Connect with us

iLive

Kompetisi group musik “LPS Music 2024” membuka pendaftaran dari 2 sampai 27 Mei

Published

on

iMusic.id – Sebuah ajang pencarian bakat group music / group band bernama “LPS Music 2024” muncul dan ikut menyemarakkan maraknya kompetisi para talenta – talenta baru serta pendatang baru di tanah air. LPS sendiri mempunyai kepanjangan dari “Lembaga Penjamin Simpanan”, sebuah lembaga yang mengatur tentang jaminan penyimpanan uang di bank – bank nasional.

Keteribatan LPS di acara kompetisi musik ini adalah sebagai Langkah LPS untuk ikut mendorong perekonomian di Indonesia lebih maju dan stabil ke depannya. Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan salah satu upaya untuk menciptakan perekonomian yang stabil adalah dengan jalan mendorong semua sektor ekonomi, dan salah satunya adalah sektor industri kreatif yang di dalamnya adalah sektor musik.

“Saya kira jika LPS bisa mendorong sektor musik Indonesia, dimana industrinya maju, musisinya maju, apalagi jika kita bisa menjadi raja di negeri sendiri bahkan ke luar negeri itu akan sangat baik, yang pada ujungnya perekonomian juga akan maju,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa di acara Kick Off dan Press Conference LPS Music, Kamis (2/5/2024).

Ajang pencarian bakat yang digelar LPS ini sontak mendapat sambutan dan support yang sangat baik dari beberapa tokoh musik Indonesia seperti musisi legendaris Indonesia, Candra Darusman dan ketua FESMI sekaligus leader dari band Kahitna, Yovie Widianto.

“LPS Music ini adalah kegiatan yang amat positif, terutama untuk turut menciptakan Bintang – bintang baru musik Indonesia. LPS Music juga merupakan hilirisasi SDM dalam bidang musik, agar mereka menjadi berlian yang mengkilap dan menarik demi musik Indonesia, apresiasi kami untuk LPS,” jelas Candra Darusman, yang juga merangkap sebagai mentor di LPS Music 2024.

Sementara itu Ketua Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI) Yovie Widianto, merasa senang dengan keterlibatan pemerintah melalui LPS di dalam dunia permusikkan nasional,

“keterlibatan pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor industri kreatif, khususnya musik Indonesia memang sangat diperlukan, terutama karena menurutnya, pengembangan industri kreatif itu memang dari musik, sebab musik dikatakannya mempunyai unsur viralitas tinggi. Ayo kita besarkan industri kreatif Indonesia, dan langkah LPS ini adalah sebuah langkah upaya yang harus kita dukung dan apresiasi. Tentunya FESMI mendukung sekali agar semakin banyak musisi yang maju, semakin sejahtera dan kita menjadi semakin baik,” ucap Yovie Widianto.

Sistem pencarian bakat yang digelar melalui kompetisi LPS Music ini akan memakai system yang unik karena akan ada kegiatan workshop, pembimbingan, coaching terhadap terpilih 30 group musik dari wilayah Jabotabek, Banten dan Jawa Barat (3 wilayah yang dipilih untuk Langkah awal acara ini) untuk kemudian masuk ke agenda workshop tersebut yang kemudian akan dipilih 3 pemenang.

Kompetisi LPS Music 2024 akan mengutamakan pendaftar dari para musisi baru dan musisi independen yang memiliki orisinalitas dan kreativitas tinggi dalam lagu dan musik yang dihasilkannya. Program ini dimaksudkan untuk memberikan kegiatan yang positif dan produktif kepada generasi muda Indonesia sehingga dapat menggunakan waktunya diluar jam pelajaran atau jam bekerja dalam bentuk kegiatan bermusik yang bermanfaat. Kompetisi ini juga digelar untuk memberikan kesempatan kepada para talenta baru dan muda untuk menjadi salah satu bintang baru dalam Industri musik Indonesia.

Pendaftaran LPS Music 2024 yang pendaftarannya sudah dibuka pada tanggal 2 Mei 2024 ini akan memberi kesempatan pada masyarakat umum tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku seperti peserta terbagi dalam kategori grup atau band dengan minimal 3 orang personil dan maksimal 8 personil. Genre musik dalam kompetisi ini adalah Pop, Pop/Rock Alternatif dan Pop Jazz. Selain kompetisi, LPS Music juga akan memberikan workshop yang “wajib” diikuti oleh 30 Group terpilih, workshop tersebut akan diberikan oleh para mentor dari kalangan musisi dan penyanyi tanah air.

Sebagai dewan juri, LPS Music akan menggandeng musisi dan penyanyi ternama Tanah Air, antara lain Rega Dauna (New Chaseiro), Cantika Abigail (GAC) dan Sandy Canester yang akan 30 besar peserta. Selanjutnya, semua proses akan dilakukan oleh profesional selama periode Mei sampai dengan Oktober 2024 dengan 16 kali kegiatan, Ketiga pemenang akan mendapatkan uang pembinaan dan khusus pemenang pertama akan mendapatkan fasilitas produksi rekaman single lagu, pembuatan video klip, yang akan didistribusikan ke berbagai platform musik digital plus juga kegiatan promosi.

Para calon peserta LPS Music 2024 yang mempunyai grup musik, bertalenta untuk mengikuti acara pelatihan dan kompetisi di ajang LPS Music ini mulai mendaftarkan grupnya di form yang terdapay di link : https://s.id/LPSMUSIC . Pendaftaran akan ditutup pada 27 Mei 2024 jam 12.00 Siang WIB. Untuk pendaftaran tidak dipungut biaya alias gratis.

iLive

Buitenstage Volume 5 ubah format, Brokenscene, Joanna Andrea dan RANGR tampil seru!

Published

on

iMusic.id – Gelaran musik kolektif Buitenstage kembali dalam edisi kelimanya yang berlangsung Kamis malam, 9 April 2026. Bertempat di Kopi Wangsa Bogor, ajang ini sukses menyatukan energi dari tiga kota berbeda melalui penampilan dari Brokenscene (Bogor), Joanna Andrea (Jakarta), dan RANGR (Bandung).

Edisi kali ini menandai babak baru bagi Buitenstage dengan diterapkannya format panggung yang lebih intim dan durasi yang lebih leluasa bagi para penampil.

Hentakan Pop Punk dari Tuan Rumah

Tepat pukul 20:15 WIB, duo MC Ogi (Buitenfest) dan Qenny (Boleh Music) membuka acara dengan antusiasme tinggi. Tanpa membuang waktu, panggung langsung diserahkan kepada Brokenscene, trio pop punk asal Bogor yang baru saja merilis single.

Terinspirasi oleh semangat punk awal 2000-an, Brokenscene langsung memanaskan panggung dengan lagu “We’re Friends Anyway” dari EP perdana mereka (2024). Estafet energi berlanjut melalui “Catastrophic Love“, “Lost Interest“, hingga “Someday (The Sun You Run Into)”. Sebagai pamungkas, mereka membawakan single teranyar “At Least I Don’t Hate You” yang baru saja dirilis. Penampilan mereka menjadi bukti nyata betapa liat dan variatifnya skena musik di Bogor saat ini.

Momen Emosional Joanna Andrea

Suasana berubah menjadi lebih kontemplatif namun catchy saat Joanna Andrea naik ke atas panggung. Membawa konsep full band, solois asal Jakarta ini membawakan deretan karya populernya seperti “Hanya Satu, Lepaskan, Tak Bertahan Lama, Wajah Yang Membawa Aku Pulang” dan “Dinikmati Saja“.

Puncak emosi terjadi saat Joanna membawakan single terbarunya, “Tenanglah” di tengah show. Lagu ini merupakan refleksi jujur Joanna yang sempat nyaris menyerah pada mimpinya di industri musik. Melalui Buitenstage Vol. 5, ia membuktikan bahwa dirinya telah bangkit dengan karakter musikalitas yang jauh lebih matang dan tangguh.

Transformasi Tajam RANGR

Unit alternatif asal Bandung, RANGR, menjadi pemuncak yang sempurna. Sebagai bentuk transformasi dari nama sebelumnya, Ranger, mereka tampil cukup apik dan ekspresif dalam membawakan materi dari EP terbaru bertajuk Masa Depan Kita. Mengawali pertunjukan dengan lagu “Perih”, RANGR yang kali pertama manggung di Kota Bogor ini berhasil membawa penonton menyatu dalam atmosfer musik mereka yang ekspresif.

Selain lagu-lagu pada EP terbaru, RANGR tetap memberikan penghormatan pada akar mereka dengan membawakan lagu “Walau Ku Mencoba” dan cover song beberapa band favorit, sebelum akhirnya menutup malam dengan single terbaru mereka “I’m In Pain” yang baru saja dirilis.

Format Baru: Kualitas di Atas Kuantitas

Mulai edisi kelima ini, Buitenstage secara resmi menerapkan ‘aturan main’ baru dengan hanya menampilkan maksimal tiga band per acara. Langkah strategis ini diambil untuk memberikan pengalaman full show yang maksimal bagi band yang tampil.

“Kami ingin band yang tampil mendapatkan pengalaman panggung yang sesuai dengan konsep yang mereka usung. Dengan hanya tiga band, mereka tidak perlu terburu-buru oleh durasi terbatas yang biasanya terjadi jika kita memainkan 4 – 5 band dalam satu edisi,” jelas Nanang Yuswanto, salah satu penggagas Buitenstage.

Senada dengan hal tersebut, Fransiscus Eko dari Cadaazz Pustaka Musik menekankan pentingnya sinergi antara musisi, panggung, dan media.

“Konsep dasar Buitenstage adalah menciptakan gigs se-intim mungkin tanpa jarak antara musisi dan penonton, didukung oleh rekan-rekan jurnalis musik. Kami ingin Buitenstage menjadi etalase dan ruang bagi musisi untuk memperkenalkan karya baru mereka dengan konsep panggung yang sebaik-baiknya,” tambah Eko.

Buitenstage yang diinisiasi oleh Buitenfest dan Cadaazz Pustaka Musik serta didukung oleh media-media musik ini tidak hanya menjadi sekadar panggung pertunjukan, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai ruang tumbuh bagi ekosistem musik independen yang sehat, di mana karya baru dihargai dan diapresiasi secara mendalam di jantung kota Bogor.

Continue Reading

iLive

Band – band cadas tampil di “Thrash Attack”, simak line up nya!

Published

on

iMusic.id – “Thrash Attack” adalah sebuah perhelatan konser musik yang di gagas sebagai ruang pengembangan dan penguatan ekosistem musik metal. Acara yang digagas dan digelar oleh Surau Kreasi Indonesia ini menjadi pertemuan bagi musisi, komunitas dan penikmat musik keras untuk saling terhubung, berkolaborasi serta memperluas jaringan skena.

Di selenggarakan di Fairway Café, Bogor pada hari Sabtu, 9 Mei 2026, “Thrash Attack” melibatkan dan menampilkan band – band thrash nasional maupun internasional. Menghadirkan 302 (Malaysia), Antologi (Singapura), Inheritors (Malang), Divine (Jakarta), Fragor (Bogor), Traxion (Jakarta), Backsight (Bandung), Tantrum (Kab.Bogor) dan Rain of Doom (Bogor), gigs ini tidak hanya mendorong tidak hanya mendorong pertumbuhan skena metal lokal, namun juga membawa semangat pertukaran budaya dan solidaritas antara komunitas underground Asia.

Sambil memperkuat posisi kota Bogor dalam peta musik keras Nasional, konser musik “Thrash Attack” ini dilahirkan oleh Surau Kreasi Indonesia sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan karya dan program yang relevan, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif bagi industri kreatif dan bagi komunitas yang terlibat.

Surau Kreasi Indonesia adalah ruang kreatif yang berfokus pada pengembangan ide, karya dan kolaborasi lintas sektor industri kreatif. Surau Kreasi Indonesia hadir sebagai ruang yang mengintegrasikan kreatifitas, profesionalisme dan nilai kolaboratif. Surau Kreasi Indonesia menaungi “Surau Creative” yang bergerak di bidang event organizer yang mengerjakan gigs “Thrash Attack”, “Surau Records” sebagai label rekaman, management talent dan pengembangan talenta musik, “Bogor Underline” sebagai media yang mengangkat budaya, komunitas dan dinamika kreatif lokal serta “Nocturn” yang berfokus pada clothing dan merchandise.

Konser “Thrash Attack” didukung oleh media partner dan komunitas – komunitas kreatif seperti : Bogor Underline, Buitenzorg Metalheads, Kisruh, Kaset.id, Cadaazzdotcom, iMusic.id, Cadaazz Pustaka Musik, Intip Musik, Aku Punya Musik, JRP Production, Jam’s Music Store, Battle Vest Assault dan Fairway Café, Bogor.

Sampai jumpa di “Thrash Attack” wahai para metalhead!!

WE AWAIT YOUR ARRIVAL!

THRASH TOGETHER, ATTACK TOGETHER!!

Continue Reading

iLive

Tampilkan banyak line up, Hunter Festival 2026 digelar pada 25 April

Published

on

iMusic.id – Dunia musik reggae Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya “Hunter Festival 2026”, sebuah festival musik reggae yang akan digelar pada 25 April 2026 di Samanea Kuliner Junction, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Event ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan hari jadi ke-2 Hunter Beer and Cafe di Samanea.

Mengusung tema #SilaturReggae, festival “Hunter Festival 2026” ini hadir bertepatan dengan momen Idulfitri, menjadikannya sebagai ajang silaturahmi, nostalgia, sekaligus perayaan kebersamaan bagi para musisi dan penikmat reggae, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Hunter Festival 2026” akan menghadirkan deretan musisi reggae ternama yang telah dikenal hingga kancah nasional, di antaranya Coconuttreez, Momonon, Dhyo Haw, Sejedewe, High Therapy, Republik 21, serta banyak penampil lainnya seperti Ballereoth, Smile Morning, Feel High, Achin Gold Lion, Owl Jams, Moral Dilema, DJ DND, dan R Kustik.

Tak hanya musisi reggae, pada event “Hunter Festival 2026” ini akan hadir juga musisi yang tengah naik daun dengan genre pop rock yaitu Sultan Fraya, sebagai band kehormatan.

“Kami ingin menciptakan ruang yang hangat, penuh energi positif, dan mempererat kebersamaan lewat musik reggae,” ujar Koko Wahyu, Project Manager Hunter Festival 2026.

Dalam hal tiket, penjualan presale telah resmi ditutup pada 1 April 2026 pukul 15.00 WIB. Saat ini, penjualan telah memasuki tahap normal dengan rincian harga sebagai berikut:

  • Regular A: Rp100.000
  • Regular B: Rp85.000
  • VIP A: Rp200.000
  • VIP B: Rp175.000

Tiket dapat dibeli secara online melalui website resmi di www.hunterfestivalgroup.com, serta akan disediakan juga banyak loket penjualan on the spot untuk memudahkan pengunjung.

Hunter Festival 2026 menyediakan total 2.000 tiket bagi para penikmat reggae untuk bernyanyi dan bersenang-senang bersama dalam suasana penuh kebersamaan.

Lebih dari sekadar festival, Hunter Festival diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Bang Sur selaku promotor event mengatakan, nama ‘Hunter’ sendiri akan dirancang untuk menjadi sebuah event organizer yang bakal menggandeng banyak komunitas, diawali dari komunitas reggae.

“Setelah Hunter Festival 2026, akan dijalankan tur di Tangerang bersama band-band reggae baru. Kita promosikan bersama Hunter,” ucapnya.

Harapannya, festival ini juga dapat berkembang menjadi rangkaian tur kecil yang menjangkau berbagai kota di Indonesia, sekaligus melibatkan musisi lokal di setiap daerah yang dikunjungi.

Dengan semangat #SilaturReggae, “Hunter Festival 2026” siap menjadi salah satu perayaan musik reggae terbesar dan paling berkesan di tahun ini.

Untuk informasi lebih lanjut:

Website: www.hunterfestivalgroup.com

Continue Reading