mengenai bagaimana album christmas yang akan dirilis oleh Dennis van Aarssen yang akan datang. Semoga juga lagu This Time of Year menjadi pilihan lagu yang menyenangkan untuk menyambut bulan Desember dan juga Natal di tahun ini. (FE)

iMusic

WUSS bercerita tentang anak kedua di single “Born In February”

Published

on

iMusic.id – Setelah merilis “Where It Begins” pada 2025, WUSS kembali memperkenalkan “Born in February”, sebuah karya yang lahir dari ruang di antara sorak dan kekacauan, di antara yang diagungkan dan yang sering terlewatkan. Ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, lagu ini menjadi pengakuan personal tentang tumbuh sebagai “anak kedua”: bukan bayangan, bukan pengganti, namun kerap diperlakukan sebagai jeda yang mudah dilupakan.

Melalui lagu ini, Sabiella Maris (vokal, gitar), Brilyan Prathama Putra (vokal, gitar), Rara Harumi (bass), dan Rufa Hidayat (drum) yang tergabung di WUSS menolak anggapan bahwa urutan adalah identitas, dan menegaskan bahwa bertahan seringkali membutuhkan tenaga yang jauh lebih besar daripada sekadar menjadi yang pertama. Single “Born in February” telah rilis di semua DSP pada 06 Februari 2026.

“Anak kedua lahir di tengah dua dunia satu riuh penuh sorak, satu lagi kacau dan nggak pernah benar-benar rapi. Sering kali posisinya cuma dianggap lewat. Bagi anak kedua, ‘second’ itu cuma urutan, bukan identitas,” kata Brilyan dari WUSS.

Single “Born in February” menghadirkan sudut pandang tentang posisi kedua yang hidup di bawah perbandingan tanpa akhir, ketika suara kerap tenggelam oleh yang dianggap lebih utama dan mudah diterima. Alih-alih meminta maaf karena berbeda, WUSS justru merayakan keganjilan itu, liar, lentur, dan sulit dipatok sebagai sumber nyawa lagu ini, yang bertumpu pada keberanian untuk terus bergerak meski dunia sesekali memalingkan muka.

Bagi WUSS, “kedua” bukan cerita tentang kalah cepat, melainkan tentang bertahan lebih lama: tumbuh tanpa tepuk tangan, tetap berani menatap langit, dan menemukan ruang paling jujur untuk menjadi diri sendiri. Lewat lagu ini, WUSS menegaskan sikap untuk tidak menjadi salinan atau berjalan di jalur aman demi diterima, seraya mengingatkan bahwa “kedua” hanyalah angka, bukan identitas, sekaligus penanda baru tentang ketahanan dan keberanian untuk terus bermimpi, bahkan ketika dunia memilih untuk tidak melihat.

Proses produksi “Born in February” berlangsung kurang lebih selama satu bulan, dimulai sejak pertengahan Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Lagu ini ditulis oleh Brilyan Prathama Putra dan Sabiella Maris, dengan lirik yang digarap oleh Sabiella Maris. Proses komposisi melibatkan seluruh personel, Sabiella Maris, Brilyan Prathama Putra, Rara Harumi, dan Rufa Hidayat yang bersama-sama merangkai dinamika emosional lagu ini menjadi satu kesatuan utuh.

Saat ini, WUSS juga tengah mempersiapkan album penuh yang akan menjadi kelanjutan dari rilisan single mereka. Album tersebut direncanakan berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir yang akan dirilis sebagai pengantar sebelum album resmi diluncurkan. Menariknya, single penutup menuju album ini akan melibatkan kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. WUSS berharap seluruh prosesnya dapat berjalan lancar dan album ini bisa segera diperkenalkan ke publik.

“WUSS saat ini tengah menyiapkan album penuh berisi 12 lagu, dengan satu single terakhir sebagai pengantar menuju perilisan album, termasuk kolaborasi dengan musisi di luar Jawa Timur. Doakan kelancaran proyek kami ini ya,” ujar Sabiella.

Single “Born in February” sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital (DSP) mulai 6 Februari 2026. Jangan lewatkan dan dengarkan pernyataan terbaru dari WUSS di platform streaming musik pilihan anda.

Continue Reading

iMusic

Iqbal Aria rilis single “Home” di label milik Afgan

Published

on

iMusic.id – Musisi muda Iqbal Aria memperkenalkan single pertamanya yang berjudul Home. Lagu yang ia produseri sendiri ini dirilis di bawah naungan label Better Days Production milik Afgan.

Bernuansa melankolis, Iqbal Aria menjelaskan bahwa Home adalah sebuah lagu tentang penyesalan. Karya yang didominasi alunan gitar dan strings ini mengisahkan tentang rasa sesal karena menyakiti perasaan seseorang yang kita kasihi. Semua dilakukan tanpa pikir panjang, melupakan fakta kalau mereka adalah ‘rumah’ untuk kita.

“Aku suka lagu yang simpel, dan aku menerapkannya di lagu Home. Aku ingin emosi di lagu Home bisa dirasakan dari semua sisi. Aku terinspirasi beberapa band di era 60’s dan 70’s yang lirik lagunya puitis dan mudah didengar. Selain itu, aku juga suka menggunakan analogi untuk mempertegas esensi lirik yang aku tulis. Dari situ, lahirlah Homeyang didasari atas pengalaman pribadiku,” jelas Iqbal Aria.

Bermusik, terutama menyanyi dan bermain gitar adalah kegemaran Iqbal Aria sejak kecil. Ia banyak menyelami berbagai genre, mulai dari jazz yang menjadi main root-nya, pop, hingga vintage rock dan metal. Pada tahun 2015, ia mulai serius menekuni musik dan kerap tampil di berbagai panggung. Tahun 2019, Iqbal Aria dikenal sebagai vokalis/gitaris heavy rock band bernama MAUT. Kini, ia melebarkan sayapnya menjadi seorang solois. Hingga kini, ia aktif bermusik sebagai anggota band indie.

Talenta yang dimiliki Iqbal Aria pun mempertemukannya dengan Afgan di tahun 2024. Kala itu, mereka bertemu di sebuah acara karaoke dan Iqbal diminta bernyanyi.

“Aku amaze mendengar suara Iqbal. Karakter suaranya kuat, timbrenya soulful dan aku bisa merasakan soul-nya ketika ia bernyanyi. Iqbal sendiri adalah sosok yang very humble, eager to learn, very grounded, dan sangat autentik. Menurutku, seorang artist itu tidak cukup punya talenta saja, tapi humility dan attitude yang baik. Hal itulah yang membuat karier mereka panjang,” jelas Afgan.

Iqbal Aria pun menjadi artis pertama label Better Days Production milik Afgan. Menurut Afgan, suara dan bakat bermusik Iqbal Aria sangat sesuai dengan karakter musisi yang ia cari selama ini dan selaras dengan prinsip Better Days Production. Soal Home, Afgan merasa lagu tersebut sangat merepresentasikan musikalisasi Iqbal Aria.

Home is beautifully written, maknanya dalam dan semua orang bisa relate. Home isn’t literally ‘rumah’, tapi seseorang juga bisa disebut ‘home’. Our loved ones, our partners, sangat universal. Notasi dan chord progression-nya memiliki sesuatu yang nostalgic dan dan aku harap “Home” bisa resonate ke banyak orang,” kata Afgan.

“Aku super excited dan happy karena selama ini aku enggak pernah work hard under my own name. Setelah melewati banyak pertimbangan, aku pun mantap untuk bergabung dengan Better Days Production bulan Maret 2025 sebagai seorang solois. Aku percaya aku bisa semakin berkembang dan menghadirkan banyak karya untuk ke depannya bersama Better Days Production,” tutup Iqbal Aria.

Continue Reading

iMusic

Trisouls luncurkan single bernuansa 90an bertajuk “Sementara atau Selamanya”

Published

on

iMusic.id – Trisouls kembali merilis single terbaru berjudul “Sementara atau Selamanya”, sebuah lagu pop romantis dengan aransemen menyenangkan dan upbeat, dibalut sentuhan nuansa 90-an yang hangat dan nostalgik. Lagu ini menangkap momen paling jujur dalam sebuah hubungan saat perasaan hadir begitu nyata, namun jawabannya belum ingin ditentukan.

Diciptakan oleh Sajiva, single “Sementara atau Selamanya” dari Trisouls bercerita tentang debar hati yang muncul dari hal sederhana, seperti senyuman manis, hingga gejolak asmara yang membuat dunia terasa hanya milik berdua. Dari rasa kagum yang terpendam, kegugupan saat ingin mengungkapkan perasaan, hingga keyakinan bahwa cinta sejati layak diperjuangkan, lagu ini mengalir jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.

Secara musikal, Trisouls menghadirkan aransemen ceria khas mereka, ringan, optimistis, dan mudah diingat. Nuansa pop romantis era 90-an terasa kuat, namun dikemas dengan sentuhan modern yang relevan dengan pendengar hari ini. Reffrain-nya menggambarkan sensasi melayang, seolah atmosfer tak lagi mampu menahan perasaan yang menguat, mengajak pendengar menikmati keindahan momen tanpa harus terburu-buru menentukan akhir cerita.

Melalui “Sementara atau Selamanya”, Trisouls menegaskan bahwa tidak semua cinta harus segera memiliki jawaban. Terkadang, keberanian terbesar adalah memberi ruang bagi rasa untuk tumbuh, entah itu hanya sementara, atau ternyata bertahan selamanya.

Single “Sementara atau Selamanya” telah tersedia di seluruh platform streaming digital.

Continue Reading