Connect with us

iLive

Kaset Awards perkenalkan konten youtube mingguannya

Published

on

iMusic.id – Ada yang beda dari kolektif pewarta musik Jaringan Jurnalis Musik (JJM) saat persiapan Kaset Awards kedua. Di tengah proses penjurian yang tengah berjalan, JJM kali ini bekerja sama dengan rumah produksi 13 Nadi Musik menyiapkan konten Kaset Awards YouTube. Acara ini baru saja tayang resmi pada 13 juni 2024 kemarin. Sedangkan Kaset Awards sendiri seperti tahun sebelumnya dijadwalkan akan berlangsung pada antara bulan Oktober atau November 2024.

“Karena jarak tiap tahunnya cukup lama, kami membuat konten yang akan tayang seminggu sekali sebagai fasilitas penyebaran informasi karya musisi kita yang baru dirilis. Lebih dari itu, ada tangga lagu (chart), info musik, info konser, review album/video klip, wawancara dengan bintang tamu yang selanjutnya akan ditutup dengan penampilan live si bintang tamu yang diundang,” jelas Fransiscus Eko dari JJM yang kali ini bertindak sebagai produser Kaset Awards Youtube Content. 

“Persiapannya masih sama seperti tahun sebelumnya. Tidak ada perbedaan yang berarti. Sedangkan banyak sekali nama-nama artis baru yang muncul. Untuk saat sekarang ini sudah memasuki tahap akhir penjurian,” tambah Andre Stroo, anggota JJM.

Konten Youtube Kaset Awards ini menampilkan host Sigit Wardana dan Isabel Azhari, yang kebetulan juga sama-sama musisi, dan punya karya.

“Persiapanku untuk menjadi host Kaset Awards terutama terdiri dari mendengarkan banyak playlist musik yang berbeda, khususnya tangga lagu teratas. Acara ini tentunya menarik karena kita akan mendapatkan informasi tentang musik apa aja yang sedang populer saat ini,” jawab Isabel saat ditanya tentang apa persiapannya menjadi host Kaset Awards.

“Kami setuju menjadi partner media digital karena acara tentang musik seperti ini udah lama nggak ada, sehingga diharapkan bisa menjadi wadah pilihan dalam skena musik digital Indonesia. Acara pengumuman pemenangnya juga bisa digarap meriah profesional serta bergengsi agar banyak musisi yang terlibat termasuk juga para stakehodlder musik lainnya” jelas Gio Wibowo dari 13 Nadi Musik. 

Baik Isabel Azhari maupun Sigit Wardana mengaku sangat senang bisa terlibat dalam konten youtube Kaset Awards ini dan keduanya juga mempunyai harapan agar konten ini bisa menjadi manfaat bagi insan musik Indonesia,

“Salah satu artis Indonesia favoritku adalah Idgitaf. Aku menyukai musiknya dan menurut aku dia adalah penulis lirik yang luar biasa, jadi aku senang sekali jika dapat kesempatan untuk mewawancarainya dan mengetahui lebih banyak tentang perjalanannya dan proyek mendatang,” tambah Isabel.

“Kaset Awards semoga bisa lebih memberi kesempatan artis yang sedang mempromosikan karya terbarunya untuk jadi bintang tamu di acara ini,” kata Sigit.

“Sigit dan Isabel kami pilih karena termasuk seniman yang juga peduli dengan kemajuan industri musik di tanah air. Mereka siap memberikan yang terbaik untuk musik Indonesia lewat konten ini,” kata Fransiscus Eko saat persiapan syuting di Studio 13 Nadi Musik, Bogor.

iLive

Tur Lelaku 2024 Babak 2 selesai digelar, San.gita sampaikan terima kasih ke berbagai pihak

Published

on

By

iMusik.idTur Lelaku 2024 Babak 2 yang berlangsung dari tanggal 4-12 Juli telah usai dijalani San.gita (dibaca: sanggita). Kelompok musik asal kota Salatiga yang beranggotakan Bonita (vokal utama), Adoi (gitar, vokal), Sunu (gitar bass, vokal), Icha (drums, vokal) singgah tampil di enam titik di bagian barat Jawa dalam tur mandiri mereka ini. Keenam venue tersebut adalah: Coffeewar – Kobra Musik, Demajors (Jakarta, 5, 6 Juli); Hagu Space (Bogor, 7 Juli); Ruang Putih (Bandung, 9 Juli); Jatiwangi Art Factory (Majalengka, 10 Juli), dan Sinau Art Tabalong (Cirebon, 11 Juli).

Pada setiap singgah tampilnya San.gita menampilkan karyanya dari album pertama mereka “Martyapada” secara langsung/ live. Di beberapa venue San.gita juga berkesempatan berbagi panggung dengan musisi penampil lain: Temarram, Hello Bandito, Mentari Novel (di Coffeewar), Featuz (di Hagu Space), dan Pinil (di Jatiwangi Art Factory). Di titik-titik tersebut San.gita menyajikan musiknya dengan penuh energi-semangat dan mendapat sambutan baik dari para hadirin dalam suasana yang hangat.

”Selama kurang lebih 1 jam 45 menit, San.gita membawakan lagu “Wo”, “Harafiah”, “Ayo” dan “Siklus Fana” dengan semangat yang terus meningkat. Intim, penuh canda tawa, haru dan juga bahagia menjadi empat elemen yang terasa, meskipun tak banyak yang hadir di acara, namun energi yang dipancarkan oleh San Gita sangat maksimal.”, liput media daring dcdc_id saat penampilan San.gita di Ruang Putih Bandung.

San.gita membuktikan bahwa kemandirian adalah wujud dari kesadaran akan kesalingbergantungan. Babak kedua tur Lelaku berlangsung lancar-luwes dengan itikad baik, kerjasama, serta dukungan yang saling diberikan antara tuan rumah, venue, dan San.gita. Tidak hanya itu, San.gita juga mendapat kebaikan dan dukungan dari saudara, teman, dan pemerhati salah satunya dalam bentuk donasi dana yang diberikan kepada San.gita sejak menjelang hingga beberapa hari usai tur ini berjalan.

Menjalani tur secara mandiri untuk memperkenalkan karya kepada khalayak yang lebih luas bukanlah suatu hal yang begitu mudah saja dijalani. Di dalamnya ada ‘mukjizat’ yang perlu diperjuangkan, keterbatasan dan tantangan yang harus diatasi dengan olah daya yang beragam cara serta pendekatannya.

”Latihan dan pembiasaan berdisiplin kreatif selama ini sangat membantu San.gita dalam menjalani tur Lelaku. Disiplin kreatif dan penghayatan proses membantu kami untuk lentur, lenting, sukacita dan optimal dalam setiap momen mengekspresikan karya. Sebaliknya juga demikian, tur ini membuka lebih luas lagi cakrawala olah daya kami berdisiplin kreatif. Banyak hal yang akan disusun untuk bisa kami bagi kepada teman-teman dari pengalaman menjalani tur Lelaku ini.”, ungkap Adoi tentang kesan kuatnya dari tur yang baru San.gita jalani ini.

Terimakasih kepada saudara dan sahabat yang memberi daya dukungan kepada San.gita hingga saat ini, suporter tur Lelaku, para donatur budiman, tuan rumah singgah tampil di tur Lelaku ini, pihak venue dan vendor serta sahabat yang mengatur pelaksanaan acara di setiap titik, teman-teman musisi yang telah berbagi ‘panggung’ selama tur ini, rekan-rekan media yang sedia membagi informasi dari San.gita, dan handai taulan baik yang hadir secara langsung maupun hadir secara batin di setiap venue.

Continue Reading

iLive

Dari Nadin Amizah sampai Isyana Sarasvati akan meriahkan Forestra 2024

Published

on

iMusic.idForestra 2024 dengan bangga mengumumkan Jason Ranti, Isyana Sarasvati, dan Diskoria sebagai lineup fase kedua yang akan memeriahkan pertunjukan musik orkestra di tengah hutan Orchid Forest Cikole pada tanggal 31 Agustus 2024.

ABM by Barry Akbar, selaku penyelenggara, sebelumnya telah mengumumkan Line-up fase pertama, yaitu The Adams, Efek Rumah Kaca, dan Erwin Gutawa Orchestra yang akan berkolaborasi dengan Nadin Amizah, Majelis Lidah Berduri, dan Scaller.

Kembali hadir dengan melibatkan musisi dari berbagai genre yang akan berkolaborasi langsung dengan 40 pemain orkestra yang dipimpin oleh sang Maestro, Erwin Gutawa, Forestra 2024 terus menjaga komitmennya sebagai pertunjukan musik yang mengutamakan simfoni dan harmonisasi dalam keberagaman.

Mengangkat pesan “Simfoni Gema Rasa”, Forestra 2024 mencoba mengajak penikmat musik untuk memaknai keindahan semesta melalui harmonisasi musik orkestra di tengah hutan Orchid Forest Cikole yang akan menjadi titik temu aneka ragam suara, nyanyian, alunan, dalam satu resonansi keindahan.

Isyana Sarasvati, menyoroti kehadirannya kembali dalam Forestra 2024 menyatakan bahwa, “Kolaborasiku bareng Erwin Gutawa Orchestra di Forestra 2019 adalah pengalaman tak terlupakan. Tahun ini makin bersemangat untuk bisa menampilkan hal yang beda! Ga sabar sih untuk bisa berkolaborasi kembali dengan Om Erwin dan 40 pemain orkestra di tengah hutan.”

Forestra bukan sekadar pertunjukan musik biasa, melainkan perayaan yang merayakan harmoni antara karya manusia dan kebesaran alam, menempatkan musisi dan penontonnya dalam setting yang memukau, dan panggung yang megah.

Tidak hanya sekadar pertunjukan musik, Forestra juga menjadi momentum bagi para pengunjung untuk terhubung kembali dengan alam.

Dalam Forestra 2024, tidak hanya menampilkan pertunjukan alunan musik yang beragam dan harmonis, namun juga disuguhkan di atas panggung yang megah. Panggung Forestra pada setiap gelarannya terus menerus mengalami eksplorasi bentuk dan berganti rupa.

Dengan tidak melupakan kesadaran alam serta pertumbuhan hutan Orchid Forest, kemegahan tata panggung Forestra mencoba sebaik mungkin untuk tetap berkawan dengan alam dalam pembangunannya, bahkan tidak memotong satupun pohon di area panggung, dan membangun konstruksi beriringan dengan pepohonan.

Jay Subyakto, sebagai Creative Director Forestra 2024, menjelaskan, “Panggung sebagai ruang ekspresi dalam setiap pagelaran Forestra adalah tatanan transformatif yang terus menerus mengalami eksplorasi bentuk dan berganti rupa. Panggung Fotestra dibangun dengan kesadaran untuk dapat bertumbuh selaras dengan hutan untuk membuat kesan pohon di sekelilingnya menjadi tak kasat mata, tidak menghalangi pandangan penonton menikmati bentang alam dan juga panggung secara bersamaan.”

Seluruh pertunjukan memukau dalam panggung megah Forestra 2024 dapat disaksikan oleh para pengunjung yang hadir.

Antusiasme masyarakat yang begitu besar tercermin dari penjualan tiket Forestra 2024, termasuk tiket Harmoni (Early Bird) telah habis terjual kurang dari 10 menit dan Tiket Simfoni 1 hingga Simfoni 2 (Presale), yang juga telah terjual habis.

Untuk memenuhi permintaan yang luar biasa tersebut, Forestra telah memulai penjualan tiket Simfoni 3 (Presale) pada tanggal 1 Juli 2024, dengan harga Rp 575.000. Tiket akan tersedia untuk dibeli secara eksklusif di situs resmi, Forestra.id.

Bergabunglah untuk merayakan keindahan alam dan alunan harmoni musik di Forestra 2024.

Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi Forestra.id, serta ikuti media sosial Instagram @forestra.id dan TikTok di @forestra.id

Continue Reading

iLive

Blaze Jakarta Music Lounge sajikan hiburan berkualitas dan nyaman

Published

on

iMusic.id – Bagi Anda pecinta musik, Anda mungkin patut berbahagia lantaran Jakarta kini mempunyai tempat baru untuk menikmati hiburan berkualitas. Blaze Jakarta Music Lounge, sebuah lounge musik premium yang berlokasi di kawasan SCBD, resmi dibuka pada Kamis, 20 Juni 2024 lalu.

Blaze hadir dengan visi untuk menjadi barometer musik di Jakarta. Lounge ini menawarkan pengalaman menonton live musik terbaik dengan sound yang berkualitas.

Dita Fakhrana, salah satu pemegang saham Blaze Jakarta Music Lounge, menyebut Blaze tak sekadar tempat hiburan biasa, melainkan menjadi rumah bagi mereka yang mencari hiburan berkualitas dan suasana yang nyaman.

“Dengan berbagai acara musik live yang akan diadakan secara rutin, Blaze diharapkan bisa menjadi pusat perhatian bagi pencinta musik di Jakarta,” ujar Dita Fakhrana.

Selain itu, untuk memenuhi hasrat pecinta musik, Blaze juga menghadirkan berbagi genre berbeda tiap harinya. Di hari Senin, akan ada band yang bakal menyanyikan lagu top 40. Di hari Selasa, Rabu dan Kamis, musisi Groovy Jazz dan Rock bakal menghibur dan siap memukau penonton. Sedangkan di hari Jumat, Sabtu dan Minggu, RnB n Soul, Party Anthem dan Semi Akustik bakal memberikan penonton kepuasan dalam menyaksikan musik.

Selain itu, Blaze juga akan memberika loyalty membership card yang akan memberikan benefit kepada para pengunjung yang loyal.

Bagi Blaze, kepuasan pengunjung dan kebahagiaan musisi bukanlah sesuatu yang main-main. Di grand opening saja misalnya, Blaze mengundang aktris dari band Maliq & D’Essentials untuk tampil. Selain itu, nama-nama besar seperti Ungu, D’Masiv, Cokelat, Afgan dan musisi legendaris Iwan Fals, pernah menjajal dan menghibur penonton di Blaze Jakarta Music Lounge.

Kikan Cokelat usai manggung di Blaze menyebut Blaze menjadi tempat yang seru baik untuk musisi yang tampil maupun para penonton.

“Seru banget manggung di sini. Sama penonton gak berjarak. Ligthing lebih jelas. Dan terutamanya lagi kami merasa di Blaze ini kami ngerasain kebutuhan kami sebagai musisi terakomodir karena soundnya enak banget,” pungkas Kikan.

Continue Reading