iMusic.id – Setelah merilis single berbahasa Inggris “Love Me Like You”, Rahmania Astrini, yang akrab disapa Astri, kembali dengan lagu berbahasa Indonesia berjudul “Pilihlah Aku”. Dalam lagu ini, Astri tidak hanya membawa musik yang segar, tetapi juga menyampaikan pesan pemberdayaan yang kuat bagi perempuan.
Rahmania Astrini mengungkapkan makna di balik lagu ini: “Empowerment sih. That girls can also do the things yang biasanya di society dilakukan sama laki-laki, contohnya: making the first move.”
Lagu ini sendiri merupakan interpolasi dari karya legendaris Krisdayanti yang dirilis di tahun 2004. Tidak hanya membawakan ulang tapi juga membuat lagu ini berbeda di beberapa bagian menjadi sebuah tantangan besar bagi Rahmania Astrini.
Centil Era vibes is definitely back? “Pastinya ada, karena lagu ini sudah sangat iconic. Aku pengen bisa tetep bawain core value dan essence asli dari lagu ini tapi dengan incorporating sentuhan personalku juga,” kata Rahmania Astrini.
Saat ditanya mengenai bagaimana dia mendeskripsikan versi “Pilihlah Aku” yang dibawakannya, Astri dengan santai menyebutkan, “2 kata lucu: joget centil,” menggambarkan suasana ceria dan penuh energi yang ingin dia tampilkan melalui lagu ini.
Dalam video musik yang dirilis bersamaan dengan lagu ini, Astri menonjolkan gaya yang fresh dan penuh semangat. Pilihan wardrobe yang bold dan dance choreography yang catchy menjadi elemen yang semakin menegaskan tema youth and fun yang ingin dia tonjolkan.
“Inspirasi utamanya adalah youth and fun. Aku pengen bisa ngembaliin masa-masa musik Indonesia yang very fun and youthful,” ujar Astri, menunjukkan kecintaannya pada era musik yang lebih ceria dan penuh warna.
Harapan Astri untuk Pilihlah Aku adalah agar lagu ini bisa diterima dan dinikmati oleh masyarakat luas.
“Semoga bisa enak didengar dan dinikmati oleh masyarakat luas,” tutupnya.
‘Pilihlah Aku’ sudah dapat dinikmati di seluruh digital streaming platforms di Indonesia. Official Music Video juga bisa ditonton di kanal youtube Rahmania Astrini.
iMusic.id – Amanda Mutia merilis single terbarunya berjudul “Peluk”, sebuah lagu pop ballad yang mengangkat tema kehangatan emosional dan kebutuhan akan kehadiran seseorang di saat perasaan sedang lelah dan rindu. Lagu ini menjadi rilisan perdana dari Project Alfa, sebuah program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada sebagai penerbit musik (music publishing) dan AlfaRecords sebagai label musik.
“Peluk” dari Amanda Mutia merepresentasikan momen ketika seseorang tidak selalu membutuhkan solusi, melainkan pengertian dan rasa aman. Lagu ini hadir sebagai refleksi tentang rindu, kehilangan, dan keinginan untuk tetap merasa ditemani.
Sebagai penyanyi yang dikenal mengekspresikan cerita personal melalui musik, Amanda Mutia menghadirkan “Peluk” dengan pendekatan yang jujur dan intim. Aransemen yang sederhana memberi ruang pada karakter vokalnya yang lembut dan ekspresif, sehingga emosi lagu terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar.
Project Alfa merupakan program kolaborasi antara Alfa Pustaka Nada dan AlfaRecords yang berfokus pada kurasi dan perilisan karya musik, dengan penekanan pada sistem rilis yang jelas serta perlindungan hak cipta bagi para musisi.
Single “Peluk” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi langkah awal perjalanan Project Alfa dalam menghadirkan karya-karya baru dari talenta terpilih.
iMusic.id – Trio indie-folk asal Jakarta, ‘Rangkai’, resmi merilis single terbaru berjudul “Menuai Terurai” pada Jumat, 20 Februari 2026. Dirilis bertepatan dengan momen awal Ramadan, lagu ini hadir sebagai ruang refleksi atas kehilangan, perpisahan, dan upaya menerima hidup apa adanya.
Di tengah berbagai kabar duka yang hadir belakangan ini. Mulai dari bencana alam hingga kehilangan yang dirasakan secara kolektif. “Menuai Terurai” dari ‘Rangkai’ mencoba berbicara dengan nada yang tenang. Lagu ini tidak berfokus pada kepergian secara fisik, melainkan pada nilai, pesan, dan jiwa yang tetap hidup setelahnya.
“Ramadan sering menghadirkan kebersamaan, dan di saat yang sama mengingatkan kita dengan halus akan mereka yang pernah hadir, namun kini tinggal dalam doa dan ingatan.” ujar Bimo, vokalis Rangkai.
Melalui pendekatan lirik yang metaforis, ‘Rangkai’ memilih untuk membingkai kesedihan sebagai pengalaman bersama. Cerita personal tidak disajikan secara gamblang, melainkan disamarkan dalam narasi kehilangan yang lebih luas, sesuatu yang mungkin pernah atau sedang dialami banyak orang.
Pendekatan metaforis ini juga tercermin dalam artwork single, yang kembali dipercayakan kepada Khalid Albakaziy, di mana ia menerjemahkan tema kehilangan dan keteruraian ke dalam visual yang samar, tenang, dan penuh ruang.
Dengan aransemen folk-pop yang intim dan minimal, “Menuai Terurai” diharapkan dapat menemani pendengar di masa Ramadan : sebagai lagu untuk berhenti sejenak, menerima duka, dan mengubahnya menjadi energi positif untuk melangkah ke depan.
“Menuai Terurai” ditulis dan diproduksi oleh Mirza, Bimo, Rai, dan Kibar MuhammadPembela dengan proses mixing oleh Rendi Kopay dan mastering oleh Rhesa Aditya.
Single “Menuai Terurai” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform musik digital di bawah naungan Setengah Lima Records.
iMusic.id – Band indie Mobilminie kembali menunjukkan eksistensinya di kancah musik independen Tanah Air dengan merilis album penuh kedua mereka yang bertajuk New Journey Begins dibawah label Minie Records bertepatan pada hari Kasih sayang 14 Februari 2026.
Album ini menandai babak baru perjalanan musikal Mobilminie setelah beberapa tahun berkarya dan bereksplorasi dengan warna musik yang semakin matang.
“New Journey Begins” menggambarkan proses pendewasaan band, baik dari sisi musikalitas maupun lirik. Dalam album ini, Mobilminie menghadirkan rangkaian lagu yang merefleksikan perjalanan hidup, perubahan, harapan, serta semangat untuk memulai sesuatu yang baru. Nuansa indie yang menjadi ciri khas mereka tetap dipertahankan, namun dikemas dengan aransemen yang lebih segar dan emosional.
“Selama perjalanan Mobilminie, kita telah merilis EP tahun 2007, ada 4 lagu dan semuanya kita bikin sendiri 200-an keping kalau ga salah. Album pertama kita ‘543’ dari kita bikin berlima lama-lama keluar tinggal sampai tinggal bertiga. Seiring perjalanan waktu akhir tahun 2025 kemaren kita selesai bikin album dengan formasi sekarang, berlima lagi. Jadi kenapa namanya ‘New Begins’ Again’, karena filosofinya ingin menjadi satu perjalanan baru Mobilminie,” kata Fajar saat ditemui di acara ‘an intimate release party’, di Kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Para personel Mobilminie menyampaikan bahwa album kedua ini lahir dari berbagai pengalaman personal dan perjalanan bermusik yang mereka lalui bersama. Setiap lagu disusun dengan konsep yang lebih matang, tanpa meninggalkan kejujuran dan kesederhanaan yang menjadi identitas band sejak awal terbentuk.
“Perbedaan dari album pertama dan kedua, dari sisi produksi, di album pertama kita hanya bertiga. Di album ‘543’, masih ada pengaruh Suede, Oasis. Terus karena ada kibordis, jadi dominasinya lebih banyak keyboard. Sekarang ada 2 gitar jadi merubah warna Mobilminie. Dengan warna baru dengan adanya 2 gitar dan juga kita banyak kolaborasi dengan teman-teman-teman”,tambah Fajar.
Saat ini personil Mobilminie yang terdiri dari Johan (vokal), Fajar (gitar), Dipo (bass), Edwin (drums) dan Robby (gitar) yang akhirnya merilis album kedua mereka.
Album “New Journey Begins” sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital. Mobilminie berharap karya terbaru ini dapat diterima dengan baik oleh para pendengar setia, sekaligus menjangkau pendengar baru yang ingin mengenal warna musik mereka lebih dekat.
Dengan perilisan album ini, Mobilminie menegaskan langkah baru dalam perjalanan bermusik mereka sebuah awal baru yang penuh semangat, kreativitas, dan harapan untuk terus berkembang di industri musik indie Indonesia. (EH)