Connect with us
Menuju Bintang Menuju Bintang

Entertainment

Menuju Bintang 2023 Penghargaan Bagi Host Streamer dan Content Creator

Published

on

Imusic.id – Menuju Bintang merupakan ajang penghargaan yang khusus diberikan kepada para host streamer dan content creator yang digelar tahun 2023 ini.

Acara Menuju Bintang yang digelar oleh Juara Entertainment Film (JEF) ini merupakan acara besar pertama untuk penghargaan yang diberikan kepada host-host streamer, content creator dan mitra agency.

“Ini adalah acara yang pertama kami lakukan. Ini murni dari kami semua selama kita berjalan kurang lebih 2 tahun. Ini tahun pertama kita menyelenggarakan ‘big event’ untuk penghargaan host-host streamer kita dan mitra agencies kita.”kata Edi Rahmat (Edi Cadel) selaku CEO Juara Entertainment Film saat malam Menuju Bintang Awarding di Ballroom Grand Sheraton Gandaria Jakarta Selatan, Rabu (27/9/2023)

Menuju Bintang

“Di acara Menuju Bintang disini juga sebagai bentuk ajakan bahwa hari ini live streamer itu menjadi sebuah pekerjaan dan profesi. Bukan sekedar mencari hiburan di sana tetapi juga bisa mendapatkan sebuah pendapatan yang tujuannya meningkatkan ekonomi bagi masyarakat. ” tambah Edi.

Juara Entertainment Film yang memiliki lebih dari 5000 host, mengundang 50 host terbaik untuk hadir di acara Menuju Bintang, dan dipilih 10 host terbaik.

“Kami mencoba menghadirkan bagaimana para host live streamer atau content creator menjadi layaknya bintang yang mungkin mereka dulunya bukan siapa-siapa tapi sekarang menjadi terkenal khususnya melalui aplikasi TikTok Live.”ungkap Edi.

Menuju Bintang

Penghargaan Menuju Bintang diberikan kepada 10 host streamer dan content terbarik, serta 10 agency terbaik dengan hadiah 5000 USD.

Tolak ukur untuk mendapatkan perhargaan ini dilihat dari jumlah live streaming sang content creator, durasi live selama satu tahun juga performanya melalui platform TikTok.

“Cantik dan ganteng relatif ya, untuk penilaian awal oleh tim kami adalah jumlah live streaming sang content creator, durasi live selama satu tahun juga performanya melalui platform TikTok.”ucap Edi.

Menuju Bintang

Dalam kesempatan itu, Juara Entertainment Film juga menerima penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia) karena telah melakukan kampanye anti bullying atau anti perundungan terbanyak di live streaming TikTok Live Indonesia.

Berikut daftar lengkap penerima penghargaan dari JEF di acara Menuju Bintang

Pemenang Top Sub Agency Jef Award 2023

10. Insight Agency

9. Royal Agency

8. Krezz Agency

7. Sengkiuuu Agency

6. GMT Agency

5. Rizky Agency

4. Juara Agency

3. Almo Agency

2. Boss Q Agency

1. Bestod Agency

Pemenang Top Host Jef Award 2023

10. @mayang_sharie1

9. @rizkaamalia25

8. @n.uchaa

7. @mutiayaaa

6. @zadhir02

5. @mamakrezz

4. @dimabashar57

3. @ewokkrezz

2. @calmeilinciaaa

1. @udairfana

Entertainment

“Galeri Indonesia Kaya” Hadirkan Pementasan Dramatic Reading Yang Bertajuk “Mahkota”.

Published

on

iMusic.idHari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April merupakan momentum penting dalam sejarah Indonesia yang memperingati perjuangan dan dedikasi Raden Ajeng Kartini dalam memajukan perempuan Indonesia melalui pendidikan dan emansipasi.

Memperingati hal tersebut, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan sebuah pementasan dramatic reading yang bertajuk Mahkota yang berlangsung pada hari ini (29/4) di Galeri Indonesia Kaya.

Pementasan dramatic reading Mahkota dibawakan oleh tiga seniman perempuan Indonesia yang merefleksikan sebuah filosofi rambut dan rahasianya dari sudut pandang perempuan. Pertunjukan ini juga merupakan showcase berbagai disiplin seni para pemain yang dihadirkan dalam satu panggung.

Ada Happy Salma yang sudah menjajal berbagai layar dan pentas, Ariel Tatum yang semakin jatuh cinta pada panggung seni, dan Artasya Sudirman yang berlatar belakang teater. Diiringi dengan permainan biola yang mendayu dari Danu Kusuma dan gerak tubuh dari penari Dayinta Melira semakin menambah kesyahduan pementasan ini.

“Pertunjukan Mahkota merespon dan ikut merayakan semangat perempuan Indonesia. Pementasan ini hadir bukan sekadar untuk menghibur, namun untuk merangsang pikiran dan menyentuh hati para penonton melalui medium dramatic reading yang mengangkat makna dari suatu hal yang mungkin belum banyak dibahas, yaitu rambut sebagai mahkota dari seorang Wanita.

Harapan kami agar Mahkota dapat menjadi sumber inspirasi bagi wanita Indonesia dan penggiat maupun penikmat seni, kami mengajak masyarakat untuk hadir dan bergabung bersama kami dalam merayakan keindahan, kekuatan, dan keberanian kaum wanita Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Mahkota ini terinspirasi dari sejumlah sumber sejarah ihwal rambut dalam konteks sejarah dan budaya, yang diolah dengan interpretasi dan dimaknai kembali ke dalam konteks hari ini. Rambut juga menjadi simbol kekuatan yang telah menemani perjalanan dan perjuangan perempuan Indonesia dari abad ke abad.

Selama 45 menit, para penikmat akan mengikuti sebuah perjalanan emosional dari 3 sudut pandang yang berbeda tentang tokoh perempuan yang menghadirkan peristiwa tentang diri dan mahkotanya. Ketiga kisah peristiwa tersebut berlatar ruang dan waktu yang berbeda namun akan dijembatani oleh narator dan penampilan pemain biola dan penari yang semakin menguatkan peristiwa yang dihadirkan.

“Rambut sebagai mahkota wanita akan terus menghadirkan makna keindahan, kekuatan, dan kerapuhan. Melalui rambut, perempuan dapat melakukan banyak hal, mulai dari aktualisasi  identitas diri, menjaga rahasia, hingga menyatakan penolakan terhadap apa yang ditentangnya.

Laksana seseorang yang memiliki mahkota, si empunya akan dianggap agung. Kilau mahkota tentu menjadi daya pikat yang kuat. Dalam waktu bersamaan, terkendali atau tidak, kilau mahkota akan membuat si empu dilanda rasa tidak aman karena begitu banyak pihak yang ingin memiliki mahkota yang sama. Rambut adalah mahkota milik perempuan. Dan biarlah mahkota itu tetap dimiliki perempuan dengan segala ekspresi keindahan dirinya,” ujar Happy Salma. (FE)

Sekilas Galeri Indonesia Kaya (GIK)

Galeri Indonesia Kaya merupakan ruang publik berbasis digital yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia sebagai wujud komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

Ruang publik yang berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai 8 ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya bagi generasi muda, dengan cara yang menyenangkan, terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya.

Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013 yang lalu, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 700.000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 2.000 pertunjukan yang dipadu dengan konsep kekinian. Selama itu pula, lebih dari 700 pekerja seni terlibat dalam beragam kegiatan seni seperti tarian, teater, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, kunjungan budaya, dan sebagainya.

Tempat seluas 635 m² ini juga memiliki auditorium berkapasitas 150 penonton yang didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis, termasuk pengunjung dan penontonnya.

Selain menampilkan ragam budaya nusantara di panggung budaya auditorium, konsep desain Galeri Indonesia Kaya tetap mengangkat ke-khas-an Indonesia dalam interior sentuhan rotan kekinian dengan motif pucuk rebung dan kembang tanjung, motif parang (pada ceiling). Berbagai aplikasi terbaru dihadirkan dalam bentuk projection mapping dengan teknologi sensor yang interaktif dan menyenangkan. Secara keseluruhan, terdapat 7 aplikasi yang terinspirasi dari ragam kekayaan Indonesia, antara lain: Bersatu Padu, Selaras Seirama, Sajian Rasa, Arundaya, Cerita Kita, Arungi, dan Pesona Alam.

Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia. (FE)

Continue Reading

Entertainment

“Kemenporia” Event Exhibition Industri Clothing Dengan Atmosfer Festival.

Published

on

iMusic.idKemenporia adalah event kolaborasi antara penyelenggara event BCFxporia & Pesta Bebas Berselancar, menyajikan event exhibition yang mengumpulkan industri clothing dibalut dengan atmosfer festival yang menyuguhkan produk kreatif dengan diskon besar-besaran. Digabungkan dengan musik, community dan kuliner serta dikemas secara meriah untuk menghasilkan pengalaman baru dalam menikmati sebuah event.

Panggung utama Kemenporia akan diisi oleh musisi indie nasional yang selalu dinantikan oleh penggemarnya seperti Rumah Sakit, Souljah, For Revenge, Morfem, Dongker, Kelompok Penerbang Roket, Rub of Rub & QodirDul Jaelani”, tidak ketinggalan akan ada lebih dari 20 band pendukung lainnya dari musisi Kota Bogor dan sekitarnya seperti Texpack, Rrag, The Rang Rangs, Closet 38, Lepas Landas, Hidden Message, Topi Jerami, Still Virgin dan lain-lain.

Lebih dari 40 Brands Clothing & Produk akan hadir di Kemenporia, menyuguhkan artikel terbaru dengan diskon sampai dengan 60%. Brand yang akan hadir adalah brand pilihan yang sudah ternama dikalangan pecinta brand local, seperti Skymo, Chemistry, Money Alter, Lank2nd, Poseidon dan lain-lain. Masing-masing brand akan memberikan voucher diskon besar-besaran.

Kemenporia akan berlangsung selama 5 hari berturut-turut yaitu pada tanggal 3 sampai dengan 7 April 2024 bertempat di Area Panggung permanent Gor Padjadjaran Bogor, yang diharapkan dapat mendatangkan 15.000 orang pengunjung dari berbagai usia.

Kemenporia bertepatan dengan periode belanja baju lebaran & kebutuhan lainnya, hal ini dimaksudkan untuk memberikan spirit hari raya idul fitri untuk anak muda yang memiliki jiwa mandiri, bebas dan merdeka.

Selain sajian pameran clothing dan musik area utama, area venue lainnya juga akan dimeriahkan oleh jajanan kuliner untuk berbuka puasa dan spot nongkrong ngopi yang akan memenuhi segala kebutuhan para pengunjung. So, jangan lewatkan The Biggest Event “Expo-Festival“, Kemenporia 2024. (FE)

Continue Reading

Entertainment

Galeri Indonesia Kaya Angkat Perjalanan Maestro Tari, “Marzuki Hasan” Dengan “Tari Aceh Dari Masa Ke Masa”.

Published

on

Imusic.id – Menghadirkan beragam pertunjukan bertemakan Tari dari pertengahan Februari hingga akhir Maret 2024, sore ini Galeri Indonesia Kaya menghadirkan pertunjukan bertajuk “Tari Aceh Dari Masa Ke Masa” bersama Maestro Tari, Marzuki Hasan di Auditorium Galeri Indonesia Kaya. Tak sendirian, dalam pertunjukan ini Marzuki Hasan juga berkolaborasi  dengan kelompok Gema Citra Nusantara dan Canang7.

“Marzuki Hasan atau yang sering disapa Pak Uki, telah berdedikasi selama puluhan tahun dalam mengajar, menyutradarai, dan mempersembahkan karya-karya tari yang memukau. Beliau kerap mengekspresikan keindahan dan kekayaan budaya Aceh melalui gerakan-gerakan tari yang indah dan penuh makna.

Sebagai seorang maestro, Marzuki Hasan tidak hanya menjadi guru bagi banyak penari muda, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional Indonesia, khususnya tari Aceh.

Pertunjukan Tari Aceh Dari Masa Ke Masa ini diharapkan dapat menjadi wujud apresiasi kami terhadap karya-karya Pak Uki dan dapat menghibur dan bermanfaat bagi para penikmat seni,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia Kaya.

Selama kurang lebih 60 menit, penikmat seni dihibur dengan pertunjukan yang kental dengan kebudayaan Aceh. Beragam tarian dan lagu-lagu yang ditampilkan menggambarkan perjalanan dedikasi Marzuki Hasan untuk tari Aceh dari masa ke masa yang berjudul Likok Meualoen. Likok Meualoen merupakan perpaduan keselarasan, energik, kebersamaan di dalam gerak tari yang dikemas dengan ritme pukulan perkusi Aceh dan syair-syair yang membawa pesan bermanfaat sehingga garapan ini menjadi sebuah kekuatan tersendiri.

Marzuki Hasan mengungkapkan, ”Pertunjukan hari ini dibagi menjadi beberapa bagian yang berpadu dengan amat indah. Pertunjukan dibuka oleh Musik Garapan Canang 7, dilanjutkan dengan Tari Ranup Lampuan. Kemudian penikmat seni menyaksikan penampilan duet Deddy dan Karissa A. Soerjanatamihardja yang membawakan Lagu Bungong.

Dipertengahan acara, penikmat seni disuguhkan kembali oleh musik yang dibawakan oleh Canang7 dan dilanjutkan mengajak para penikmat seni untuk menari bersama. Di penghujung acara penikmat seni dihibur dengan Tari Rampoe Meuhayak yang diawali dengan syair dan pantun.

Semoga pertunjukan ini dapat menginspirasi dan menambah wawasan para penikmat seni, terutama generasi muda tentang kebudayaan Aceh, agar kedepannya generasi-generasi muda dapat melestarikannya sehingga seni tari dan budaya Aceh tetap berkumandang di mata dunia.”

Marzuki Hasan adalah seorang Maestro Tari Aceh yang lahir dan besar di Gampong Meudang Ara, Aceh Barat Daya pada tahun 1943. Sejak kecil, beliau sudah berkiprah di dunia tari khususnya tari Seudati dan tari Saman. Beliau mendedikasikan dirinya mengajar di Institut Kesenian Jakarta hingga masa pensiunnya.

Marzuki Hasan sangat kaya akan pantun berisi petuah dan budaya Aceh sehingga beliau dipandang sebagai salah satu pelopor literasi di Indonesia. Dalam dirinya mengalir darah dan jiwa seni yang begitu kuat. Sebagai sosok yang rendah hati, beliau tulus dan ikhlas memberikan ilmu yang beliau miliki kepada generasi muda penerus bangsa.

Sekilas Galeri Indonesia Kaya (GIK)

Galeri Indonesia Kaya merupakan ruang publik berbasis digital yang didedikasikan untuk masyarakat dan dunia seni pertunjukan Indonesia sebagai wujud komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk terus memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia khususnya generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

Ruang publik yang berlokasi di West Mall Grand Indonesia lantai 8 ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dalam memadukan konsep edukasi dengan digital multimedia untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia, khususnya bagi generasi muda, dengan cara yang menyenangkan, terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya.

Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013 yang lalu, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 700.000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 2.000 pertunjukan yang dipadu dengan konsep kekinian. Selama itu pula, lebih dari 700 pekerja seni terlibat dalam beragam kegiatan seni seperti tarian, teater, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, kunjungan budaya, dan sebagainya.

Tempat seluas 635 m² ini juga memiliki auditorium berkapasitas 150 penonton yang didukung fasilitas modern sebagai sarana bagi pelaku seni maupun masyarakat umum untuk menampilkan berbagai kesenian Indonesia dan kegiatan lainnya secara gratis, termasuk pengunjung dan penontonnya.

Selain menampilkan ragam budaya nusantara di panggung budaya auditorium, konsep desain Galeri Indonesia Kaya tetap mengangkat ke-khas-an Indonesia dalam interior sentuhan rotan kekinian dengan motif pucuk rebung dan kembang tanjung, motif parang (pada ceiling). Berbagai aplikasi terbaru dihadirkan dalam bentuk projection mapping dengan teknologi sensor yang interaktif dan menyenangkan. Secara keseluruhan, terdapat 7 aplikasi yang terinspirasi dari ragam kekayaan Indonesia, antara lain: Bersatu Padu, Selaras Seirama, Sajian Rasa, Arundaya, Cerita Kita, Arungi, dan Pesona Alam.

Mencintai budaya adalah wujud rasa bangga dan cinta kita terhadap Indonesia, karena yang menyatukan bangsa adalah budaya. Cinta Budaya, Cinta Indonesia.(FE)

Continue Reading