iMusic – Setelah lebih dari 6 bulan kita semua berada dalam
situasi dan kondisi yang tidak menentu sebagai akibat dari globalpandemik
yang sedang melanda dunia saat ini, kebanyakan dari kita sudah pasti
merasakan bosan dan jenuh karena terlalu lama #dirumahaja.
Meskipun ketika kita sudah memasuki masa newnormal,
masih banyak tempat hiburan dan juga pertunjukkan off-air yang sangat
terbatas dan belum bisa kita kunjungi karena kekhawatiran akan munculnya
klaster baru. Untuk itu pilihan hiburan liveentertainment secara
Virtual/Daring masih menjadi alternatif yang paling sesuai dalam
mengisi waktu weekend selama berada #dirumahaja.
Otello Asia yang merupakan salah satu promotor dan penyelenggara
pertunjukan musik tanah air yang sukses mengadakan konser dengan mendatangkan
artis ternama tanah air hingga artis mancanegara, bekerjasama dengan KIOSTIX
sebagai streaming&ticketing partner akan
menyelenggarakan pertunjukkan spesial, berbeda dan sudah pasti menghibur untuk
menemani kita selama weekend #dirumahaja dengan tajuk acara yang seru secara
daring atau virtual streaming: “STASIUNSANTUY”, acara ini untuk
target penonton daring dengan usia 18+.
STASIUN SANTUY atau dengan kata lain STreamingASIkUNtukSANTUY, merupakan acara ‘Virtual Streaming’ atau acara yang
bisa disaksikan secara daring dan dapat dijadikan sebagai ajang nongkrong dan
hiburan yang dilakukan secara online tentunya, bukan hanya mengandalkan musik,
tetapi juga berbagai activity seru yang bisa dipilih oleh seluruh audience.
Dengan konsep ‘VirtualHangout’, Otello Asia akan mencoba
mengobati rasa kangen ‘Hangout’ teman-teman dirumah yang juga rindu akan
euphoria nonton konser di depan panggung.
STASIUN SANTUY akan terdiri dari 2 (dua) episode yang mana
akan menampilkan ‘HeterogenLifestyle’ dengan manampilkan
performers yang bervariasi pada tiap episodenya, mulai dari groupband,
DJ, Dancer dan StandUpComedy yang
atraktif, kekinian dan unik serta fresh sesuai dengan kebutuhan akan hiburan
dimasa pandemik saat ini. Dengan set lokasi yang anti mainstream dan multi–cameraangle yang dinamis akan memberikan sensasi nonton yang semakin maksimal.
SysanIbrahim selaku CEO dari Otello Asia mengatakan “STASIUN SANTUY
merupakan acara hiburan alternatif yang dibuat oleh Otello Asia dengan konsep New
Showstyle, New Atmosphere, New Experience, dengan mengusung
tema dasar “UNITY”.
virtual performance ini akan menyajikan hiburan yang (UNIque
& diversiTY) buat semua yang sudah #rindukonser, dengan dua episode
ambiance yang berbeda kita akan memberikan visual menarik yang mana episode
‘STASIUN SANTUY 1’ dengan sentuhan “VintageGeometric” dan
‘STASIUN SANTUY 2’ dengan sentuhan “ModernEthnic” agar lebih
menarik dan atraktif saat mengisi waktu weekend nonton secara daring
#dirumahaja, tentunya dengan harga tiket yang terjangkau tiap episode-nya dan
juga tersedia tiket terusan untuk nonton terusan 2 episode langsung yang bisa
dibeli secara online melalui streaming & ticketing partner kiostix.com”.
STASIUN SANTUY akan di selenggarakan secara virtual streaming
pada hari Sabtu, 07 November dan Sabtu berikutnya, 14 November 2020
mulai pukul 20.00 – 21.30 WIB dan akan dimeriahkan oleh OMMPR, FeelKoplo, RahmatAbabil (Stand Up Comedy), AlffyRev,
WeirdGenius, ContemporerDancer serta LEDRoboticDancer. Tiket dapat dibeli secara online mulai hari Senin, 5 Oktober
2020 melalui kiostix.com dengan harga sebagai berikut:
Harga tiket nonton virtual streaming ‘STASIUN SANTUY’*:
– Stasiun Santuy
1 (Sabtu, 07 November 2020) :
Rp. 37,000. –
– Stasiun Santuy
2 (Sabtu, 14 November 2020) : Rp. 37,000. –
– Stasiun
Terusan (Sabtu, 07 & 14 November
2020) : Rp.
60,000. –
iMusic.id – “Thrash Attack” adalah sebuah perhelatan konser musik yang di gagas sebagai ruang pengembangan dan penguatan ekosistem musik metal. Acara yang digagas dan digelar oleh Surau Kreasi Indonesia ini menjadi pertemuan bagi musisi, komunitas dan penikmat musik keras untuk saling terhubung, berkolaborasi serta memperluas jaringan skena.
Di selenggarakan di Fairway Café, Bogor pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, “Thrash Attack” melibatkan dan menampilkan band – band thrash nasional maupun internasional. Menghadirkan 302 (Malaysia), Antologi (Singapura), Inheritors (Malang), Divine (Jakarta), Fragor (Bogor), Traxion (Jakarta), Backsight (Bandung), Tantrum (Kab.Bogor) dan Rain of Doom (Bogor), gigs ini tidak hanya mendorong tidak hanya mendorong pertumbuhan skena metal lokal, namun juga membawa semangat pertukaran budaya dan solidaritas antara komunitas underground Asia.
Sambil memperkuat posisi kota Bogor dalam peta musik keras Nasional, konser musik “Thrash Attack” ini dilahirkan oleh Surau Kreasi Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan karya dan program yang relevan, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi industri kreatif dan bagi komunitas yang terlibat.
Surau Kreasi Indonesia adalah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan ide, karya dan kolaborasi lintas sektor industri kreatif. Surau Kreasi Indonesia hadir sebagai ruang yang mengintegrasikan kreatifitas, profesionalisme dan nilai kolaboratif. Surau Kreasi Indonesia menaungi “Surau Creative” yang bergerak di bidang event organizer yang mengerjakan gigs “Thrash Attack”, “Surau Records” sebagai label rekaman, management talent dan pengembangan talenta musik, “Bogor Underline” sebagai media yang mengangkat budaya, komunitas dan dinamika kreatif lokal serta “Nocturn” yang berfokus pada clothing dan merchandise.
Konser “Thrash Attack” didukung oleh media partner dan komunitas – komunitas kreatif seperti : Bogor Underline, Buitenzorg Metalheads, Kisruh, Kaset.id, Cadaazzdotcom, iMusic.id, Cadaazz Pustaka Musik, Intip Musik, Aku Punya Musik, JRP Production, Jam’s Music Store, Battle Vest Assault dan Fairway Café, Bogor.
Sampai jumpa di “Thrash Attack” wahai para metalhead!!
iMusic.id – Dunia musik reggae Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya “Hunter Festival 2026”, sebuah festival musik reggae yang akan digelar pada 25 April 2026 di Samanea Kuliner Junction, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Event ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari jadi ke-2 Hunter Beerand Cafe di Samanea.
Mengusung tema #SilaturReggae, festival “Hunter Festival 2026” ini hadir bertepatan dengan momen Idulfitri, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi, nostalgia, sekaligus perayaan kebersamaan bagi para musisi dan penikmat reggae, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Hunter Festival 2026” akan menghadirkan deretan musisi reggae ternama yang telah dikenal hingga kancah nasional, di antaranya Coconuttreez, Momonon, Dhyo Haw, Sejedewe, High Therapy, Republik 21, serta banyak penampil lainnya seperti Ballereoth, Smile Morning, Feel High, Achin Gold Lion, Owl Jams, Moral Dilema, DJ DND, dan R Kustik.
Tak hanya musisi reggae, pada event “Hunter Festival 2026” ini akan hadir juga musisi yang tengah naik daun dengan genre pop rock yaitu Sultan Fraya, sebagai band kehormatan.
“Kami ingin menciptakan ruang yang hangat, penuh energi positif, dan mempererat kebersamaan lewat musik reggae,” ujar Koko Wahyu, Project Manager Hunter Festival 2026.
Dalam hal tiket, penjualan presale telah resmi ditutup pada 1 April 2026 pukul 15.00 WIB. Saat ini, penjualan telah memasuki tahap normal dengan rincian harga sebagai berikut:
Regular A: Rp100.000
Regular B: Rp85.000
VIP A: Rp200.000
VIP B: Rp175.000
Tiket dapat dibeli secara online melalui website resmi di www.hunterfestivalgroup.com, serta akan disediakan juga banyak loket penjualan on the spot untuk memudahkan pengunjung.
Hunter Festival 2026 menyediakan total 2.000 tiket bagi para penikmat reggae untuk bernyanyi dan bersenang-senang bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Lebih dari sekadar festival, Hunter Festival diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Bang Sur selaku promotor event mengatakan, nama ‘Hunter’ sendiri akan dirancang untuk menjadi sebuah event organizer yang bakal menggandeng banyak komunitas, diawali dari komunitas reggae.
“Setelah Hunter Festival 2026, akan dijalankan tur di Tangerang bersama band-band reggae baru. Kita promosikan bersama Hunter,” ucapnya.
Harapannya, festival ini juga dapat berkembang menjadi rangkaian tur kecil yang menjangkau berbagai kota di Indonesia, sekaligus melibatkan musisi lokal di setiap daerah yang dikunjungi.
Dengan semangat #SilaturReggae, “Hunter Festival 2026” siap menjadi salah satu perayaan musik reggae terbesar dan paling berkesan di tahun ini.
iMusic.id – Gitaris, komposer, dan produser musik ternama Indonesia, Dewa Budjana, akan menggelar konser bertajuk “Pranayama” pada 10 April 2026 PK. 19.45 WIB di DeConcert Room, Deheng House, Jakarta Selatan.
Konser ini menjadi momen spesial, menandai kembalinya Dewa Budjana dalam format konser tunggal setelah cukup lama tidak tampil dalam setting intimate. Mengusung konsep yang lebih personal dan mendalam, “Pranayama” menawarkan pengalaman musikal yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.
Dikenal sebagai salah satu pendiri grup GIGI, Budjana terus mengeksplorasi musik lintas genre melalui berbagai proyek internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, ia aktif merilis karya melalui Moonjune Records, termasuk album “Dawai in Paradise, Mahandini, Surya Namaskar, hingga rilisan terbarunya “Prague Nayama” (2025) yang melibatkan Prague Symphony Orchestra.
“Saya ingin menghadirkan pengalaman musik yang lebih dekat dan jujur dengan penonton. ‘Pranayama’ bukan sekadar konser, tapi perjalanan rasa,” ujar Dewa Budjana.
Dalam konser ini, Budjana akan membawakan sejumlah karya dari album terbarunya seperti “On the Way Home, Dreamland” dan “Karma”, yang sebelumnya direkam secara live di Praha, Republik Ceko, sebuah proses yang penuh tantangan sekaligus eksploratif secara musikal.
Ia akan tampil bersama musisi-musisi yang telah lama berkolaborasi dengannya, yaitu Shadu Rasjidi (bass), Yandi Andaputra (drum), Dio Siahaan (synthesizer), Irsa Destiwi (piano), serta Jaeko Siena (perkusi & suling). Konser ini juga akan menghadirkan penampilan spesial dari Endah Widiastuti (vokal & gitar).
Sebagai venue, Deheng House menghadirkan ruang pertunjukan yang dirancang untuk pengalaman musik yang lebih intim dan berkualitas. DeConcert Room dilengkapi dengan sistem tata suara, pencahayaan, dan visual (LED) yang mendukung eksplorasi artistik secara maksimal.
Menurut Founder Deheng House, Lexi M. Budiman, konser ini merupakan bentuk apresiasi terhadap musisi yang telah memberikan kontribusi besar bagi industri musik Indonesia.
“Kami ingin menghadirkan ruang di mana musik bisa dinikmati lebih dekat, lebih hangat, dan lebih bermakna,” ujarnya.
Selain aktif bermusik, Dewa Budjana juga dikenal melalui inisiatif sosial seperti Gitaris Untuk Negeri, yang secara konsisten menggalang dana untuk korban bencana alam di Indonesia.
Dengan kapasitas terbatas dan konsep intimate, konser ini menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan eksplorasi musikal Dewa Budjana secara lebih dekat.
Tiket tersedia dengan harga Rp 300.000 – Rp 500.000 dan dapat diperoleh melalui platform penjualan tiket resmi.