iMusic.id – Solois ‘Genta Radewa’ yang dikenal juga dengan nama ‘Genta Garby’ hadir kembali di industri musik nasional meluncurkan single terbarunya yang berjudul “Senandung Hidupku”. Setelah sempat merilis beberapa single seperti “Dia Cinta” dan “Temani Aku”, vokalis band Garby yang terkenal lewat lagu hits “Cinta Pertama” dan “Rindu” ini kembali menyapa para pecinta musik Indonesia dengan karya barunya.
“Senandung Hidupku” adalah karya ‘Genta Garby’ yang semakin mengukuhkan eksistensinya di industri musik Indonesia selama ini. Lagu bertema kerinduan yang musiknya digarap secara manis sesuai dengan ciri khas lagu – lagu karya Genta ini mencoba mewakili perasaan Genta yang pernah mengalami kerinduan yang mendalam.
“Lagu ini bercerita tentang saat kita merasakan kerinduan yang mendalam terhadap seseorang yang di cintainya yang terpisah jarak dan waktu di karenakan keadaan. Ada ‘Doa’ dan harapan dari lagu tersebut, ada permintaan kepada Yang Maha Pengasih agar menyatukan Cinta nya, intinya kita berharap yang Tuhan mempertemukan dan menyatukan kita dari perpisahan”, tutur Genta Garby.
Proses terciptanya lagu dirasakan Genta Garby sangat dekat dengan kisah hidupnya dan apa yang dia rasakan, oleh karena itu lagu “Senandung Hidupku” ini benar – benar mewakili perjalanan hidup nya selama ini. Pada proses produksinya Genta menggandeng gitaris dan aranjer ‘Kohar Kahler’ sebagai sosok yang membantunya mengerjakan aransemen musik sekaligus memainkan gitar, piano dan bass.
“Proses penciptaan lagu ini terjadi pada malam hari saat gw benar – benar sangat merasakan kerinduaan yang mendalam ditemani tetesan air mata, nah dalam keadaan seperti itu, munculah inspirasi nada dan lirik lagu “Senandung Hidupku”, jelas Genta.
“Proses rekamannya saya lakukan di Studio Musik 58 pada tahun 2019 desember silam di temani oleh ‘Kohar Kahler’ memainkan gitar, piano dan bass serta ‘Roma Pitor’ pada drum plus kakak gw ‘Sisca Insani’ sang vokalis dan penyanyi latar di awal karir Kla Project sebagai pengisi suara latar di single ini”, tambah Genta.
Lagu “Senandung Hidupku” digarap Genta dengan konsep musik mempertahankan khas lagu – lagu romantis ala Genta Garby, tetap menjaga karakter vokal Genta yang kental di lagu – lagu ballad dengan menambahkan unsur blues pada notasi vokal plus memasukan sedikit unsur string section di nuansa musiknya.
Pada single “Senandung Hidupku” yang resmi rilis Senin, 20 Januari 2025 ini, Genta berkolaborasi dengan label ‘Cadaazz Pustaka Musik’ sebagai distribusi digital, promosi dan artis managementnya. Buat Genta, pilihan bekerjasama dengan Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik adalah sebuah ajang reuni mereka yang sudah bersahabat sejak era 90an.
“Suatu kesempatan yang baik ber-kolaborasi dengan sabahat lama yang tentunya sudah lama terjun di industri musik Indonesia, semoga kolaborasi ini menjadikan sinergi yang saling mendukung sehingga kami bisa menjadi sukses dan berkat bersama”, ungkap Genta.
“Genta itu teman lama, dulu dia masih jadi vokalis Garby, boleh dibilang kita dulu berjuang bareng dengan band masing – masing bahkan kita pernah masuk asrama bareng waktu mengikuti sebuah acara televisi”, jelas Fransiscus Eko.
“Sebelum gw denger single “Senandung Hidupku” ini gw yakin bakalan mendengarkan lagu khas Genta yang cinta – cinta romantis gitu, tetapi pas gw mulai dengerin bait pertama…wah notasi awalnya aja udah kayak lagu – lagu ballad country Amerika Serikat gitu. Musiknya enak banget, vibe sedihnya berasa, kayaknya dia bener – bener galau pas bikin lagu ini..haha..dengerin pas overtune di belakang lagu deh…gokil banget menurut gw apalagi ditambah vokal latar Sisca yang menambah keindahan lagu ini”, tambah Fransiscus Eko.
Genta berharap karya lama yang sempat mengalami penundaan rilis selama hampir 5 tahun ini bisa diterima dan masuk kedalam playlist para pecinta musik tanah air. Single “Senandung Hidupku” sudah bisa di Simak dan download di seluruh Digital Store Platform, sementara itu, sambil menunggu proses produksi video musiknya, Genta dan Cadaazz Pustaka Musik mengunggah video lirik nya di Genta Garby Youtube Official dan Cadaazz Pustaka Musik Youtube Channel.
Mengawali tahun dengan semangat baru, Adibal Sahrul kembali menghadirkan karya terbarunya melalui album bertajuk “Karya Cinta Adibal.” Album ini merupakan hasil kolaborasi antara Maksi Music, Jagonya Musik dan KFC Indonesia, yang dikemas dalam format CDigital dan secara resmi diluncurkan melalui press conference di KFC Kemang Raya.
Adibal mengawali karir sebagai penyanyi kemudian menjadi pencipta lagu (hits maker) untuk penyanyi-penyanyi papan atas dangdut Indonesia, lalu merambah menjadi vocal coach terkemuka dan director music program televisi seperti Dangdut Academy Indosiar, LIDA Indosiar, Bintang Pantura, D’Koplo, D’Star, dan D’Academy Asia.
Sepak terjang Adibal menjadi produser musik dimulai sejak 2005 termasuk juga album Karya Cinta Adibal ini ditangani langsung bekerja sama dengan penata musik papan atas, peraih AMI Award 3 kali berturut-turut 2022, 2023, dan 2024, Yusup Tojiri, beserta pemusik papan atas lainnya.
Adibal menghadirkan album ini sebagai representatif perjalanan musikalnya, sebuah rangkaian karya yang tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga kehidupan, refleksi, serta rasa syukur.
Album Karya Cinta Adibal memuat total 12 lagu (100% ciptaan Adibal), di mana 5 di antaranya adalah track baru yang dirilis exclusive untuk album kolaborasi dengan Jagonya Musik dan KFC Indonesia. Lagu-lagu terbaru yang dihadirkan antara lain “Yang Penting Uang” yang dibawakan oleh Adibal, “Berkeping Keping” oleh Erie Suzan, “Cemburu Berlebihan” yang merupakan kolaborasi Nazia Marwiana bersama Adibal, serta “Pentas” yang dibawakan oleh Erie Suzan, Adibal, dan Genstar. Selain itu, terdapat pula lagu bernuansa religi berjudul Ramadhan “Bersyukur” yang menambah kekayaan tema dalam album ini.
Sementara itu, tujuh lagu lainnya merupakan karya-karya yang telah lebih dahulu meraih perhatian publik dan mendapatkan pengakuan di berbagai ajang penghargaan musik nasional. Di antaranya adalah Berlayar Cinta, Gejala Asmara, Belenggu Cinta, Pemenang Cintaku serta sejumlah lagu lain yang telah terbukti kualitas dan daya tariknya di industri musik tanah air.
Tidak hanya menghadirkan karya yang kuat secara musikal, album ini juga melibatkan deretan penyanyi yang luar biasa seperti Erie Suzan, Weni Wen, Zainul Basyar, Anisa Rahma, Nazia Marwiana, Janna, Rahm, Bulan Madhani, Riyan, Lala Munchen, Salwa Nura, Altaf Fasha, Evy Bohay, Iqbal Seluma, Trio Menyala, Mydear, Ciwi Ciwi, dan GenStar.
Dalam keterangannya, Adibal menyampaikan bahwa album ini merupakan bentuk dedikasi sekaligus ungkapan rasa syukur atas perjalanan karier yang telah dijalani. “Album ini adalah kumpulan karya yang saya persembahkan dengan sepenuh hati. Tidak hanya tentang cinta dalam arti luas, tetapi juga tentang perjalanan hidup dan rasa syukur yang ingin saya bagikan kepada pendengar” ujar Adibal.
Kolaborasi dengan Jagonya Musik & KFC Indonesia menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas distribusi musik kepada masyarakat. Melalui jaringan gerai yang luas, album ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak penikmat musik di berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan produksi album ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari tim produksi, arranger, musisi, hingga tim kreatif dan promosi yang telah berperan aktif dalam seluruh proses pengerjaan. Sinergi antara kreator dan tim pendukung menjadi fondasi penting dalam menghadirkan karya yang berkualitas dan relevan bagi industri musik saat ini.
Melalui peluncuran album Karya Cinta Adibal, diharapkan karya-karya yang dihadirkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu memberikan makna, kedekatan emosional, serta menjadi bagian dari perjalanan hidup para pendengarnya.
iMusic.id – Band post-hardcore asal Jakarta, No Talent, resmi merilis single terbaru mereka, “The Gravity of You and Me“, sebuah lagu yang kuat secara emosional dan menandai babak baru dalam perjalanan comeback band ini.
“The Gravity of You and Me” adalah lagu tentang cinta yang tak terelakkan. Dibangun di atas metafora dua planet yang saling tarik-menarik, lagu dari No Talent ini mengeksplorasi ketegangan antara apa yang kamu tahu benar dan apa yang tak bisa kamu tolak.
Lagu dari No Talent ini bergerak dari verse yang tenang dan penuh pencarian, menuju chorus yang terasa seperti dua dunia yang bertabrakan, melodic, berat, dan mentah secara emosional.
Single “The Gravity of You and Me” dari No Talent ini di-mixing dan mastering oleh Florian Nowak di Dailyhero Studio, Berlin, Jerman. Hasilnya adalah rekaman yang terdengar seluas temanya, dalam, berlapis, dan sinematik.
No Talent telah lama membangun semesta narasi di balik musik mereka dan “The Gravity of You and Me” melanjutkan tradisi itu.
Lagu ini mengikuti kisah Aluna dan Elias (The Architect), dua orang di dunia masa depan yang dirobek oleh konflik, namun ikatan mereka seperti gravitasi, menolak untuk putus, seberapa jauh pun mereka dipisahkan.
Music video-nya menghadirkan kisah ini lewat visual fiksi ilmiah yang dihasilkan sepenuhnya dengan teknologi AI, 16 adegan tentang cinta, kehilangan, dan ketidakberdayaan, disajikan dengan kualitas dan koherensi sebuah film pendek.
No Talent adalah band modern rock asal Jakarta, Indonesia dibentuk pada tahun 2003. Setelah absen beberapa tahun, mereka kembali pada 2025 dengan musik baru dan ambisi yang lebih besar, menceritakan kisah dengan gamblang lewat suara maupun visual.
“The Gravity of You and Me” telah tersedia sekarang di semua platform streaming.
iMusic.id – Penyanyi dan podcaster Ramzy Has merilis single terbaru berjudul “Sehari Demi Sehari” pada pertengahan Maret 2026 ini. Ide cerita dan Lirik dari single “Sehari Demi Sehari” mengajak penikmat musik untuk membuang rasa “overthinking” yaitu memikirkan sesuatu secara berlebihan walau hal itu belum tentu terjadi dengan lebih memilih untuk menghadapi tantangan hidup dengan mencoba menuntaskannya, sehari demi sehari.
Lagu “Sehari Demi Sehari” karya Ramzy Has ini mengusung beat mood yang riang dengan aransemen bernuansa synth pop sesuai dengan tema lagu yang memberi semangat kepada siapa pun yang pernah atau sedang overthinking.
“Menghadapi kesulitan hidup itu gak perlu selalu dibawa mellow (sendu), tapi juga bisa riang dan semangat menghadapinya,” jelas Ramzy Has.
Pada proses kreatif di masa produksi lagu “Sehari Demi Sehari” ini, Ramzy Has melibatkan musisi – musisi pendukung yang punya jam terbang tinggi seperti Bakhes Ighirisa (vocal director), David Kristomi (gitaris), serta sound engineer Bennytho Siahaan yang juga berperan sebagai co producer.
Ramzy Has adalah penyanyi dan content creator. Sebelum single “Sehari Demi Sehari”, Ramzy telah merilis single solo bertajuk “Sepiring Fried Chicken”, dan bersama band nya Forever17 merilis single “Berasa Muda”.
Saluran youtube-nya Ramzy Has mengangkat berbagai tema musik Indonesia, termasuk bincang – bincang dengan berbagai pelaku industri musik Tanah Air. Sementara untuk konten tulisan, Ramzy bersama band populer 90an Base Jam, telah merilis biografi resmi Basejam berjudul “Dari Band Sepele hingga Tiga Dekade” pada awal 2026 lalu.
Single baru Ramzy Has berjudul “Sehari Demi Sehari” sudah bisa di simak di seluruh DSP mulia pertengahan Maret 2026 ini.