Connect with us

iMusic

Rilis EP perdana, group band belia “Starfire” siap berkarir profesional di musik

Published

on

iMusic.id – Di tengah kelesuan akan perkembangan group band pendatang baru di industri musik tanah air saat ini, kota Bandung kembali melahirkan sebuah group band wajah baru, muda dan bertenaga. Seperti juga Jakarta, Jogjakarta dan Surabaya, Bandung sepertinya tidak habis habisnya selalu menghadirkan musisi baru yang berkualitas dan “Starfire” adalah salah satunya.

Group band yang anggotanya di perkuat oleh anak – anak SMA ini telah meriliskan EP yang bertajuk “Hanya Untukmu” pada 23 Februari 2024. Sebelum merilis EP tersebut, Starfire yang beranggotakan Aira (Vocal), Rassya (Guitar), Rafandhika (Bass) & Davin (Drum) dan rata – rata berusia 15 sampai 16 tahun tersebut sempat juga merilis beberapa karya mereka di YouTube dan juga di DSP lainya, salah satu karyanya ialah “Gara Gara Kamu

“Nama Starfire terinspirasi dari sosok karakter di film kartun “Teen Titans”. Nama ini mempunyai makna, yaitu bintang berapi, mewakili semangat dan harapan kita yang berkobar untuk menjadi salah satu bintang yang ikut menghiasi langit permusikan di Indonesia”, ujar Aira sang vokalis.

“Selain itu filosofi dari Starfire adalah doa yang kami panjatkan agar karir kami bisa sukses kedepannya”, tambah Aira lagi.

Pada press conference perilisan EP “Hanya Untukmu” di bawah naungan label AFE Records tersebut, group band yang sudah berdiri sejak para personilnya duduk di bangku sekolah dasar tersebut juga memperkenalkan single berjudul “Tak Pantas (Mendua)” kepada para awak media yang hadir. Single yang dirilis resmi berbarengan dengan perilisan video klipnya itu terdengar sangat catchy dan segar dan simpel di telinga.

“Didalam EP / mini album “Hanya Untukmu” ini ada 3 list lagu yaitu “Hanya Untukmu, Tak Pantas (Mendua) dan Yang Terbaik”. Rata – rata lagu kita ini bergenrenya pop, bertema cinta dengan irama midlle up beat”, jelas Rafandhika.

Yang Istimewa dari Starfire adalah dalam proses produksinya para musisi belia yang musikalitasnya terinspirasi dari Queen, Bon Jovi, Yuke Sampurna hingga Lars Ulrich dari Metallica ini disupport dan dibantu oleh Andika Naliputra ex The Titans yang merupakan ayah dari Aira sang vokalis.

“Mereka sudah bersahabat sejak masih duduk dikelas 6 SD sampai kelas 1 SMP, bukan saya yang nyuruh mereka nge band, saya tidak pernah maksa. Sejak kelas 5 SD Aira udah minat musik. Dulu Minus Five nama band nya. Pernah perform di sekolah dan selalu minta diajarin cara ngeband yang baik gimana”, cerita Andika kepada awak media.

“Saat ini mereka sudah terlanjur serius nge band, jadi gak ada alasan untuk saya gak support mereka. Saya juga musisi, gak fair kalau saya larang Aira erkarir di musik, tapi kalau saya ijinkan jadi dilema juga karena saya tahu banget kehidupan musisi, kalua sepi job kasihan”, canda Andika

Aira sendiri telah menciptakan lagu sejak duduk di bangku SMA. Sekarang, lagu lagu dalam EP “Hanya Untukmu” juga di ciptakan oleh Aira sang vokalis. Sementara sang ayah membantu dalam urusan merapikan aransemennya.

Bersama AFE Records, Starfire berupaya untuk serius dan professional dalam mengarungi karir di industri musik Indonesia. Sukses selalu Starfie!!

iMusic

Deretan penyanyi bagus hadir di album “Karya Cinta Adibal”

Published

on

Mengawali tahun dengan semangat baru, Adibal Sahrul kembali menghadirkan karya terbarunya melalui album bertajuk “Karya Cinta Adibal.” Album ini merupakan hasil kolaborasi antara Maksi Music, Jagonya Musik dan KFC Indonesia, yang dikemas dalam format CDigital dan secara resmi diluncurkan melalui press conference di KFC Kemang Raya.

Adibal mengawali karir sebagai penyanyi kemudian menjadi pencipta lagu (hits maker) untuk penyanyi-penyanyi papan atas dangdut Indonesia, lalu merambah menjadi vocal coach terkemuka dan director music program televisi seperti Dangdut Academy Indosiar, LIDA Indosiar, Bintang Pantura, D’Koplo, D’Star, dan D’Academy Asia.

Sepak terjang Adibal menjadi produser musik dimulai sejak 2005 termasuk juga album Karya Cinta Adibal ini ditangani langsung bekerja sama dengan penata musik papan atas, peraih AMI Award 3 kali berturut-turut 2022, 2023, dan 2024, Yusup Tojiri, beserta pemusik papan atas lainnya.

Adibal menghadirkan album ini sebagai representatif perjalanan musikalnya, sebuah rangkaian karya yang tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga kehidupan, refleksi, serta rasa syukur.

Album Karya Cinta Adibal memuat total 12 lagu (100% ciptaan Adibal), di mana 5 di antaranya adalah track baru yang dirilis exclusive untuk album kolaborasi dengan Jagonya Musik dan KFC Indonesia. Lagu-lagu terbaru yang dihadirkan antara lain “Yang Penting Uang” yang dibawakan oleh Adibal, “Berkeping Keping” oleh Erie Suzan, “Cemburu Berlebihan” yang merupakan kolaborasi Nazia Marwiana bersama Adibal, serta “Pentas” yang dibawakan oleh Erie Suzan, Adibal, dan Genstar. Selain itu, terdapat pula lagu bernuansa religi berjudul Ramadhan “Bersyukur” yang menambah kekayaan tema dalam album ini.

Sementara itu, tujuh lagu lainnya merupakan karya-karya yang telah lebih dahulu meraih perhatian publik dan mendapatkan pengakuan di berbagai ajang penghargaan musik nasional. Di antaranya adalah Berlayar Cinta, Gejala Asmara, Belenggu Cinta, Pemenang Cintaku serta sejumlah lagu lain yang telah terbukti kualitas dan daya tariknya di industri musik tanah air.

Tidak hanya menghadirkan karya yang kuat secara musikal, album ini juga melibatkan deretan penyanyi yang luar biasa seperti Erie Suzan, Weni Wen, Zainul Basyar, Anisa Rahma, Nazia Marwiana, Janna, Rahm, Bulan Madhani, Riyan, Lala Munchen, Salwa Nura, Altaf Fasha, Evy Bohay, Iqbal Seluma, Trio Menyala, Mydear, Ciwi Ciwi, dan GenStar.

Dalam keterangannya, Adibal menyampaikan bahwa album ini merupakan bentuk dedikasi sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan karier yang telah dijalani. “Album ini adalah kumpulan karya yang saya persembahkan dengan sepenuh hati. Tidak hanya tentang cinta dalam arti luas, tetapi juga tentang perjalanan hidup dan rasa syukur yang ingin saya bagikan kepada pendengar” ujar Adibal.

Kolaborasi dengan Jagonya Musik & KFC Indonesia menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas distribusi musik kepada masyarakat. Melalui jaringan gerai yang luas, album ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penikmat musik di berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan produksi album ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari tim produksi, arranger, musisi, hingga tim kreatif dan promosi yang telah berperan aktif dalam seluruh proses pengerjaan. Sinergi antara kreator dan tim pendukung menjadi fondasi penting dalam menghadirkan karya yang berkualitas dan relevan bagi industri musik saat ini.

Melalui peluncuran album Karya Cinta Adibal, diharapkan karya-karya yang dihadirkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memberikan makna, kedekatan emosional, serta menjadi bagian dari perjalanan hidup para pendengarnya.

Continue Reading

iMusic

No Talent resmi merilis single baru berjudul “The Gravity Of You And Me”

Published

on

iMusic.id – Band post-hardcore asal Jakarta, No Talent, resmi merilis single terbaru mereka, “The Gravity of You and Me“, sebuah lagu yang kuat secara emosional dan menandai babak baru dalam perjalanan comeback band ini.

“The Gravity of You and Me” adalah lagu tentang cinta yang tak terelakkan. Dibangun di atas metafora dua planet yang saling tarik-menarik, lagu dari No Talent ini mengeksplorasi ketegangan antara apa yang kamu tahu benar dan apa yang tak bisa kamu tolak.

Lagu dari No Talent ini bergerak dari verse yang tenang dan penuh pencarian, menuju chorus yang terasa seperti dua dunia yang bertabrakan, melodic, berat, dan mentah secara emosional.

Single “The Gravity of You and Me” dari No Talent ini di-mixing dan mastering oleh Florian Nowak di Dailyhero Studio, Berlin, Jerman. Hasilnya adalah rekaman yang terdengar seluas temanya, dalam, berlapis, dan sinematik.

No Talent telah lama membangun semesta narasi di balik musik mereka dan “The Gravity of You and Me” melanjutkan tradisi itu.

Lagu ini mengikuti kisah Aluna dan Elias (The Architect), dua orang di dunia masa depan yang dirobek oleh konflik, namun ikatan mereka seperti gravitasi, menolak untuk putus, seberapa jauh pun mereka dipisahkan.

Music video-nya menghadirkan kisah ini lewat visual fiksi ilmiah yang dihasilkan sepenuhnya dengan teknologi AI, 16 adegan tentang cinta, kehilangan, dan ketidakberdayaan, disajikan dengan kualitas dan koherensi sebuah film pendek.

No Talent adalah band modern rock asal Jakarta, Indonesia dibentuk pada tahun 2003. Setelah absen beberapa tahun, mereka kembali pada 2025 dengan musik baru dan ambisi yang lebih besar, menceritakan kisah dengan gamblang lewat suara maupun visual.

“The Gravity of You and Me” telah tersedia sekarang di semua platform streaming.

Continue Reading

iMusic

Ramzy Has perkenalkan single “Sehari Demi Sehari”

Published

on

iMusic.id – Penyanyi dan podcaster Ramzy Has merilis single terbaru berjudul “Sehari Demi Sehari” pada pertengahan Maret 2026 ini. Ide cerita dan Lirik dari single “Sehari Demi Sehari” mengajak penikmat musik untuk membuang rasa “overthinking” yaitu memikirkan sesuatu secara berlebihan walau hal itu belum tentu terjadi dengan lebih memilih untuk menghadapi tantangan hidup dengan mencoba menuntaskannya, sehari demi sehari.

Lagu “Sehari Demi Sehari” karya Ramzy Has ini mengusung beat mood yang riang dengan aransemen bernuansa synth pop sesuai dengan tema lagu yang memberi semangat kepada siapa pun yang pernah atau sedang overthinking.

“Menghadapi kesulitan hidup itu gak perlu selalu dibawa mellow (sendu), tapi juga bisa riang dan semangat menghadapinya,” jelas Ramzy Has.

Pada proses kreatif di masa produksi lagu “Sehari Demi Sehari” ini, Ramzy Has melibatkan musisi – musisi pendukung yang punya jam terbang tinggi seperti Bakhes Ighirisa (vocal director), David Kristomi (gitaris), serta sound engineer Bennytho Siahaan yang juga berperan sebagai co producer.   

Ramzy Has adalah penyanyi dan content creator. Sebelum single “Sehari Demi Sehari”, Ramzy telah merilis single solo bertajuk “Sepiring Fried Chicken”, dan bersama band nya Forever17 merilis single “Berasa Muda”. 

Saluran youtube-nya Ramzy Has mengangkat berbagai tema musik Indonesia, termasuk bincang – bincang dengan berbagai pelaku industri musik Tanah Air. Sementara untuk konten tulisan, Ramzy bersama band populer 90an Base Jam, telah merilis biografi resmi Basejam berjudul “Dari Band Sepele hingga Tiga Dekade” pada awal 2026 lalu.

Single baru Ramzy Has berjudul “Sehari Demi Sehari” sudah bisa di simak di seluruh DSP mulia pertengahan Maret 2026 ini.

Continue Reading